Memiliki senyum yang indah dan gigi rapi tentu menjadi impian banyak orang. Salah satu cara yang populer untuk merapikan gigi adalah dengan pasang behel atau kawat gigi. Namun, tidak semua orang bisa menjalani prosedur pemasangan behel. Pasalnya, beberapa kondisi gigi atau kesehatan mulut dapat membuat behel tidak menjadi pilihan yang tepat. Lalu, apa saja kondisi gigi tidak bisa di behel? Mari kita bahas lebih lanjut.
Table of Contents
ToggleKondisi Gigi yang Tidak di Behel
Meskipun pasang behel merupakan solusi ampuh untuk memperbaiki susunan gigi yang berantakan, ada beberapa kondisi yang membuat prosedur ini tidak dapat dilakukan. Berikut beberapa gigi tidak bisa dibehel:
1. Gigi Berlubang
Keberadaaan gigi yang berlubang menjadi kendala utama dalam pemasangan behel. Sebelum melakukan perawatan ortodontik, sangat penting untuk mengatasi masalah gigi berlubang terlebih dahulu. Jika diabaikan, kondisi gigi berlubang yang tidak tertangani dapat memperburuk kondisi gigi selama proses pemasangan behel.
2. Gigi Keropos
Pemasangan behel gigi sebaiknya dilakukan pada gigi yang sehat dan kuat. Bagi mereka yang memiliki gigi keropos, disarankan untuk menunda pemasangan behel hingga kondisi gigi membaik. Pasalnya, gigi yang keropos lebih rentan terhadap kerusakan saat menggunakan behel, sehingga dapat menimbulkan masalah yang lebih serius.
3. Gigi Ompong Bagian Depan
Orang dewasa umumnya memiliki 32 gigi. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami gigi ompong akibat berbagai penyebab, seperti kecelakaan atau kurangnya perawatan gigi. Kondisi gigi ompong, terutama bagian depan, tentu dapat memengaruhi estetika dan fungsi pengunyahan.
Baca Juga: Seperti Apa Cara Melepas Veneer Gigi yang Baik dan Benar? Yuk, Intip Caranya!
4. Gusi yang Tidak Sehat
Kondisi gigi dan gusi yang tidak sehat menjadi kontra indikasi dalam pemasangan behel gigi. Perawatan ortodontik baru dapat dilakukan setelah kondisi gusi kembali sehat. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan perawatan periodontal terlebih dahulu sebelum memulai perawatan behel.
5. Gigi Bungsu yang Tumbuh Tidak Normal
Kondisi gigi bungsu yang tumbuh tidak normal, seperti miring atau bertumpuk, dapat menjadi kendala dalam pemasangan behel gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi selama dan setelah perawatan ortodontik.
6. Usia
Selain itu, usia juga menjadi salah satu permasalahan yang menyebabkan gigi tidak bisa dipasangkan behel. Pasalnya, pemasangan behel gigi umumnya dilakukan setelah gigi permanen tumbuh lengkap.
Para ahli ortodonti menyarankan usia ideal untuk pemasangan behel adalah antara 9 hingga 14 tahun. Namun, setiap individu memiliki perkembangan gigi yang berbeda. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter gigi sangat penting sebelum memutuskan untuk memasang behel, terutama untuk anak berusia di bawah 7 tahun.
7. Masalah pada Tulang Rahang
Masalah struktural pada tulang rahang juga bisa menjadi penghambat dalam pemasangan behel. Jika seseorang memiliki bentuk atau pertumbuhan tulang rahang yang tidak normal, seperti rahang terlalu maju, terlalu mundur, atau asimetris, maka penggunaan behel saja tidak cukup untuk memperbaikinya.
Dalam kasus ini, pasien biasanya memerlukan perawatan tambahan seperti operasi ortognatik untuk mengoreksi struktur tulang rahang terlebih dahulu.
