Di luar sana atau mungkin Anda salah satunya, apakah pernah merasa ragu atau takut untuk melakukan sedot lemak dalam tubuh? Nah dari pada Anda merasa pusing untuk memikirkannya, yuk cek fakta mengenai sedot lemak di sini! Akan tetapi, bagaimana dengan efek samping dari operasi sedot lemak? Sebenarnya hasil yang didapatkan setelah melakukan operasi sedot lemak dapat langsung terlihat setelah melakukan satu kali tindakan sedot lemak. Maka tak heran jika prosedur sedot lemak ini memiliki banyak peminat, meskipun kemungkinan efek samping sedot lemak masih menghantui.
Baca Juga: Ingin Bentuk Tubuh Lebih Terlihat Langsing & Menarik? Liposuction Adalah Solusinya!
Table of Contents
ToggleEfek Samping Prosedur Sedot Lemak
Meskipun sedot lemak merupakan salah satu prosedur operasi bedah yang terbilang aman, namun tidak bisa dipungkiri kalau prosedur sedot lemak sendiri memiliki risiko efek samping yang masih menghantui kita sampai saat ini.
Lantas apa saja efek samping menjalani sedot lemak yang mungkin saja dapat timbul akibat prosedur ini, berikut ini adalah berbagai macam efek samping yang bisa ditimbulkan:
1. Pendarahan
Pendarahan bisa terjadi selama atau setelah prosedur sedot lemak, terutama jika area tindakan cukup luas. Kondisi ini disebabkan oleh adanya pembuluh darah kecil yang ikut rusak saat proses penyedotan lemak. Meski biasanya tidak berbahaya, pendarahan memerlukan pemantauan agar tidak berkembang menjadi komplikasi serius.
2. Tekstur Permukaan Kulit Menjadi Tidak Rata dan Agak Kasar
Perubahan tekstur kulit merupakan efek samping yang dapat muncul ketika lapisan lemak di bawah kulit tidak terangkat secara merata. Akibatnya, permukaan kulit tampak bergelombang atau terasa kasar saat disentuh. Efek ini juga dapat dipengaruhi oleh elastisitas kulit serta jumlah lemak yang diambil selama prosedur.
3. Reaksi Alergi dari Obat Anestesi
Obat anestesi yang digunakan saat tindakan dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Reaksinya bisa berupa kemerahan, gatal, pembengkakan, hingga keluhan sesak napas. Meskipun jarang terjadi, dokter akan memastikan riwayat alergi pasien terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur untuk meminimalkan risiko ini.
4. Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri dapat terjadi jika area tindakan tidak ditangani dengan steril atau perawatan pascaoperasi tidak dilakukan dengan benar. Infeksi ini biasanya ditandai dengan kemerahan, rasa nyeri, dan munculnya cairan pada area sayatan. Penanganan cepat dengan antibiotik sangat penting agar infeksi tidak menyebar ke jaringan sekitar.
5. Kerusakan Saraf, Pembuluh Darah, dan Organ Dalam
Risiko kerusakan jaringan dapat terjadi apabila kanula mengenai saraf, pembuluh darah, atau bahkan organ dalam. Efek samping ini tergolong serius namun sangat jarang terjadi, terutama jika prosedur dilakukan oleh dokter bedah kecantikan yang kompeten. Teknik tindakan yang tepat dan peralatan modern menjadi faktor penting dalam menghindari komplikasi ini.
6. Area Tindakan BaaI/Mati Rasa dan Kulit Berubah Warna
Mati rasa sementara merupakan efek umum akibat saraf di sekitar area tindakan mengalami tekanan atau iritasi. Kondisi ini biasanya akan membaik seiring waktu setelah proses pemulihan berlangsung. Dalam beberapa kasus, perubahan warna kulit juga dapat muncul karena proses penyembuhan jaringan di bawah kulit.
7. Terbentuknya Kantong Berisi Cairan di Bawah Kulit
Kantong cairan atau seroma dapat muncul setelah prosedur sedot lemak, terutama jika tubuh merespons trauma tindakan dengan memproduksi cairan berlebih. Seroma biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Dokter biasanya akan melakukan pengeluaran cairan atau memberikan perawatan tambahan agar kondisi cepat membaik.
Namun, efek samping sedot lemak yang telah dipaparkan diatas masih sangat kecil kemungkinannya apabila Anda melakukan prosedur sedot lemak bersama dengan dokter ahli yang berkompeten. Anda bisa menemukannya di klinik kecantikan no.1 di Jakarta, Plasthetic Clinic!
Baca Juga: Mengenal Vaginoplasty, Apakah Prosedur ini Solusi yang Aman untuk Semua Usia? Cek Faktanya!
