Plasthetic Clinic – Banyak sekali yang terjadi dan berubah selama pandemi yang sudah berjalan selama 2 tahun ini. Semua aktivitas kehidupan dan kebiasaan dipaksa untuk berubah dan kembali beradaptasi. Mulai dari penggunaan masker yang kini wajib, cuci tangan dan penggunaan hand sanitizer, karantina dan isolasi, social distancing, bahkan diantara kita masih banyak yang perlu melakukan sekolah dan kerja dari rumah untuk menjaga diri dari virus.
Berbagai perubahan tersebut tentunya berimbas pada kesehatan fisik dan mental kita. Muncul berbagai keluhan yang dihubungkan dengan pandemi, baik karena kebiasaan yang berubah atau infeksi dari virus itu sendiri. Salah satu yang ikut terkena imbasnya adalah kulit, atau yang selama pandemi ini disebut sebagai Skindemic.
Skindemic merupakan masalah kulit yang meningkat sejak pandemi melanda, misalnya muncul istilah ‘Maskne’ atau jerawat di area masker, kemudian dermatitis kontak iritasi karena pemakaian hand sanitizer dan antiseptik lainnya, atau penyakit kulit yang berhubungan dengan stress, misalnya kerontokan rambut, neurodermatitis, serta penuaan dini.
Table of Contents
ToggleKenapa Permasalahan Kulit Bermunculan di Masa Pandemi?
Source: Freepik
Selama pandemi, kehidupan sosial dan pekerjaan didominasi secara daring / online, kita hampir setiap saat melihat wajah sendiri pada pantulan layar gawai saat bekerja atau bersosialisasi. Hal ini membuat kita jadi lebih memperhatikan kondisi kulit, terutama tekstur, warna, dan kerutan-kerutan di wajah. Bagian dahi dan area mata juga tak jarang menjadi sorotan karena dua bagian ini yang paling sering terlihat ketika kita sedang di luar ruangan dan menggunakan masker. Maka dari itu, masalah seperti kerutan dan kantung mata jadi lebih banyak dikeluhkan oleh pasien.
Kulit di area mata lebih tipis dan terdapat banyak pembuluh darah. Seiring bertambahnya usia, elastisitas kulit akan menurut. Banyaknya ekspresi yang membuat wajah kita bergerak akan membuat kulit terbiasa dan kerutan menjadi permanen.
Kerutan di area wajah bagian atas terbentuk ketika kita berekspresi. Ketika kita mengerutkan alis, akan terbentuk garis di dahi yang sering disebut ‘Eleven Line’. Kemudian ketika kita tersenyum atau tertawa, akan timbul garis-garis disekitar mata yang disebut ‘Crows Feet’. Ketika kita mengangkat alis atau terkejut, akan terbentuk garis-garis horizontal di sepanjang dahi. Apabila dibiarkan, lama-lama kerutan tersebut menjadi permanen dan membuat wajah terlihat lelah, tidak ramah, dan terlihat lebih tua.
Selain kerutan pada wajah bagian atas, permasalahan kehitaman pada bawah mata juga jadi salah satu permasalahan yang banyak dikeluhkan. Kamu salah satunya? Yuk kenali penyebabnya!
Kenali Penyebab Bawah Mata Menghitam!
Keluhan kantung mata menghitam atau dark circle merupakan keluhan yang sering dialami. Sebenarnya ada beberapa penyebab dari dark circle dan tentunya penanganan dari tiap keluhan akan berbeda.
1. Pigmentasi

Dark circle tipe Pigmentasi disebabkan pigmen warna coklat yang berlebihan di kulit bawah mata. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa genetik, bisa juga didapat.
2. Vaskular atau Pembuluh Darah

Dark circle tipe vaskular biasanya berwarna merah keunguan dan bila kulitnya diregangkan, akan terlihat kumpulan pembuluh darah. Beberapa orang memiliki kulit area mata yang lebih tipis, sehingga pembuluh darah dibawah kulit terlihat sangat jelas.
