4 Pantangan Setelah Rhinoplasty yang Perlu Anda Ketahui

pantangan setelah rhinoplasty

4 Pantangan Setelah Rhinoplasty yang Perlu Anda Ketahui

Di Tinjau oleh Dokter

Rhinoplasty merupakan salah satu jenis prosedur bedah yang tidak hanya bertujuan untuk mengubah bentuk hidung seseorang demi alasan estetika, tetapi juga untuk memperbaiki bentuk hidung yang mungkin terpengaruh oleh berbagai faktor, seperti kelainan bawaan atau cedera akibat kecelakaan yang dapat mengganggu fungsi pernapasannya. Sebelum Anda memutuskan untuk menjalani prosedur satu ini, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu, salah satunya adalah pantangan setelah rhinoplasty.

Dalam artikel Plasthetic Clinic berikut ini, kami akan membantu Anda untuk mengetahui lebih mendalam mengenai pantangan-pantangan apa saja yang sebaiknya Anda hindari setelah melakukan prosedur rhinoplasty. Yuk, langsung saja simak selengkapnya pada penjelasan di bawah ini. 

Apa Itu Rhinoplasty?

Rhinoplasty adalah tindakan bedah yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk atau fungsi hidung seseorang. Selain digunakan untuk tujuan estetika, prosedur ini juga dapat dilakukan atas alasan medis, seperti untuk memperbaiki masalah pernapasan atau mengatasi kerusakan akibat cedera pada hidung. Secara umum, tindakan ini melibatkan restrukturisasi tulang dan jaringan di sekitar area hidung.

Prosedur rhinoplasty sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu rhinoplasty terbuka dan rhinoplasty tertutup. Rhinoplasty terbuka dilakukan ketika pasien memerlukan perbaikan besar pada hidungnya. Sementara itu, rhinoplasty tertutup adalah prosedur yang fokus pada bagian tertentu dari hidung, dengan melakukan sayatan kecil dan terbatas oleh dokter.

Apa Saja Persiapan Sebelum Rhinoplasty?

Sebelum menjalani prosedur rhinoplasty, terdapat beberapa langkah persiapan yang perlu Anda lakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan prosedur ini. Berikut adalah beberapa informasi yang perlu Anda ketahui.

1. Konsultasi dengan Dokter

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan sebelum melakukan tindakan rhinoplasty adalah dengan melakukan konsultasi bersama seorang dokter bedah yang berpengalaman dalam melakukan tindakan rhinoplasty. Proses konsultasi ini dapat memberikan kesempatan bagi Anda dalam memahami prosedur secara lebih rinci dan mendalam, serta untuk mengetahui potensi risiko dan efek samping yang mungkin terjadi.

2. Pemeriksaan Fisik

Selama proses konsultasi, biasanya Anda akan menjalani pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter bedah yang bersangkutan. Dalam pemeriksaaan fisik ini, dokter akan memeriksa dan mengevaluasi kondisi hidung Anda dan membantu Anda dalam memutuskan apakah rhinoplasty merupakan tindakan yang sesuai untuk Anda lakukan. Pemeriksaaan fisik ini umumnya dilakukan pada struktur hidung, seperti kondisi dalam dan luar hidung, kekuatan tulang rawan di bagian pangkal atau puncak hidung, serta ketebalan kulit di area hidung. 

Baca Juga: Operasi Septoplasty (Tulang Rawan Septum Hidung): Manfaat dan Prosedurnya

3. Pemeriksaan Laboratorium

Setelah menjalani pemeriksaan fisik, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan laboratorium guna memeriksa kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Hasil dari pemeriksaan laboratorium ini akan membantu dokter dalam memastikan bahwa Anda berada dalam kondisi yang baik untuk menjalani prosedur tersebut.

4. Menghindari Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Agar tindakan rhinoplasty dapat berjalan dengan lancar, disarankan bagi Anda untuk menghindari penggunaan obat-obatan, khususnya obat pereda nyeri yang mengandung aspirin dan ibuprofen, sekitar dua minggu sebelum dan setelah operasi. 

