Beberapa individu seringkali memiliki bentuk wajah yang tidak simetris, yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, cedera, maupun kecelakaan. Selain itu, beberapa individu mungkin juga pernah menggunakan gigi palsu, menjalani prosedur veneer gigi, atau melakukan pencabutan gigi, yang bisa memengaruhi keseimbangan bentuk wajah dan rahang menjadi tidak proporsional.
Selain itu, beberapa kondisi kesehatan tertentu seperti bell’s palsy juga bisa memengaruhi bentuk wajah dan rahang. Bell’s palsy sendiri merupakan kondisi di mana saraf wajah mengalami kelumpuhan akibat gangguan pada saraf perifer yang mengendalikan otot di salah satu sisi wajah. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan bentuk pada sisi wajah tertentu, termasuk rahang. Akibatnya, bentuk wajah dapat menjadi tidak simetris.