Perbedaan closed komedo dan bruntusan penting diketahui karena keduanya sama-sama dapat membuat tekstur kulit terlihat tidak rata dan dipenuhi benjolan kecil. Meski sering dianggap sama, closed komedo dan bruntusan sebenarnya memiliki pengertian yang berbeda.
Closed komedo merupakan salah satu jenis komedo yang terbentuk akibat pori-pori tersumbat, sedangkan bruntusan lebih sering digunakan untuk menggambarkan kondisi kulit dengan banyak benjolan kecil. Mengenali penyebab dan karakteristiknya dapat membantu Anda memilih perawatan kulit yang lebih sesuai.
Table of Contents
ToggleClosed Komedo dan Bruntusan, Apakah Sama?
Perbedaan closed komedo dan bruntusan dapat dipahami dengan melihat bahwa keduanya bukan istilah yang sepenuhnya merujuk pada kondisi yang sama. Bruntusan merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan permukaan kulit yang dipenuhi benjolan kecil sehingga terasa kasar atau tidak rata. Sementara itu, closed komedo adalah salah satu kondisi yang dapat menyebabkan tampilan kulit seperti bruntusan.
Closed komedo dikenal juga sebagai komedo tertutup. Kondisi ini terjadi ketika pori-pori atau folikel rambut tersumbat oleh sebum, sel kulit mati, dan material lain. Karena sumbatan berada di bawah permukaan kulit, closed komedo biasanya tampak seperti benjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit.
Sementara itu, bruntusan tidak selalu disebabkan oleh komedo. Benjolan kecil pada wajah juga dapat berkaitan dengan iritasi, peradangan folikel, reaksi terhadap produk tertentu, keringat, atau faktor lainnya. Karena itu, mengenali penyebab menjadi langkah penting sebelum menentukan cara mengatasi bruntusan.
1. Mengenali Ciri-Ciri Bruntusan pada Kulit
Perbedaan closed komedo dan bruntusan dapat dikenali dari karakteristik kulit yang muncul. Bruntusan biasanya membuat permukaan wajah terasa lebih kasar dengan banyak benjolan kecil yang muncul berkelompok. Benjolan dapat berwarna seperti kulit, putih, atau kemerahan, tergantung penyebabnya.
Bruntusan juga dapat muncul tanpa rasa sakit. Namun, pada kondisi tertentu, benjolan dapat disertai rasa gatal, perih, kemerahan, atau sensasi tidak nyaman. Karena istilah bruntusan cukup luas, kondisi ini tidak dapat langsung dianggap sebagai satu diagnosis medis tertentu.
Baca Juga: Ketahui 10 Cara Menghilangkan Kulit Bertekstur dengan Baik dan Benar
2. Closed Komedo sebagai Salah Satu Penyebab Bruntusan
Perbedaan closed komedo dan bruntusan terlihat dari mekanisme terbentuknya. Closed komedo terjadi ketika campuran sebum dan sel kulit mati menyumbat folikel rambut dan permukaannya tetap tertutup.
Sumbatan tersebut membuat benjolan kecil muncul di bawah permukaan kulit. Jika jumlahnya cukup banyak, closed komedo dapat membuat wajah terlihat bruntusan, terutama pada dahi, pipi, dagu, dan area wajah lain yang cenderung mengalami penyumbatan pori.
3. Faktor yang Dapat Memicu Bruntusan
Perbedaan closed komedo dan bruntusan juga berkaitan dengan penyebabnya. Bruntusan dapat dipengaruhi oleh lebih dari satu faktor, sehingga penting untuk memperhatikan kebiasaan perawatan kulit, lingkungan, penggunaan produk, hingga perubahan kondisi tubuh.
Produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, keringat, perubahan hormon, iritasi, dan penggunaan produk yang tidak sesuai dapat berkontribusi terhadap munculnya benjolan kecil pada wajah.
4. Area Wajah yang Sering Mengalami Bruntusan
Perbedaan closed komedo dan bruntusan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan lokasi kemunculannya. Keduanya dapat ditemukan pada beberapa area wajah, termasuk dahi, hidung, pipi, dagu, dan rahang.
Dahi sering mengalami benjolan kecil karena produksi minyak, keringat, atau paparan produk rambut.
