7 Cara Merawat Gigi Tambal dengan Tepat

cara merawat gigi tambal

7 Cara Merawat Gigi Tambal dengan Tepat

28/01/2025

Di Tinjau oleh Dokter

Merawat gigi dan melakukan pemeriksaan secara teratur itu sangat penting untuk dilakukan. Pemeriksaan ini dapat membantu Anda dalam menghindari masalah gigi umum, termasuk kerusakaan gigi berlubang. Jika Dokter Gigi menemukan lubang yang terbentuk pada gigi, biasanya Dokter Gigi akan menyarankan untuk segera menambal gigi.

Penambalan gigi berlubang adalah prosedur yang cukup umum dan dapat dilakukan dengan andal dan aman oleh Dokter Gigi. Namun, Anda mungkin pernah mendengar bahwa makanan dan minuman dapat menyebabkan masalah gigi. Seperti makanan yang tidak boleh dikunyah di area pengisian tambal gigi setidaknya 24 jam setelah rongga diperbaiki.

Benarkah demikian? Lantas, apa sajakah yang perlu dilakukan setelah melakukan tambal gigi? Simak penjelasan mengenai apa itu tambal gigi dan cara merawat tambalan gigi melalui artikel berikut ini!

Bagaimana Cara Melakukan Tambal Gigi?

Bagaimana Cara Melakukan Tambal Gigi

Berdasarkan metode yang digunakan untuk mengisi bahan tambalan gigi, prosedur tambal gigi dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

1. Penambalan gigi secara langsung

Pengisian langsung atau direct filling. Metode tambal gigi ini dilakukan dengan terlbih dahulu membersihkan gigi bagian dalam yang berongga. Dokter Gigi kemudian memasukkan bahan pengisi tambal gigi langsung ke dalam rongga yang berlubang.

Jenis bahan restorasi yang biasa digunakan dalam penambalan langsung atau direct filling adalah amalgam dan komposit. Proses penunjukkan langsung biasanya diselesaikan dalam satu kali pertemuan.

2. Penambalan gigi secara tidak langsung 

Metode penambalan gigi secara tidak langsung dilakukan ketika rongga gigi terlalu besar dan struktur gigi yang tersisa tidka dapat menambung bahan pengisi tambalan gigi. Terakhir, tambalan gigi harus dibentuk terlebih dahulu agar sesuai dengan bagian gigi yang rusak.

Bahan pengisi yang biasa digunakan dalam metode ini adalah emas dan porselen. Karena proses pencetakannya, pengisian tambal gigi tidak langsung membutuhkan dua kali kunjungan.

Baca Juga: Mengapa Perawatan Non-Invasive Menjadi Pilihan Banyak Orang? Penasaran? Yuk Cari Tahu Jawabannya!

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Tambal Gigi?

Prosedur penambalan gigi tergantung pada jenis bahan tambalan yang dipilih. Resin komposit umumnya digunakan sebagai bahan pengisi tambal gigi. Oleh karena itu, Anda mungkin merasa tidak nyaman di mulut Anda setelah melakukan proses penambalan gigi. Anda tidak perlu khawatir, ini akan kembali normal setelah kurang lebih 1 sampai 3 jam. Untuk menjaga kesehatan gigi, ada beberapa perawatan yang dapat membantu membuat tambalan gigi bertahan lebih lama. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Tidak Mengonsumsi Makanan dan Minuman Setelah Tambal Gigi

Bagi Anda yang baru saja menyelesaikan prosedur tambal gigi, sebaiknya Anda tidka mengonsumsi makanan dan minuman dulu selama satu jam setelah melakukan prosedur tambal gigi. Hal ini karena dapat meningkatkan risiko gangguan lain pada gigi yang ditambal setelah malakukan prosedur tambal gigi.

2. Hindari Makanan dan Minuman dengan Kandungan Gula Tinggi, Terlalu Panas, dan Dingin

Setelah melakukan prosedur tambal gigi, Anda sangat diharuskan untuk menghindari minuman dan makanan manis dengan kandungan gula tinggi. Selain itu, Anda juga tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang terlalu panas dan dingin setelah melakukan penambalan pada gigi yang berlubang.

Baca Juga: Mengenal Efek Samping Bleaching Gigi

3. Hindari Makanan dengan Tekstur yang Keras

Selain menghindari makanan dengan kandungan gula yang tinggi, setelah Anda melakukan prosedur tambal gigi, sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dengan tekstur keras. Mengunyah makanan dengan tekstur yang keras dapat merusak tambalan dan menyebabkan kerusakan gigi tambahan lainnya.

4. Rutin Menyikat Gigi

Membersihkan gigi dengan menyikat gigi menjadi salah satu hal yang harus dilakukan untuk merawat gigi yang ditambal. Dengan menyikat gigi yang berlubang dan ditambal, Anda semakin meminimalisir kerusakan gigi tambahan yang daapt merusak tambalan gigi.

5. Menggunakan Dental Floss dan Obat Kumur

Selain rutin melakukan perawatan dengan menyikat gigi, Anda juga sebaiknya menggunakan dental floss dan obat kumur sebagai perawatan ekstra untuk membersihkan sela-sela pada gigi yang berasal dari sisa-sisa makanan.