3. Konstitutional
Dark Circle Konstitutional. Source: Google
Dark circle tipe konstitusional biasanya disebabkan oleh gaya hidup, misalnya kurang tidur, stresl, alkohol, merokok, sering menggosok mata, dan pola makan tidak sehat.
4. Tear Through
Tear through adalah struktur tulang yang membuat area bawah mata tampak cekung dan ada bayangan
5. Kantung Mata
Pada penuaan, akan terjadi migrasi lemak menjadi lebih turun ke arah pipi dan struktur kulit yang lebih kendur dan cekung di area pipi. Hal ini membuat mata tampak berkantong.
Kenapa Bawah Mata Bisa Menghitam?
Source: FreepikDark circle biasanya disebabkan berbagai hal, contohnya keturunan, kurang tidur, hiperpigmentasi pasca inflamasi karena eksim, obat glaukoma, struktur tulang (tear trough) dan kantung mata. Dark circle juga bisa berhubungan dengan penyakit lain seperti anemia, haid tidak teratur, dan penyakit kronik lainnya. Dark circle biasanya terlihat semakin jelas kita kita bertambah usia.
Semakin kita bertambah usia, kolagen dan elastin di kulit akan berkurang, sehingga kulit terlihat lebih tipis, berkerut dan tidak elastis. Selain itu ketika kita menua, terdapat perubahan komposisi wajah. Tulang akan mengalami resorpsi, dan terdapat perubahan posisi dari lemak di wajah. Lemak di bawah mata biasanya akan turun dan menyebabkan terbentuknya kantung mata.
Ada berbagai alasan kenapa tanda-tanda penuaan dapat mulai terlihat saat pandemic:
1. Stres. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara stres yang dapat mempercepat proses penuaan. Selain itu, stres dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan proses peradangan di tubuh, yang bisa memicu proses penuaan.
2. Melihat diri sendiri di layar. Karena hampir sebagian besar kehidupan sosial dan pekerjaan dilakukan secara daring, banyak dari kita yang baru memperhatikan kerutan disekitar mata, mata yang tampak gelap dan lelah, kulit kusam, garis-garis lebih jelas dan kantung mata teraksentuasi.
3. Berjemur berlebihan. Di awal pandemi, sempat beredar berita bahwa sering berjemur akan menyebabkan virus dalam tubuh mati. Selain itu juga disarankan berjemur di atas jam 12 siang. Sinar matahari adalah salah satu pemicu penuaan kulit yang paling utama. Seringkali ketika kita berada di bawah sinar matahari, kita menyipitkan mata karena silau. Hal ini juga bisa memperjelas garis-garis disekitar mata.
4. Tidak berolahraga. Pandemi membuat rutinitas menjadi berubah. Banyak yang biasa berolahraga teratur jadi tidak berolahraga karena pusat kebugaran ditutup atau takut untuk datang ke area olahraga yang cenderung ramai. Olahraga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan sistem imun tubuh. Selain itu, olahraga juga membantu mencegah penumpukan lemak yang bisa menyebabkan penuaan menjadi cepat.
5. Pola makan menjadi tidak sehat. Pola makan yang banyak mengandung gula dan makanan prosesan bisa memicu penuaan dini dan peradangan kulit, salah satunya adalah jerawat.
6. Rokok dan alkohol. Rokok dan alkohol memicu pembentukan radikal bebas di tubuh, yang bisa memicu penuaan pada kulit.
Siapa saja yang bisa Mengalami Permasalahan Kerutan & Dark Circle?
Semua orang akan mengalami tanda-tanda penuaan seperti kerutan, dark circle, kantong mata. Setelah usia 25 tahun, kolagen di kulit kita akan mulai berkurang, menyebabkan berbagai keluhan tersebut. Selain itu tekstur kulit juga akan berubah menjadi lebih gampang kering, dan pori-pori terlihat lebih besar.