Area pipi juga dapat mengalami penyumbatan akibat kosmetik, skincare, debu, maupun faktor lainnya. Sementara itu, area dagu dan rahang dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal pada sebagian orang.
5. Gejala yang Dapat Menyertai Bruntusan
Perbedaan closed komedo dan bruntusan juga dapat dilihat dari gejala yang menyertainya. Closed komedo umumnya berupa benjolan kecil yang tidak terasa sakit dan tidak selalu menyebabkan kemerahan.
Sebaliknya, bruntusan akibat iritasi atau kondisi kulit tertentu dapat disertai rasa gatal, perih, kemerahan, atau sensasi panas.
Jika benjolan terasa nyeri, bernanah, semakin meradang, atau menyebar dengan cepat, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: 8 Cara Mengangkat Sel Kulit Mati di Wajah dan Ciri-Cirinya!
Apa yang Menyebabkan Bruntusan pada Kulit?
Penyebab bruntusan dapat berbeda pada setiap orang. Salah satu penyebab yang cukup umum adalah penyumbatan pori-pori yang dapat berkembang menjadi closed komedo.
Namun, kondisi kulit juga dapat dipengaruhi oleh produksi sebum, perubahan hormon, keringat, produk yang digunakan, serta gangguan pada skin barrier.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk bruntusan:
1. Produksi Minyak Berlebih
Sebum memiliki fungsi penting untuk membantu menjaga kelembapan dan perlindungan kulit. Namun, produksi minyak yang berlebihan dapat bercampur dengan sel kulit mati dan meningkatkan kemungkinan pori-pori tersumbat.
2. Penumpukan Sel Kulit Mati
Sel kulit mati yang menumpuk dapat membuat permukaan kulit terasa kasar. Jika bercampur dengan minyak dan menyumbat folikel, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap terbentuknya komedo tertutup.
3. Pori-Pori Tersumbat dan Munculnya Closed Komedo
Pori-pori yang tersumbat dapat menjadi salah satu penyebab munculnya closed komedo. Sumbatan yang berada di bawah permukaan kulit kemudian terlihat sebagai benjolan kecil yang dapat membuat tekstur wajah tampak seperti bruntusan.
4. Keringat dan Kelembapan Berlebih
Keringat yang bercampur dengan minyak, kotoran, dan residu produk dapat membuat kulit terasa lebih mudah mengalami penyumbatan atau iritasi. Kondisi lembap juga dapat memengaruhi lingkungan di sekitar folikel kulit.
5. Penggunaan Skincare atau Kosmetik yang Tidak Sesuai
Tidak semua produk skincare dan kosmetik cocok untuk setiap jenis kulit. Formula yang terlalu berat atau produk tertentu yang menyebabkan iritasi dapat membuat kondisi kulit semakin tidak nyaman.
6. Perubahan Hormon
Perubahan hormonal dapat memengaruhi aktivitas kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak. Hal ini dapat menyebabkan produksi sebum meningkat pada sebagian orang, sehingga risiko munculnya komedo dan masalah kulit tertentu ikut meningkat.
7. Iritasi pada Kulit
Penggunaan bahan aktif secara berlebihan, terlalu sering melakukan eksfoliasi, atau menggosok wajah dengan kuat dapat mengganggu skin barrier. Ketika fungsi pelindung kulit terganggu, kulit dapat menjadi lebih sensitif terhadap faktor eksternal.
Bagaimana Cara Mengatasi Closed Komedo dan Bruntusan?
Cara mengatasi closed komedo dan bruntusan perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kulit. Tidak semua benjolan kecil pada wajah membutuhkan treatment yang sama. Perawatan sebaiknya tidak hanya berfokus pada tampilan kulit, tetapi juga mempertahankan fungsi skin barrier dan kesehatan kulit secara keseluruhan.
1. Membersihkan Wajah secara Rutin
Membersihkan wajah membantu mengangkat minyak, keringat, kotoran, sunscreen, dan sisa kosmetik. Gunakan facial cleanser yang sesuai dengan kondisi kulit dan hindari mencuci wajah terlalu sering karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau teriritasi.
