Search

Kenali Bahaya Suntik Payudara pada Tubuh! [Updated]


Suntik payudara atau yang sering disebut dengan filler payudara menjadi salah satu perawatan yang menarik bagi kaum wanita.
Suntik Payudara

Suntik payudara atau yang sering disebut dengan filler payudara menjadi salah satu perawatan yang menarik bagi kaum wanita. Volume payudara menjadi hal yang sangat penting bagi penampilan estetika wanita, tidak heran jika perawatan payudara menjadi salah satu perawatan yang laris dan paling sering dicari. Sebelum melakukan perawatan pada tubuh, yuk kita kenali terlebih dahulu!


Apa itu Filler?

Filler adalah proses tindakan yang dilakukan dengan injeksi atau penyuntikan. Cairan tersebut berupa hyaluronic acid atau bahan lainnya yang disuntikkan ke bawah kulit. Tujuannya adalah untuk menambah volume dengan mengisi ruang kosong pada beberapa area dan menjaga kelembaban tubuh. Filler ini sendiri tidak dapat bertahan lama, dalam waktu kurang lebih 6 bulan cairan tersebut akan kembali terserap pada tubuh dan perlu dilakukan pengulangan suntik filler untuk memberikan hasil yang maksimal.


Bagian mana saja yang boleh dilakukan Filler?


Menurut informasi yang diberikan oleh Food & Drug Administration (FDA) Amerika, filler diperbolehkan dalam dunia kesehatan dan estetika yakni pada bagian wajah, seperti menambah volume pada bibir, pipi, dagu, dahi, atau menghilangkan kerutan pada bagian tubuh seperti punggung tangan, area mata, dahi, atau sekitar bibir, mengoreksi area wajah tertentu seperti pada hidung atau lipatan nasolabial, serta dapat bermanfaat untuk mengoreksi bekas luka atau bekas jerawat.


Selain hal-hal yang diperbolehkan menggunakan filler, FDA Amerika juga menuliskan beberapa hal yang dilarang dalam penggunaan filler. Salah satunya FDA Amerika menginformasikan bahwa filler tidak diperbolehkan untuk memperbesar beberapa bagian seperti suntik payudara dan bokong.



Mengapa Suntik Payudara tidak diperbolehkan dan apa efek samping yang terjadi?


Filler sendiri memiliki beberapa efek samping mulai dari ringan hingga berat. Efek ringan yang terjadi seperti kemerahan, bengkak, nyeri, kebiruan, gatal atau ruang. Sedangkan efek berat yang terjadi dapat berupa infeksi, terjadi benjolan, berpindahnya senyawa filler ke area lain, granuloma, hingga kematian jaringan.


Maka dari itu, perawatan filler perlu dilakukan dengan hati-hati, selain pada area-area tertentu, filler harus dilakukan dengan alat dan tempat yang steril, hal ini agar tidak terkontaminasi bakteri atau virus. Nah, payudara memiliki konstruksi pembuluh darah yang kompleks, sedang filler berupa cairan yang persebarannya tidak bisa dihentikan dengan mudah. Hal ini memperlihatkan bahwa melakukan suntik payudara sangatlah beresiko tinggi bagi kesehatan.