Behel yang Cocok untuk Gigi Tonggos
Ada beberapa jenis behel yang bisa Anda pilih untuk merapikan gigi tonggos. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut penjelasannya:
1. Behel Konvensional (Metal Braces)
Jenis ini merupakan yang paling umum dan sering digunakan. Behel konvensional menggunakan bracket logam yang ditempelkan pada gigi dan dihubungkan dengan kawat khusus. Behel ini sangat efektif untuk mengatasi kasus gigi tonggos, bahkan yang parah sekalipun.
2. Behel Keramik
Behel keramik memiliki fungsi yang mirip dengan behel logam, namun menggunakan bahan keramik yang warnanya menyerupai gigi. Ini menjadikannya lebih estetik dan tidak terlalu mencolok saat dipakai.
3. Behel Damon (Self-Ligating Braces)
Behel Damon menggunakan sistem klip khusus alih-alih karet untuk menahan kawat. Ini memungkinkan gesekan yang lebih rendah dan pergerakan gigi yang lebih cepat dengan rasa sakit yang lebih ringan.
Apakah Gigi Veneer Bisa Dibehel?
Sebenarnya, gigi veneer bisa saja dibehel, namun harus dilakukan dengan hati-hati dan perencanaan yang matang. Idealnya, memasang behel dilakukan terlebih dahulu sebelum veneer untuk memastikan posisi gigi sudah rapi, karena behel bekerja dengan memberikan tekanan yang bisa merusak permukaan veneer.
Jika Anda sudah terlanjur memasang veneer dan ingin menggunakan behel, sebaiknya beri jeda waktu yang cukup agar kondisi gigi stabil, lalu konsultasikan dengan dokter gigi spesialis ortodonti untuk menentukan metode terbaik dan paling aman sesuai kondisi gigi Anda.
Alternatif Perawatan Gigi Lainnya
Jika Anda termasuk dalam kategori yang tidak bisa menggunakan behel, jangan khawatir! Karena, masih ada berbagai alternatif perawatan gigi lainnya yang dapat membantu Anda dalam mendapatkan kesehatan gigi dan kondisi gigi yang rapi.
Berikut adalah beberapa pilihan alternatif yang bisa dipertimbangkan sebagai solusi selain behel.
1. Aligner Gigi
Aligner gigi adalah alat ortodontik transparan yang dirancang khusus untuk merapikan gigi secara bertahap. Alat ini bekerja dengan memberikan tekanan lembut pada gigi agar bergerak ke posisi yang diinginkan. Aligner sendiri umumnya digunakan untuk mengatasi masalah gigi seperti gigi tonggos atau gigi berjarak yang tidak terlalu parah.
Penggunaan aligner yang konsisten, yaitu sekitar 22- 23 jam per hari, dapat memberikan hasil yang efektif dalam waktu 10-24 bulan. Keunggulan aligner dibandingkan behel terletak pada penampilannya yang lebih estetis, kenyamanan pengguna, serta fleksibilitas dalam penggunaan. Selain itu, aligner juga dapat membantu mencegah masalah gigi impaksi.
2. Veneer
Veneer gigi tidak hanya berfungsi untuk memutihkan gigi, namun juga merupakan solusi untuk merapikan gigi tanpa menggunakan behel. Prosedur ini melibatkan pengikisan lapisan enamel gigi untuk kemudian dilapisi dengan veneer.
Meskipun memberikan hasil yang memuaskan, veneer gigi dapat menyebabkan sensitivitas gigi terhadap suhu. Umumnya, veneer gigi digunakan untuk mengatasi beberapa permasalahan gigi, seperti retak, parah, berjarak, ukuran yang tidak rata, atau perubahan warna.
Umur pakai veneer umumnya berkisar antara 10-15 tahun, namun dapat diperbaiki atau diganti jika diperlukan. Perlu diingat bahwa veneer tidak disarankan untuk gigi yang berlubang atau mengalami masalah gusi.
