Mengenal Perbedaan Milia dan Syringoma: Penyebab dan Cara Mengatasinya

perbedaan milia dan syringoma

Mengenal Perbedaan Milia dan Syringoma: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Di Tinjau oleh Dokter

Pernahkah Anda menemukan benjolan kecil berwarna putih di wajah, khususnya di sekitar mata? Benjolan tersebut mungkin adalah milia atau syringoma, dua kondisi kulit yang sering keliru dianggap sebagai jerawat. Meskipun pada pandangan pertama terlihat mirip, milia dan syringoma memiliki sejumlah perbedaan signifikan, mulai dari penyebab, penampilan, hingga metode penanganannya. Dalam artikel Plasthetic Clinic berikut, kami akan membantu Anda untuk mengenali apa saja perbedaan milia dan syringoma. Penasaran? Yuk, langsung saja simak selengkapnya pada artikel Plasthetic Clinic berikut ini hingga tuntas!

Apa Itu Milia dan Syringoma?

Sebelum mengetahui perbedaan milia dan syringoma, Anda perlu berkenalan terlebih dahulu dengan keduanya. Milia adalah benjolan kecil berwarna putih, biasanya memiliki ukuran sekitar 1-2 mm, dan memiliki bentuk yang mirip dengan kista. Benjolan ini terjadi karena sel-sel kulit mati dan keratin yang terjebak di bawah permukaan kulit. Milia sendiri biasanya sering ditemukan di area wajah seperti hidung, pipi, dan kelopak mata.

Di sisi lain, syringoma adalah benjolan kecil yang dapat berwarna putih, kuning, atau coklat, berukuran 1-3 mm, dan memiliki bentuk seperti papula. Benjolan ini muncul karena adanya pertumbuhan berlebih dari kelenjar keringat apokrin. Syringoma biasanya lebih sering muncul di area wajah seperti kelopak mata, pipi, rahang, dan dada.

Baca Juga: Apa Saja Jenis Milia dan Bagaimana Cara Yang Tepat Untuk Menghilangkan Milia? Cari Tahu Disini!

Apa Saja Penyebab Milia dan Syringoma?

Milia bisa terjadi akibat penumpukan protein keratin yang terperangkap dalam lapisan kulit. Ciri-ciri milia meliputi kemunculan benjolan berwarna putih hingga kuning pada kulit, dimana benjolan tersebut bisa muncul secara berkelompok dan biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Meskipun tergantung pada jenisnya, milia bisa menyebabkan rasa nyeri dan kemerahan.

Sedangkan, syringoma muncul akibat pertumbuhan abnormal dari kelenjar keringat dan memiliki penampilan yang mirip dengan warna kulit. Benjolan pada syringoma biasanya bersifat keras dan biasanya muncul dalam kelompok yang simetris, yang berarti pola yang sama bisa muncul pada kedua sisi tubuh di tempat yang sama.

Apa Saja Perbedaan Milia dan Syringoma?

Meskipun milia dan syringoma keduanya muncul sebagai benjolan kecil pada kulit, terdapat beberapa perbedaan utama antara keduanya, berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Penyebab

Milia terjadi karena adanya sel kulit mati dan keratin yang terjebak di bawah kulit, sedangkan syringoma muncul akibat pertumbuhan berlebih dari kelenjar keringat apokrin.

2. Ukuran

Milia biasanya berukuran lebih kecil dan berbentuk seperti kista kecil berwarna putih. Sementara itu, syringoma berukuran lebih besar dari milia dan berbentuk seperti papula kecil yang bisa berwarna putih, kekuningan, atau cokelat.

Baca Juga: 6 Penyebab Bruntusan di Dahi dan Cara Mengatasinya

3. Lokasi

Milia cenderung lebih banyak ditemukan di area wajah, seperti hidung, pipi, dan kelopak mata. Di lain sisi, syringoma bisa muncul di bagian wajah dan dada, khususnya di sekitar kelopak mata, pipi, rahang, dan dada.

4. Pengobatan

Milia biasanya dapat menghilang sendiri dalam beberapa minggu atau bulan, sedangkan syringoma dapat dihilangkan dengan melakukan beberapa metode perawatan, seperti elektrokauter, laser, atau cryotherapy.

Bagaimana Cara Mengatasi Milia dan Syringoma?