Selain itu, jika Anda adalah seorang perokok, disarankan untuk berhenti merokok selama 2 hingga 3 minggu sebelum dan setelah menjalani rhinoplasty. Sebab, merokok dapat memperlambat proses penyembuhan.

Apa Saja Pantangan Setelah Rhinoplasty?

Setelah menjalani prosedur rhinoplasty, terdapat beberapa pantangan yang harus Anda patuhi demi menjamin kesuksesan prosedur dan pemulihan yang optimal. Berikut adalah beberapa pantangan setelah rhinoplasty yang dapat Anda ketahui.

1. Menghindari Kontak Fisik

Setelah menjalani rhinoplasty, sangat penting bagi Anda untuk menghindari sentuhan berlebihan di area yang telah dioperasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah komplikasi dan memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik.

Pastikan untuk tidak menyentuh hidung kecuali jika diperlukan, dan selalu pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih sebelum menyentuh area tersebut. Dengan mematuhi aturan ini, Anda dapat mengurangi risiko infeksi dan masalah lainnya setelah menjalani rhinoplasty.

2. Tidak Meniup Hidung Terlalu Kuat

Penting juga bagi Anda untuk menghindari meniup hidung terlalu keras setelah menjalani tindakan rhinoplasty. Sebab, hal ini bisa menyebabkan pendarahan atau merusak jahitan yang baru saja dibuat. Sebaiknya, Anda menggunakan tisu yang lembut dan bersih jika Anda perlu membersihkan hidung secara lembut. Tindakan ini juga akan membantu Anda dalam menjaga area tindakan untuk tetap aman dan mempercepat proses penyembuhan. 

Selain itu, jika Anda sedang mengalami flu, sebaiknya hindari melakukan upaya yang berlebihan untuk mengeluarkan ingus dengan keras. Untuk membantu proses pengeluaran ingus dari hidung Anda, Anda bisa menggunakan alat penyedot ingus tanpa perlu melakukan gerakan berlebihan pada area hidung.

3. Membatasi Aktivitas Fisik

Pantangan setelah rhinoplasty berikutnya adalah dengan membatasi aktivitas fisik. Sebab, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan dapat meningkatkan risiko pendarahan dan memperlambat proses penyembuhan.

Selama masa pemulihan, Anda perlu menghindari melakukan aktivitas berat seperti olahraga intensif atau mengangkat beban berat. Pastikan juga untuk mengikuti instruksi dokter mengenai sejauh mana Anda dapat beraktivitas agar pemulihan berjalan dengan lancar dan tanpa komplikasi.

Baca Juga: Alarplasty: Pengertian, Manfaat, Kelebihan, dan Prosedurnya

4. Menghindari Mengonsumsi Alkohol dan Merokok 

Mengonsumsi alkohol dan merokok setelah menjalani prosedur rhinoplasty nyatanya dapat berdampak pada proses pemulihan Anda. Merokok dapat menghambat proses penyembuhan dengan mengganggu aliran darah dan menyebabkan komplikasi. Sementara itu, mengonsumsi alkohol dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk pulih dengan baik. 

Untuk memastikan pemulihan dapat berjalan dengan optimal, disarankan bagi Anda untuk menghindari alkohol dan merokok selama masa pemulihan sesuai dengan instruksi dokter Anda. Tindakan ini akan membantu memastikan bahwa proses penyembuhan berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan.

5. Hindari Mengonsumsi Makanan Pedas

Selain itu, selama masa pemulihan, sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi makanan pedas. Sebab, makanan pedas dapat merangsang hidung dan menyebabkan perasaan tidak nyaman, iritasi, atau bahkan pendarahan. Selama masa pemulihan, hidung Anda akan sangat sensitif, dan mengonsumsi makanan pedas dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko infeksi.