Prosedur dari Sedot Lemak yang Aman
Prosedur tindakan tergantung pada teknik yang digunakan dan jumlah lemak yang akan diangkat. Berikut ini tahapan prosedurnya
- Pertama-tama, Dokter Bedah akan memberi tindakan anestes. Sesuai dengan teknik yang dipilih dan jumlah lemak yang akan diproses atau di sedot.
- Dokter bedah kemudian akan memecah lemak menggunakan larutan tumescent, gelombang suara, atau laser.
- Dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan kanul ke dalam kulit yang berisi tumpukan lemak. Kumpulan lemak ini disedot dengan pompa khusus atau jarum suntik berukuran besar.
- Dokter mungkin akan melakukan sejumlah tusukan di kulit untuk menyedot lemak pada area yang lebih luas. Dokter kemudian akan menyedot lemak dengan menggunakan alat dengan cara menarik-narik alat tersebut ke dalam kulit
- Dokter akan memasang selang kecil di bagian tubuh yang baru disedot lemaknya. Selang ini berfungsi untuk menguras cairan dan darah yang terkumpul
Prosedur Sedot Lemak umumnya berlangsung selama 1–3 jam.
Baca Juga: Mengenal Liposuction Lengan: Dari Manfaat hingga Efek Sampingnya
Tips Perawatan Setelah Sedot Lemak
Berikut beberapa tips perawatan yang dapat Anda lakukan setelah menjalani prosedur sedot lemak.
1. Gunakan Garment atau Korset Kompresi
Garment kompresi membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses pembentukan kontur tubuh setelah tindakan. Penggunaannya juga dapat membantu kulit menempel lebih baik pada jaringan baru sehingga hasil terlihat lebih maksimal. Biasanya garment harus dipakai selama beberapa minggu sesuai arahan dokter.
2. Hindari Aktivitas Berat Sementara Waktu
Setelah sedot lemak, tubuh Anda membutuhkan waktu untuk pulih, terutama di area yang menjalani prosedur. Aktivitas berat seperti olahraga intens dan mengangkat beban dapat memicu perdarahan atau memperparah pembengkakan. Pastikan untuk mengikuti saran dokter terkait kapan Anda boleh kembali beraktivitas normal.
3. Jaga Kebersihan Area Luka
Menjaga kebersihan area sayatan sangat penting untuk mencegah infeksi bakteri. Gunakan perban steril dan ikuti instruksi dokter mengenai cara membersihkan luka dengan benar. Jika muncul kemerahan berlebih, nyeri, atau cairan tidak biasa, segera konsultasikan ke dokter.
4. Konsumsi Makanan Sehat dan Banyak Minum Air Putih
Nutrisi berperan besar dalam proses penyembuhan tubuh setelah prosedur bedah. Konsumsilah makanan tinggi protein, buah-buahan, dan sayuran untuk mempercepat regenerasi jaringan. Minum air putih juga membantu mengurangi pembengkakan dengan memperlancar sirkulasi cairan dalam tubuh.
5. Rutin Kontrol ke Dokter
Pemeriksaan lanjutan sangat penting untuk memantau perkembangan hasil tindakan dan memastikan tidak ada komplikasi yang muncul.
Pada sesi kontrol, dokter dapat mengevaluasi apakah pembengkakan, memar, atau seroma sudah berkurang sesuai proses penyembuhan normal. Jangan lewatkan jadwal kontrol untuk mendapatkan hasil terbaik dan lebih aman.
Baca Juga: 9 Penyebab Penumpukan Lemak di Perut yang Harus Diwaspadai
Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukan Sedot Lemak?
Menentukan waktu yang tepat sebelum sedot lemak penting agar hasil lebih optimal dan proses pemulihan berjalan lancar. Agar Anda tidak salah memilih momen, berikut beberapa waktu yang dianggap paling ideal:
-
Saat berat badan stabil
Prosedur akan lebih efektif jika berat badan tidak naik turun dalam beberapa bulan terakhir. -
Tidak sedang menstruasi
Tubuh lebih sensitif dan mudah bengkak saat haid sehingga kurang nyaman untuk tindakan. -
Tidak ada agenda besar dalam 1–2 bulan ke depan
Agar masa pemulihan bisa dijalani dengan tenang tanpa tekanan acara penting. -
Kondisi tubuh sehat
Pastikan tidak sedang flu, infeksi, atau masalah kesehatan lain sebelum tindakan.
Dapatkan Bentuk Tubuh Ideal dengan Liposuction di Plasthetic Clinic
Jika Anda sudah lama ingin memiliki bentuk tubuh yang lebih proporsional, kini saatnya mewujudkannya bersama Plasthetic Clinic. Dengan teknologi liposuction modern, prosedur aman, serta dokter ahli berpengalaman, Anda dapat mendapatkan hasil yang natural dan sesuai keinginan.
Konsultasikan kebutuhan tubuh Anda sekarang dan temukan solusi terbaik hanya di Plasthetic Clinic, klinik kecantikan no.1 di Jakarta.
