Ciri-Ciri Bentuk Puting Tidak Normal, Ini Penjelasannya!

bentuk puting tidak normal

Ciri-Ciri Bentuk Puting Tidak Normal, Ini Penjelasannya!

05/05/2026

Di Tinjau oleh Dokter

Bentuk puting tidak normal pada wanita dapat menjadi indikator penting bagi kesehatan payudara. Puting payudara sendiri memiliki peran vital, tidak hanya dari segi estetika, tetapi juga fungsionalitas, terutama dalam proses menyusui.

Sayangnya, perubahan pada puting sering kali tidak disadari, padahal hal ini bisa menjadi tanda awal kondisi medis tertentu. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara lengkap ciri-ciri puting yang sehat dan tidak normal, serta penyebabnya.

Puting Payudara yang Sehat Seperti Apa?

Sebelum mengenali ciri-ciri puting yang tidak normal, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai bagaimana bentuk payudara yang normal dan sehat? 

Perlu Anda pahami sebelumnya bahwa setiap individu memiliki bentuk puting yang unik dan berbeda-beda. Namun, secara umum, ada beberapa karakteristik yang bisa menjadi patokan. Berikut di antaranya:

1. Variasi Ukuran dan Warna

Tidak ada standar ukuran atau warna puting yang dianggap ideal. Setiap orang bisa memiliki ukuran kecil hingga besar, dan warna yang berkisar dari merah muda, cokelat muda, cokelat tua atau kehitaman. Faktor genetik, ras, serta perubahan hormon menjadi penyebab utama dari variasi ini. 

2. Adanya Rambut Tipis

Beberapa individu memiliki bulu atau rambut tipis di sekitar puting. Kondisi ini normal dan biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik serta perubahan hormon, seperti saat pubertas, menstruasi, kehamilan, menopause, atau penggunaan kontrasepsi hormonal. 

Baca Juga: Cara Membesarkan Payudara yang Kecil Sebelah

3. Jumlah Bisa Lebih dari Dua

Beberapa orang memiliki puting tambahan yang dikenal sebagai supernumerary nipple. Kondisi ini terbentuk sejak dalam kandungan namun biasanya baru terlihat jelas saat memasuki masa pubertas, menstruasi, atau kehamilan. 

Menurut Hellosehat, puting tambahan dapat muncul di area dada atau sepanjang jalur embrionik susu, mulai dari ketiak hingga mendekati selangkangan.

Meskipun jarang ditemukan, keberadaan puting tambahan termasuk kondisi yang normal dan umumnya tidak menimbulkan risiko kesehatan.

4. Bentuk Puting: Menonjol, Rata, atau Masuk ke Dalam

Bentuk puting dapat menonjol keluar beberapa milimeter, menjadi rata, atau masuk ke dalam (inverted). Saat terstimulasi atau terkena suhu dingin, puting biasanya menjadi lebih keras dan terlihat jelas. 

Semua bentuk ini tergolong normal, meski puting yang rata atau masuk ke dalam terkadang menyulitkan proses menyusui. 

Salah satu cara untuk membantu puting yang masuk ke dalam adalah dengan melakukan teknik Hoffman, yaitu menarik perlahan area areola menggunakan dua ibu jari agar puting dapat keluar.

Jika cara tersebut tidak berhasil dan mengganggu proses menyusui, dokter mungkin menyarankan tindakan medis. 

Ciri-Ciri Bentuk Puting Tidak Normal

Setelah mengetahui ciri puting yang sehat, kini saatnya kita mengenali beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Perubahan pada bentuk, ukuran, atau sensasi puting bisa menjadi petunjuk adanya masalah yang memerlukan perhatian medis. 

Berikut adalah beberapa ciri bentuk puting tidak normal yang bisa Anda ketahui:

1. Keluarnya Cairan dari Puting di Luar Masa Menyusui

Keluarnya cairan dari puting saat tidak sedang menyusui dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan. Penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari infeksi, ektasia duktus payudara, polip, penurunan hormon, efek samping penggunaan kontrasepsi, hingga kanker payudara. 

Cairan yang keluar dapat bertekstur encer, kental, bening, atau berwarna kekuningan, kehijauan, maupun kecokelatan, dan bisa muncul pada salah satu atau kedua payudara.

2. Muncul Rambut Tebal secara Tiba-tiba

Jika tiba-tiba tumbuh rambut tebal dalam jumlah banyak di sekitar puting atau payudara, sebaiknya jangan diabaikan. Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, kondisi ini dapat menjadi tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS), yaitu gangguan pada wanita yang dapat memengaruhi kesuburan. 

Jika mengalami hal ini, segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca juga: 6 Penyebab Payudara Kendur di Usia Muda

3. Pendarahan pada Puting Payudara

Pendarahan pada puting dapat terjadi bersamaan dengan keluarnya cairan atau nanah. Kondisi ini bisa menandakan adanya infeksi atau gangguan hormonal. 

Terkadang, darah juga muncul akibat lecet saat menyusui atau karena gigitan bayi. Meski terlihat ringan, luka lecet yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi serius pada payudara. 

4. Adanya Benjolan pada Area Puting

Munculnya benjolan di area puting atau payudara bisa menjadi tanda adanya masalah medis tertentu. Benjolan ini dapat berkaitan dengan tumor jinak, mastitis laktasi, atau kanker payudara. 

Namun, benjolan juga dapat timbul akibat perubahan hormon yang normal, terutama pada wanita muda menjelang menstruasi. Pemeriksaan payudara secara rutin (SADARI) dapat membantu mendeteksi benjolan yang mencurigakan sejak dini. 

Penyebab Perubahan Puting Payudara

Perubahan puting pada payudara bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya bersifat alami dan tidak berbahaya, sementara yang lain mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter. 