Dokter gigi mungkin juga akan menawarkan pemeriksaan berikutnya. Jika ditemukan terdapat keluhan seperti gusi bengkak, tambalan retak, serta rasa yang tidak enak saat menguyah. Segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.

Baca Juga: Retainer gigi: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya

Bagaimana Cara Merawat Gigi Tambal dengan Tepat?

Walaupun tambal gigi dirasa sudah awet dan tidak mudah pecah, akan tetapi kita perlu mencegahnya. Berikut adalah beberapa cara merawat tambalan gigi, antara lain:

1. Hindari Makan Menggunakan Sisi Mulut yang Diberi Tambalan Gigi

Salah satu cara terbaik untuk merawat gigi tambal adalah dengan menghindari memberikan tekanan berlebih pada tambalan. Usahakan untuk tidak mengunyah makanan keras atau berat dengan sisi mulut yang ada tambalan giginya. Misalnya, jika Anda memiliki tambalan di sisi kiri gigi, cobalah makan menggunakan sisi kanan mulut untuk mencegah tambalan tertekan atau terlepas. Makan dengan bijak juga akan memperpanjang umur tambalan Anda.

2. Hindari Konsumsi Makanan yang Sulit Dikunyah

Makanan yang keras atau lengket bisa sangat merugikan bagi gigi tambal. Permen, kacang-kacangan, dan es merupakan beberapa jenis makanan yang bisa memberikan tekanan yang tidak diinginkan pada tambalan, bahkan bisa menyebabkan tambalan terlepas atau pecah.

Selain itu, makanan yang lengket seperti permen karet atau caramel juga bisa menempel pada tambalan, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan. Hindarilah konsumsi makanan-makanan ini atau makanlah dengan hati-hati jika Anda harus melakukannya.

3. Berhati-Hati saat Menggosok Gigi

Menjaga kebersihan mulut dengan rutin menyikat gigi adalah hal yang penting, namun Anda perlu berhati-hati agar tidak merusak tambalan. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari menyikat gigi dengan keras, terutama pada area sekitar tambalan. M

enyikat gigi dengan tekanan yang terlalu keras bisa menyebabkan tambalan menjadi longgar atau bahkan terlepas. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, karena ini membantu memperkuat enamel gigi dan tambalan.

4. Upayakan Menjauhkan Lidah dari Tambalan Gigi

Lidah yang sering menyentuh atau menjilat area tambalan bisa memberikan tekanan atau gesekan yang berulang pada tambalan tersebut. Ini dapat membuat tambalan gigi menjadi longgar seiring waktu. Jika Anda sadar bahwa Anda cenderung menjilat gigi, cobalah untuk mengalihkan kebiasaan ini. Hal ini akan membantu menjaga tambalan tetap aman dan menghindari masalah yang tidak diinginkan.

5. Jaga Kebersihan Mulut secara Menyeluruh

Perawatan gigi tidak hanya terbatas pada menyikat gigi saja. Pastikan Anda juga rutin menggunakan benang gigi (flossing) untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip di antara gigi dan di sekitar tambalan. Dengan membersihkan mulut secara menyeluruh, Anda dapat mencegah penumpukan plak yang bisa menyebabkan infeksi pada gigi atau area sekitar tambalan. Jangan lupa juga untuk menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik untuk membantu membunuh bakteri di dalam mulut.

6. Hindari Merokok atau Konsumsi Alkohol

Merokok dan alkohol memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mulut, termasuk gigi dan tambalan. Merokok dapat menyebabkan penurunan kualitas gigi dan tambalan, serta meningkatkan risiko infeksi dan peradangan di sekitar gigi. Alkohol juga dapat mengurangi daya rekat beberapa jenis tambalan, sehingga membuatnya lebih rentan untuk terlepas. Untuk menjaga kesehatan tambalan gigi Anda, sebaiknya hindari kebiasaan merokok dan batasi konsumsi alkohol.

7. Hindari Makanan Terlalu Panas atau Dingin

Gigi yang telah ditambal bisa menjadi lebih sensitif terhadap suhu ekstrem. Makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan merusak tambalan. Misalnya, jika Anda mengonsumsi minuman panas seperti kopi atau teh, atau makanan dingin seperti es krim, perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan tambalan menjadi longgar atau terlepas. Selain itu, suhu ekstrem bisa menyebabkan sensasi nyeri atau rasa tidak nyaman pada gigi yang telah ditambal.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kondisi gigi berlubang dan penambalan apa yang sebaiknya dipilih, tanyakan langsung pada dokter hanya di Plasthetic Clinic Cabang Banda Aceh dengan drg. Putri Rahmina. Plasthetic Clinic menawarkan perawatan dental yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisimu dengan ditangani oleh dokter serta staff yang sudah professional dibidangnya. So? What are u waiting for? Konsultasikan Sekarang!

Direview Oleh:

drg. Putri Rahmina

web banner disclaimer

SHARE THIS ARTICLE IN:

Plasthetic Clinic Logo New-01 (3) (2)

Recent Articles

Laser-Nd-YAG

Mengenal Laser Nd YAG: Manfaat, Prosedur, dan Jenis Masalah Kulit yang Bisa Diatasi

Read More
sedot lemak turun berapa kg

Sedot Lemak Turun Berapa Kg? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

Read More
perut buncit seperti hamil

Perut Buncit Seperti Hamil: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Read More

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!