2. Menggunakan Skincare Sesuai Kondisi Kulit
Pemilihan skincare sebaiknya mempertimbangkan jenis dan kondisi kulit. Bahan aktif tertentu dapat membantu mengelola komedo dan tekstur kulit, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan toleransi kulit.
Jika Anda memiliki kulit sensitif, memperkenalkan terlalu banyak bahan aktif sekaligus justru dapat meningkatkan risiko iritasi.
Baca Juga: 5 Perbedaan Bruntusan dan Fungal Acne Pada Kulit
3. Menghindari Memencet atau Menggaruk Benjolan
Memencet closed komedo atau menggaruk bruntusan dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit. Kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan risiko peradangan dan munculnya bekas pada kulit.
Biarkan perawatan bekerja secara bertahap dan hindari melakukan ekstraksi sendiri dengan alat yang tidak steril.
4. Menggunakan Sunscreen
Sunscreen merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan kulit, termasuk ketika Anda sedang mengatasi komedo atau bruntusan. Paparan sinar ultraviolet dapat memengaruhi kesehatan kulit dan memperburuk perubahan warna kulit setelah terjadi peradangan.
Gunakan sunscreen secara rutin sesuai kebutuhan dan ulangi pemakaian ketika diperlukan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
5. Memilih Produk yang Tidak Menyumbat Pori
Memilih produk yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko pori-pori tersumbat. Perhatikan respons kulit terhadap setiap produk dan hindari mengganti atau menambahkan terlalu banyak produk sekaligus.
Jika bruntusan tidak membaik setelah perawatan mandiri, semakin menyebar, terasa gatal atau nyeri, maupun disertai peradangan, konsultasi dengan dokter dapat membantu memastikan penyebab dan pilihan perawatan yang tepat.
Untuk membantu memperbaiki tekstur dan kondisi permukaan kulit, perawatan profesional juga dapat menjadi pilihan sesuai hasil evaluasi dokter. Anda bisa melakukan perawatan di bawah ini untuk membantu mengurangi komedo dan membuat tampilan wajah lebih cerah.
- Microbubble Exfoliation dapat membantu mengeksfoliasi, melembapkan, dan mencerahkan kulit wajah. Perawatan ini juga ditujukan untuk mendukung kondisi kulit yang lebih halus dan sehat, termasuk dengan mendukung proses yang berkaitan dengan pertumbuhan kolagen.
Before dan After Microbubble Exfoliation
- Peeling merupakan perawatan yang membantu mengangkat sel kulit mati secara terkontrol. Proses ini dapat mendukung regenerasi kulit, membantu menyamarkan tampilan kulit kusam dan tekstur yang tidak merata, serta memberikan tampilan kulit yang lebih glowing.
Before and After Peeling
Jenis maupun intensitas perawatan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit. Eksfoliasi yang terlalu agresif justru dapat menyebabkan iritasi, terutama pada kulit yang sedang sensitif atau mengalami peradangan.
Atasi Masalah Kulit Sesuai Kondisinya di Plasthetic Clinic!
Perbedaan closed komedo dan bruntusan bukan hanya penting untuk memahami penampilan kulit, tetapi juga membantu Anda mengetahui bahwa setiap kondisi kulit dapat memiliki penyebab dan kebutuhan perawatan yang berbeda. Benjolan kecil pada wajah tidak selalu merupakan closed komedo, sehingga penanganannya sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.
Jika Anda masih kesulitan membedakan closed komedo dan bruntusan atau kondisi kulit tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter di Plasthetic Clinic. Dokter dapat mengevaluasi kondisi kulit Anda secara menyeluruh dan merekomendasikan pendekatan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit.
Temukan pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit Anda melalui klinik perawatan kulit wajah dan mulai perjalanan merawat kulit dengan pendekatan yang lebih tepat.
Plasthetic Clinic, Enhance Quality of Life!
Ditinjau oleh: Tim Plasthetic Clinic
Sumber:
https://www.halodoc.com/artikel/kenali-perbedaan-fungal-acne-dan-bruntusan-versi-haloskin?srsltid=AU7gw4Wnv3N4s1gDSNBJaGU-07CpGzGkiSOnNzV2exnBrHo4YFsJO0Ma
https://www.alodokter.com/komedo