Apa Saja Perawatan Setelah Rhinoplasty?

Melakukan perawatan yang baik setelah menjalani rhinoplasty menjadi salah satu hal yang sangat penting guna memastikan pemulihan yang cepat dan hasil yang memuaskan. Berikut adalah beberapa langkah perawatan setelah rhinoplasty yang dapat Anda ketahui.  

1. Mengonsumsi Obat Sesuai Petunjuk Dokter

Setelah menjalani rhinoplasty, dokter Anda mungkin akan memberikan resep obat-obatan tertentu untuk mengurangi rasa sakit, peradangan, atau infeksi. Sangat penting bagi Anda untuk mematuhi petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat, termasuk dosis dan jadwal yang telah ditentukan.

2. Istirahat Cukup dan Menghindari Kerumunan

Istirahat yang cukup menjadi salah satu aspek yang sangat penting selama proses pemulihan, karena dapat membantu tubuh Anda untuk pulih lebih cepat. Selama periode ini, sebaiknya Anda istirahat dan menjauhi kerumunan selama sekitar 2 minggu. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko terpapar penyakit pernapasan, seperti flu atau pilek, yang dapat menyebabkan infeksi serius pada luka operasi.

Baca Juga: Berapa Kisaran Biaya Operasi Bedah Plastik Wajah?

3. Tidur Dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi

Tidur dengan kepala yang sedikit lebih tinggi dari dada dapat membantu mengurangi tekanan pada daerah sekitar hidung Anda. Untuk melakukan perawatan ini, Anda bisa menggunakan bantal tambahan atau mengatur posisi tidur agar kepala Anda berada pada ketinggian yang sesuai.

4. Membatasi Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Natrium

Terakhir, Anda juga perlu membatasi konsumsi makanan yang tinggi natrium, seperti garam, ikan laut, kecap, sereal, acar, daging olahan, dan jus buah siap minum. Membatasi asupan makanan yang mengandung natrium dapat membantu Anda dalam mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses pemulihan.

Menjalani tindakan rhinoplasty memerlukan persiapan, pematuhan terhadap pantangan, dan perawatan yang baik. Dengan mematuhi panduan perawatan dan pantangan setelah rhinoplasty seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Anda dapat mengoptimalkan proses pemulihan Anda dan mengurangi risiko serta komplikasi yang mungkin timbul.

Jika Anda mengalami masalah dengan hidung Anda dan merencanakan untuk menjalani rhinoplasty, penting untuk memilih rumah sakit atau klinik kecantikan yang berpengalaman, seperti Plasthetic Clinic. Melalui prosedur Rhinoplasty, Plasthetic Clinic siap untuk membantu Anda dalam mengatasi permasalahan yang Anda miliki.

Namun, sebelum menjalani tindakan ini, pastikan Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang terkait. Sebab, setiap tindakan bedah memiliki risiko dan efek sampingnya tersendiri. Melalui proses konsultasi ini, dokter bedah yang menangani Anda akan melakukan evaluasi dan menilai apakah Anda adalah kandidat yang sesuai untuk menjalani tindakan rhinoplasty.

Untuk melakukan konsultasi, Anda bisa langsung menghubungi tim kami di sini atau langsung mengunjungi Plasthetic Clinic terdekat di kota Anda. Semoga informasi mengenai pantangan setelah rhinoplasty di atas dapat bermanfaat untuk Anda! 

Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!

Ditinjau oleh: dr. Nandya Titania P., Sp.BP-RE

web-banner-disclaimer-1

SHARE THIS ARTICLE IN:

Recent Articles

operasi-bibir-sumbing-gratis

Operasi Bibir Sumbing Gratis dan Manfaatnya

Read More
efek-tanam-benang

Ketahui Efek Tanam Benang yang Bermanfaat untuk Kulit Wajah

Read More
perbedaan-bruntusan-dan-fungal-acne

Apa Itu Fungal Acne dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Read More

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!