Menangani masalah kulit ini bisa melalui berbagai cara, tergantung pada tingkat keparahan dan preferensi pribadi. Berikut adalah beberapa metode yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi milia dan syringoma.

1. Milia

Milia umumnya bisa hilang sendiri dalam beberapa minggu atau bulan. Menjaga kebersihan kulit dan menggunakan produk perawatan yang lembut dapat mempercepat proses hilangnya milia. Selain itu, Anda bisa melakukan eksfoliasi secara rutin guna membantu mengangkat sel kulit mati yang menutupi pori-pori dan mencegah terbentuknya milia baru. Dalam melakukan eksfoliasi, gunakanlah scrub wajah atau produk toner eksfoliasi yang lembut.

Jika setelah mencoba metode tersebut namun milia masih belum hilang juga, Anda dapat mencari bantuan profesional di klinik kecantikan. Dokter akan membantu menghilangkan milia dengan melakukan ekstraksi manual, yang dilakukan dengan menusuk milia menggunakan jarum steril dan kemudian mengeluarkannya dengan hati-hati.

Baca Juga: Retinol: Pengertian, Fungsi, Manfaat, dan Panduan Menggunakannya

2. Syringoma

Syringoma biasanya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, jika penampilannya membuat Anda merasa tidak nyaman, Anda dapat mendatangi klinik kecantikan untuk menghilangkan syringoma melalui beberapa metode perawatan, seperti elektrokauter, laser, dan krioterapi.

Banner Plasthetic Aesthetic

Rekomendasi Perawatan untuk Menghilangkan Milia dan Syringoma dari Plasthetic Clinic

Meskipun keberadaan milia dan syringoma tidak membahayakan kulit, namun keberadaan keduanya bisa mengganggu penampilan. Jika Anda tertarik untuk menjalani perawatan yang ditujukan untuk mengatasi milia dan syringoma, Anda bisa berkunjung ke Plasthetic Clinic untuk menjalani beberapa perawatan berikut ini.

1. Dermabrasi

Dermabrasi adalah perawatan yang menggunakan alat khusus untuk menghilangkan lapisan atas kulit (epidermis). Perawatan ini dapat membantu menghilangkan milia dan syringoma, serta memperbaiki tekstur kulit yang kasar dan mengurangi bekas jerawat. Setelah menjalani perawatan, kulit wajah Anda mungkin akan menjadi merah dan memerlukan waktu untuk pemulihan. Namun, Anda akan memperoleh hasil akhir yang signifikan dalam meningkatkan tekstur dan penampilan kulit.

2. Premium Glow 

Premium Glow merupakan salah satu jenis perawatan peeling yang dirancang khusus untuk meremajakan dan memperbaiki kulit. Perawatan ini akan melibatkan penggunaan bahan aktif untuk menghilangkan lapisan atas kulit yang rusak, mengurangi penampilan milia dan syringoma, serta meningkatkan keseragaman warna dan tekstur kulit. 

3. Electrocauter

Electrocauter adalah prosedur yang memanfaatkan arus listrik untuk membakar dan menghilangkan milia atau syringoma. Electrocauter ini sangat efektif dalam menghilangkan syringoma dan milia karena mampu menargetkan benjolan tertentu tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Perawatan ini cenderung cepat dan pasien biasanya bisa melanjutkan kegiatan normal mereka segera setelah prosedur.

Sebelum menjalani perawatan, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang bersangkutan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan jenis kulit dan kondisi khusus Anda.

Dengan melakukan salah satu dari metode perawatan ini atau kombinasi dari beberapa perawatan, Plasthetic Clinic dapat membantu mengatasi milia dan syringoma, meningkatkan penampilan kulit Anda, serta meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim Plasthetic Clinic di sini atau langsung mengunjungi Plasthetic Clinic yang terdekat di kota Anda untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai perawatan yang paling cocok untuk kondisi kulit Anda. Semoga informasi mengenai perbedaan milia dan syringoma di atas dapat memberikan manfaat bagi Anda!

Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!

Ditinjau oleh: dr. Aema Y. Amir

web-banner-disclaimer-1

SHARE THIS ARTICLE IN:

Recent Articles

Dokter Kecantikan di Alam Sutera, Profesional dan Terpercaya!

Read More

Cara Menghilangkan Kantung Mata Hitam dan Kendur

Read More
cara membentuk jawline

Cara Mempertegas Jawline yang Membuat Bentuk Rahang Terlihat Proporsional

Read More

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!