Faktor yang mempengaruhi seberapa cepat proses penuaan mulai terlihat adalah genetik dan gaya hidup. Keturunan Asia cenderung memiliki kulit yang lebih tebal dan kolagen lebih banyak, sehingga tanda penuaan seperti kerutan atau sagging akan terjadi lebih lama. Namun keturunan Asia memiliki kecenderungan pigmentasi yang lebih besar, sehingga kantung mata, flek dan warna kulit yang tidak rata seringkali sudah terlihat sejak usia muda. Keturunan Asia selatan, timur tengah dan hispanik memiliki struktur tear trough yang dalam, sehingga area mata terlihat lebih gelap dan cekung sejak usia muda.
Lalu, bagaimana cara mencegahnya?
Source: FreepikUntuk mencegah tanda-tanda penuaan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Yang utama tentu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Kemudian biasakan menggunakan sunscreen, minimal SPF 30, termasuk di area sekitar mata, setiap hari. Belakangan beberapa ahli menyatakan bahwa cahaya blue light dari layar komputer atau handphone bisa memicu pigmentasi dan aging skin, walaupun jumlah dan pengaruhnya masih terbilang sedikit dibanding sinar matahari. Karena itu, tetap gunakan sunscreen walaupun di dalam ruangan.
Terdapat beberapa kandungan dari skin care yang bisa membantu mengurangi kerutan, pigmentasi dan dark circle.
1. Vitamin A (Retinol, tretinoin, adapalene, etc) :
2. Vitamin C
3. AHA (Glikolic acid, mandelic acid, lactic acid)
4. BHA (Salicylic Acid)
5. Hydroquinone
6. Kojic Acid
7. Arbutin
8. Azelaic Acid
9. Niacinamide
Perawatan Estetik untuk Mengatasi Permasalahan Kulit di Plasthetic Clinic
Ada banyak perawatan yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki masalah kulit. Untuk dark circle tipe pigmentasi, bisa dilakukan chemical peeling, Laser Qs Nd:YAG atau pico laser, injeksi PRP dan skin booster. Laser Qs ND:YAG dan picosecond bisa memecah pigmen yang berlebihan sehingga bisa membuat tampilan kulit lebih cerah.
PRP atau platelet rich plasma adalah proses mengambil darah, kemudian disentrifugasi untuk mendapatkan plasma darah yang kaya trombosit dan faktor-faktor pertumbuhan. PRP dapat dioles atau disuntikkan ke area dark circle. Biasanya diperlukan beberapa kali tindakan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan maintenance tiap beberapa bulan setelah mendapatkan hasil yang diinginkan. Skin booster biasanya mengandung hyaluronic acid, PDRN atau Salmon DNA, dan bahan pencerah lainnya. Skin booster disuntikkan langsung ke kulit dan dapat membuat kulit lebih halus, lembap dan lebih cerah.
Untuk dark circle tipe vascular, dapat dilakukan laser yang khusus untuk menargetkan pembuluh darah seperti laser V-Beam atau laser long pulse Nd:YAG. Pada beberapa kasus, sekali pengerjaan laser dapat mengurang pembuluh darah secara signifikan dan langsung terlihat lebih cerah.
Untuk dark circle karena tear through, paling baik dilakukan penyuntikan filler atau fat transfer. Karena struktur tulang yang membuat area bawah mata tampak cekung dan ada bayangan, ketika area yang kosong diisi, baik dengan lemak sendiri ataupun zat hyaluronic acid, maka area mata akan terlihat lebih cerah dan wajah akan terlihat lebih muda dan segar.
Untuk kantong mata, terutama karena reposisi lemak, yang terbaik adalah dilakukan bedah plastik, seperti prosedur Mid Cheek Lift. Sementara kerutan-kerutan di area dahi dan sekitar mata merespon baik dengan injeksi toksin botulinum. Toksin botulinum adalah obat yang dapat melemaskan otot, sehingga ketika berekspresi kerutan tidak terbentuk terlalu dalam, sehingga mencegah terbentuk kerutan permanen.
Kerutan yang sudah permanen bisa diatasi dengan tindakan non invasive seperti laser resurfacing CO2, skin booster atau filler. Laser CO2 akan membuat luka-luka kecil di kulit, sehingga merangsang pertumbuhan sel kulit baru dan kolagen.
Di tulis oleh dr. Anesia Tania, Sp.KK