Berikut beberapa penyebab yang perlu Anda ketahui:

1. Fluktuasi Hormon

Perubahan hormon, terutama estrogen dan progesteron, dapat memicu pembesaran puting. Kondisi ini sering terjadi selama masa pubertas, kehamilan, atau menstruasi, saat jaringan payudara mengalami penyesuaian alami. 

2. Iritasi atau Infeksi pada Area Puting

Masalah kulit seperti dermatitis atau infeksi payudara seperti mastitis dapat memicu peradangan yang menyebabkan puting terlihat membengkak. 

3. Kehamilan dan Proses Menyusui

Selama masa kehamilan, tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan, termasuk pada area payudara. Puting dapat menjadi lebih besar, lebih gelap, dan lebih sensitif sebagai persiapan untuk memudahkan bayi dalam proses menyusui.

4. Pengaruh Obat-obatan

Beberapa jenis obat, termasuk terapi hormon dan antidepresan, dapat menimbulkan perubahan pada ukuran maupun sensitivitas puting sebagai efek sampingnya. 

Baca Juga: 7 Cara Memilih Ukuran Implan Payudara yang Sesuai

5. Gangguan Medis Tertentu

Kondisi medis seperti tumor jinak atau kanker payudara juga dapat memengaruhi ukuran dan bentuk payudara, sehingga memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hal yang Perlu Diwaspadai Terkait Bentuk Puting Payudara

Puting payudara yang berubah bentuknya terkadang merupakan tanda awal dari masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa hal yang patut Anda waspadai:

  • Perubahan pada puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam meskipun sebelumnya menonjol bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, sehingga penting untuk segera memeriksakannya ke dokter.
  • Keluarnya cairan yang tidak biasa, seperti bening, keruh, atau berdarah, terutama jika hanya dari satu payudara, dapat menjadi tanda adanya masalah medis yang perlu diperiksa lebih lanjut.
  • Perubahan pada tekstur atau sensasi puting, seperti gatal, nyeri, atau bersisik, bisa mengindikasikan infeksi atau bahkan penyakit Paget, yaitu salah satu jenis kanker payudara.
  • Jika area di sekitar puting tampak bengkak atau kemerahan, hal ini dapat menandakan adanya infeksi atau gangguan kesehatan lainnya yang memerlukan penanganan medis.
  • Adanya benjolan pada payudara, apalagi jika disertai perubahan pada puting, merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Jika menemui gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. 

Bagaimana Cara Mengatasi Perubahan Bentuk Puting Payudara?

Mengatasi perubahan bentuk puting payudara sangat bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh kondisi medis seperti infeksi, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. 

Namun, untuk masalah seperti puting yang masuk ke dalam (inverted nipple), puting datar, puting susu terbalik, hingga puting susu tertarik, ada beberapa pilihan prosedur medis yang bisa Anda pertimbangkan.

Beberapa prosedur yang dapat membantu mengoreksi bentuk puting tidak normal adalah sebagai berikut:

1. Nipple Surgery

Nipple Surgery adalah prosedur bedah yang dirancang untuk mengoreksi bentuk, ukuran, atau posisi puting payudara. Tindakan ini dilakukan oleh dokter bedah plastik dengan metode yang aman untuk memperbaiki tampilan puting sekaligus mempertahankan sensitivitas dan fungsi menyusui. 

Tindakan ini umumnya diperlukan oleh wanita setelah menyusui dalam jangka panjang, yang terkadang menyebabkan elastisitas kulit di area puting berkurang, sehingga puting terlihat memanjang, membesar, dan terlihat kurang estetik.

2. Laser Pink Nipple

Selain tindakan bedah seperti Nipple Surgery, Plasthetic Clinic juga menawarkan perawatan non-bedah untuk mengatasi permasalahan puting, salah satunya Laser Pink Nipple. 

Perawatan ini ditujukan bagi Anda yang ingin mengembalikan warna puting yang menghitam agar tampak lebih cerah dan warna yang merata.

Banner Plasthetic Surgeon

Kesimpulan 

Bentuk puting yang tidak normal bisa menjadi indikator kesehatan payudara. Walaupun variasi seperti puting rata atau masuk ke dalam (inverted) tergolong normal, Anda perlu waspada jika terjadi perubahan mendadak. 

Tanda-tanda yang harus diperhatikan termasuk keluarnya cairan, pendarahan, munculnya benjolan, atau perubahan bentuk secara tiba-tiba. Perubahan ini bisa disebabkan oleh fluktuasi hormon hingga kondisi medis serius. 

Jika Anda menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, Anda bisa berkonsultasi operasi pembesaran payudara di klinik koreksi bentuk puting untuk mendapatkan rekomendasi perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Semoga informasi mengenai bentuk puting tidak normal di atas dapat bermanfaat untuk Anda!

Plasthetic Clinic, Enhance Quality of Life!

Ditinjau oleh: dr. Vania Aramita Sari, Sp.B.P.R.E., Subsp.E.L.,(K)

Sumber:

https://hellosehat.com/wanita/ciri-puting-payudara-normal-dan-abnormal/ 

https://www.haibunda.com/menyusui/20250123200119-54-358303/kenapa-puting-payudara-membesar-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya

web banner disclaimer

SHARE THIS ARTICLE IN:

Plasthetic Clinic Logo New-01 (3) (2)

Recent Articles

ciri-infeksi-setelah-cabut-gigi

8 Ciri-Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi dan Cara Mengatasinya

Read More
kulit hipersensitif

6 Penyebab Kulit Hipersensitif dan Cara Merawatnya

Read More
pantangan setelah mommy makeover

5 Pantangan Setelah Mommy Makeover

Read More

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!