3. Crown Gigi
Crown gigi adalah sebuah penutup gigi tiruan yang digunakan untuk melindungi dan memperbaiki gigi yang rusak. Crown gigi terbuat dari berbagai jenis bahan, seperti resin, logam, atau porselen. Pemasangan crown gigi umumnya memerlukan pengikisan sebagian kecil permukaan gigi agar crown dapat melekat dengan kuat.
Crown gigi umumnya digunakan untuk menutupi implan gigi, melindungi gigi dengan kondisi yang rapuh, atau memperbaiki tampilan gigi yang berubah warna. Meskipun crown gigi dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan gigi, namun dapat menyebabkan sensitivitas gigi terhadap suhu dan makanan yang keras. Umur pakai crown gigi bervariasi, namun umumnya dapat bertahan selama 5-15 tahun.
Baca Juga: Retainer gigi: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya
4. Kawat Gigi Lepasan
Bagi Anda yang kurang nyaman dengan kawat gigi tetap, kawat gigi lepasan dapat menjadi alternatif yang baik. Alat ortodontik ini bekerja dengan cara memberikan tekanan lembut pada gigi untuk meratakan lengkungan gigi.
Kawat gigi lepasan sangat efektif untuk mengatasi masalah gigi depan yang terlalu mundur. Penggunaannya yang mudah dilepas saat makan atau membersihkan gigi juga menjadi keunggulannya tersendiri.
Durasi perawatan dengan kawat gigi lepasan umumnya berkisar antara 12 hingga 18 bulan, dengan penggunaan sekitar 20 jam per hari. Setelah perawatan selesai, penggunaan retainer sangat dianjurkan untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai.
5. Bonding Gigi
Perawatan bonding gigi merupakan salah satu alternatif perawatan untuk memperbaiki estetika gigi tanpa perlu menggunakan kawat gigi. Teknik ini melibatkan penambalan gigi menggunakan bahan resin komposit untuk mengubah bentuk, ukuran, atau warna gigi.
Bonding gigi dinilai sangat efektif untuk mengatasi beberapa masalah gigi, seperti patah, berlubang, berjarak, atau perubahan warna. Karena tidak memerlukan pengikisan enamel gigi, prosedur ini relatif cepat, minim rasa sakit, dan tidak menyebabkan sensitivitas gigi.
Baca Juga: Cari tahu 3 Fungsi Veneer Gigi di Sini!
6. Operasi
Tindakan bedah merupakan pilihan terakhir dalam merapikan gigi ketika kondisi gigi sangat parah atau tidak dapat diatasi dengan perawatan ortodontik konvensional. Operasi gigi umumnya direkomendasikan untuk kasus gigi yang tumbuh tertanam (impaksi), infeksi gusi parah (periodontitis), atau gangguan fungsi mengunyah dan berbicara.
Proses pemulihan setelah operasi biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu, dan memerlukan perawatan pasca bedah yang tepat.
Behel, atau kawat gigi, memang menjadi salah satu solusi yang paling populer untuk merapikan gigi, namun tidak semua orang bisa menjalani prosedur ini. Beberapa kondisi seperti usia, gigi keropos, gigi tidak sehat, hingga gigi berlubang bisa menjadi penghalang untuk pemasangan behel.
Namun, Anda tidak perlu merasa khawatir, karena masih banyak alternatif perawatan gigi di Plasthetic Clinic cabang Aceh yang bisa Anda pertimbangkan. Mulai dari Veneer, hingga Retainer, ada banyak solusi yang dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan mulut Anda.
Selain itu, di Plasthetic Clinic cabang Aceh, Anda juga dapat melakukan prosedur pemasangan behel jika Anda tidak memiliki kondisi gigi tidak bisa di behel seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Untuk mendapatkan solusi yang tepat, konsultasikan dengan dokter gigi kami di Plasthetic Clinic cabang Aceh dan pertimbangkan perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan gigi Anda. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan tim kami di sini dan dapatkan kembali senyum indah Anda!
Semoga, informasi mengenai gigi tidak bisa di behel di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: drg. Putri Rahmina
