Double Chin Surgery

Double Chin Surgery

Double Chin Surgery merupakan prosedur bedah yang bertujuan untuk menghilangkan sel-sel lemak yang ada di wajah, terutama di area lipatan dagu (double-chin), secara permanen. Berbeda dengan tindakan operasi lipektomi bukal, atau buccal fat yang cara kerjanya membuang jaringan lemak wajah, Double Chin Surgery ini bekerja dengan cara menghisap lemak di wajah melalui selang / kanula dan menggunakan perangkat yang canggih.

Prosedur tindakan ini sebenarnya hampir mirip dengan operasi Liposuction, atau Sedot Lemak. Perbedaannya hanya pada area tindakannya. Mengenai prosedur operasinya, pertama-tama Dokter Bedah akan membuat sayatan di area lipatan dagu atau bawah dagu, sedalam 3 hingga 4 cm. Sayatan bisa juga dilakukan di antara gusi atau bagian dalam bibir bawah. Lalu setelah itu dokter akan memasukkan selang kecil yang disebut kanula tadi. Kanula ini yang akan digunakan untuk memecah lemak pada area wajah, yang selanjutnya akan disedot ke luar.

Procedure Purpose

Prosedur Double Chin Surgery memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah untuk mengurangi timbunan lemak, serta untuk menciptakan kontur wajah agar garis dagu dan rahang terlihat lebih tegas.

Candidate

Tindakan ini dapat dilakukan oleh pasien dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Memiliki kondisi kulit yang masih kencang, tidak kendur dan elastis
  • Memiliki harapan yang realistis terhadap hasil yang diberikan
  • Berat badan tidak terlalu jauh di atas rata-rata karena berat badan / lemak yang turun terlalu drastis dapat menyebabkan kulit tampak kendur hingga muncul stretch mark

Duration

Tindakan Double Chin Surgery ini dilakukan dalam waktu pengerjaan sekitar 60 hingga 120 menit saja. Untuk jenis anestesi yang digunakan, yaitu dengan anestesi umum.

Downtime

Waktu Pemulihan : 7 – 14 hari.

Risk of Complications

Our Doctor

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!

[show_faq_sp_old]

Semua yang tertulis di website memungkinkan terjadinya perbedaan dari segi proses, risiko, komplikasi, dan hasil bagi setiap individu. Maka dari itu, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya.