Keputusan untuk melakukan prosedur breast augmentation atau implan payudara bukanlah hal yang sepele. Banyak orang mempertimbangkan tindakan ini bukan hanya karena alasan estetika, tapi juga karena kebutuhan medis, seperti rekonstruksi pasca kanker atau cedera.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum melakukan prosedur ini adalah, “Berapa lama implan payudara bertahan?” Artikel ini akan membahas jawaban dari pertanyaan tersebut secara menyeluruh, termasuk manfaat implan dari sisi estetika maupun kesehatan.
Table of Contents
ToggleImplan Payudara Bertahan Berapa Lama?
Berapa lama implan payudara bertahan? Menurut American Society of Plastic Surgeons, implan payudara umumnya bertahan lebih dari 10 tahun dan dapat mencapai 20 tahun atau lebih. Hal ini bergantung pada jenis implan, kualitas produk, kondisi tubuh pasien, dan cara perawatannya. Risiko pecah atau komplikasi memang meningkat seiring bertambahnya usia implan, namun bukan berarti semua implan harus diganti setelah satu dekade.
Meskipun demikian, dokter tetap menganjurkan pemeriksaan berkala, seperti USG atau MRI, guna memantau kondisi implan payudara. Penggantian implan tidak diperlukan jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi implan masih baik dan tidak ada keluhan. Pemeriksaan berkala ini penting untuk menjaga keamanan dan ketahanan implan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Mengenal Bentuk Payudara Normal dan Cara Menjaganya
Jenis-Jenis Implan Payudara
Selain ketahanan dan manfaatnya, penting juga bagi Anda untuk mengetahui jenis-jenis breast implant yang umum digunakan. Pemilihan jenis implan ini biasanya ditentukan oleh dokter berdasarkan kebutuhan medis, preferensi estetika, serta kondisi jaringan payudara pasien.
Prosedur operasi pembesaran payudara dengan implan dapat memberikan hasil yang bertahan lama, bahkan bisa awet hingga belasan tahun, meskipun tidak selalu seumur hidup dan tetap memerlukan kontrol rutin.
Berikut dua jenis implant yang paling sering digunakan:
-
Implan Gel Silikon
Implan silikon berisi gel kental yang teksturnya mirip dengan jaringan payudara alami. Jenis ini populer karena mampu memberikan hasil yang terlihat dan terasa lebih natural. Breast implant berbahan silikon biasanya lebih direkomendasikan bagi pasien yang menginginkan tampilan payudara yang lembut dan realistis. Namun, jika terjadi kebocoran, deteksi biasanya hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan medis seperti USG atau MRI. -
Implan Gel Saline
Implan saline berisi cairan garam steril (saline) yang dimasukkan setelah the implant ditempatkan di dalam tubuh. Kelebihan dari implan ini adalah jika terjadi kebocoran, tubuh dapat menyerap cairan saline dengan aman. Namun, teksturnya cenderung terasa lebih kaku dibandingkan silikon, dan bentuknya bisa terlihat kurang natural pada beberapa pasien, terutama mereka yang memiliki jaringan payudara tipis.
Baca Juga: Breast Augmentation: Operasi Pembesaran Payudara yang Aman
Apa Saja Fungsi Implan Payudara?
Sebelum membahas manfaat lebih dalam, penting untuk memahami bahwa implan payudara tidak selalu dilakukan karena keinginan estetika semata. Prosedur ini juga memiliki fungsi medis yang signifikan, terutama dalam konteks rehabilitasi dan pemulihan kondisi tubuh.
Berikut adalah beberapa fungsi implan payudara yang dapat Anda ketahui:
1. Rekonstruksi Setelah Cangkok Payudara Akibat Kanker
Bagi wanita yang harus menjalani mastektomi (pengangkatan payudara) akibat kanker, implan menjadi pilihan utama untuk mengembalikan volume dan bentuk payudara. Ini tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga berperan besar dalam pemulihan psikologis dan kepercayaan diri pasien.
2. Koreksi Bentuk Akibat Cedera atau Kelainan Bawaan
Ada kasus di mana seseorang mengalami trauma atau cedera yang menyebabkan deformitas pada area dada. Di sisi lain, beberapa wanita juga memiliki bentuk payudara asimetris atau kurang berkembang secara alami.
Siapa yang Cocok untuk Operasi Pemasangan Implan Payudara?
Berikut beberapa kriteria yang umumnya cocok untuk melakukan operasi pemasangan implan payudara:
-
Wanita dengan bentuk atau volume payudara yang kurang berkembang sejak remaja hingga dewasa sehingga ingin mendapatkan proporsi tubuh yang lebih ideal.
-
Pasien yang mengalami perubahan bentuk payudara akibat kehamilan, menyusui, penurunan berat badan signifikan, atau proses penuaan.
-
Wanita yang menjalani rekonstruksi payudara setelah tindakan medis seperti mastektomi akibat kanker atau cedera pada area dada.
-
Individu dengan payudara asimetris yang ingin memperbaiki tampilan agar lebih seimbang dan proporsional.
-
Pasien yang berada dalam kondisi kesehatan stabil, tidak merokok berat, dan tidak memiliki penyakit sistemik yang dapat menghambat penyembuhan luka.
-
Mereka yang memiliki ekspektasi realistis terhadap hasil prosedur serta memahami bahwa implan memerlukan kontrol rutin dan mungkin perlu diganti suatu saat nanti.
3 Manfaat Implan Payudara
Di luar fungsi medis, implan payudara juga memberikan berbagai manfaat yang berdampak langsung pada kualitas hidup pasien. Berikut beberapa di antaranya:
1. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Breast augmentation meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan wanita terhadap tubuh mereka. Peningkatan ini seringkali berpengaruh positif pada interaksi sosial, kondisi psikologis, serta kualitas hidup sehari-hari.
2. Membantu Pemulihan Mental Pasca Penyakit
Bagi pasien yang menjalani tindakan medis besar seperti pengangkatan payudara karena kanker, implan dapat membantu proses pemulihan psikologis. Memiliki kembali bentuk tubuh yang utuh dapat memberikan semangat baru untuk menjalani hidup setelah masa sulit.
Baca Juga: 6 Penyebab Payudara Kendur di Usia Muda
3. Alternatif untuk Rekonstruksi Bertahap
Dalam beberapa kasus, rekonstruksi dengan implan dilakukan secara bertahap. Ini menjadi pilihan ideal bagi pasien yang ingin menyesuaikan bentuk dan ukuran secara bertahap sambil memantau proses penyembuhan jaringan.
Tanda-Tanda Implan Payudara Perlu Diganti
Setelah memahami berbagai risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, penting juga untuk mengetahui kapan implan payudara sebaiknya diganti. Tidak semua pasien perlu melakukan revisi setelah 10 tahun, tetapi ada beberapa tanda tertentu yang menjadi indikasi perlunya tindakan lanjutan.
Berikut beberapa tanda bahwa implan payudara perlu diganti:
-
Nyeri atau Rasa Tidak Nyaman
Jika muncul rasa sakit yang terus-menerus pada payudara, terutama di area sekitar implan, ini bisa menandakan adanya masalah seperti kontraktur kapsuler atau pecahnya implan. -
Perubahan Bentuk atau Ukuran Payudara
Implan yang bergeser, kempis, atau menyebabkan asimetri pada payudara merupakan tanda bahwa implan tidak lagi dalam kondisi optimal. -
Kekerasan pada Payudara
Pengerasan jaringan parut (kapsul) yang berlebihan dapat membuat payudara terasa kaku dan tidak alami, sehingga membutuhkan revisi atau penggantian. -
Munculnya Benjolan atau Gejala Tidak Biasa
Benjolan, pembengkakan, atau cairan abnormal di sekitar payudara perlu segera diperiksa karena bisa terkait dengan komplikasi serius seperti BIA-ALCL.
Risiko Implan Payudara
Implan payudara umumnya aman, namun pasien perlu memahami potensi risiko dan komplikasi yang dapat terjadi. Pemahaman menyeluruh tentang potensi efek samping dan diskusi terbuka dengan dokter sangat penting sebelum menjalani prosedur ini.
Berikut beberapa komplikasi dan risiko medis yang mungkin timbul:
1. Nyeri Payudara dan Perubahan pada Puting
Beberapa pasien mengalami nyeri atau sensitivitas berkurang/meningkat pada puting dan area sekitar payudara.
2. Kontraktur Kapsuler
Pengerasan jaringan parut di sekitar implan dapat menyebabkan tekanan, rasa tidak nyaman, atau perubahan pada bentuk payudara. Kondisi ini dikenal sebagai kapsul.
3. Pecah dan Kempis
Implan dapat pecah atau kempis karena trauma, usia implan, atau tekanan eksternal. Hal ini biasanya memerlukan operasi penggantian.
4. Operasi Tambahan
Dalam beberapa kasus, tindakan revisi atau pengangkatan implan perlu dilakukan karena komplikasi atau perubahan keinginan pasien.
Baca Juga: 7 Cara Memilih Ukuran Implan Payudara yang Sesuai
5. BIA-ALCL (Breast Implant-Associated Anaplastic Large Cell Lymphoma)
Melansir FDA, implan payudara juga bisa menimbulkan resiko BIA-ALCL, jenis langka dari kanker sistem kekebalan tubuh yang terkait dengan implan, terutama implan bertekstur.
6. Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma Sel Skuamosa (SCC) dan berbagai limfoma lainnya, termasuk tumor mesenkim seperti sarkoma telah dilaporkan dalam kasus langka.
7. Masalah Sistemik
Sejumlah pasien melaporkan gejala seperti kelelahan kronis, nyeri sendi, dan kabut otak yang dikenal sebagai “Breast Implant Illness” (masih dalam studi lebih lanjut).
8. Dampak terhadap Menyusui dan Anak-anak
Beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan menyusui setelah pemasangan implan. Namun, sebagian besar wanita tetap bisa menyusui dengan baik.
Karena risiko ini, penting untuk melakukan konsultasi menyeluruh dengan dokter bedah plastik bersertifikat, memahami jenis implan yang digunakan, dan meninjau kemungkinan komplikasi jangka panjang.
Segera Jadwalkan Konsultasi di Plasthetic Clinic!
Implan payudara bisa bertahan lama, antara 10 hingga 20 tahun, dan bahkan lebih jika dirawat dengan baik. Namun, keputusan untuk melakukan prosedur ini tidak bisa diambil hanya dari segi estetika. Banyak pasien yang membutuhkan breast augmentation karena alasan medis seperti rekonstruksi pasca kanker, cedera, atau kondisi medis tertentu lainnya.
Jika Anda sedang mempertimbangkan operasi pembesaran payudara, pastikan prosedur dilakukan di klinik bedah plastik yang memiliki fasilitas memadai dan ditangani oleh dokter bedah plastik berpengalaman.
Plasthetic Clinic hadir sebagai solusi bagi Anda yang ingin melakukan tindakan estetik maupun medis dengan hasil natural dan profesional. Sebelumnya, pastikan Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter bedah plastik kami agar Anda mendapatkan rekomendasi prosedur yang sesuai dengan kondisi Anda.
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: Team Plasthetic Clinic
Sumber:
- https://www.plasticsurgery.org/news/blog/will-your-breast-implants-last-a-lifetime
- https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21724-breast-implants
- https://www.fda.gov/medical-devices/breast-implants/risks-and-complications-breast-implants
