Areola melebar bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada wanita selama masa pubertas, kehamilan, dan menyusui. Perubahan hormonal, termasuk fluktuasi hormon selama siklus menstruasi, dapat menyebabkan pembesaran areola. Usia serta kondisi medis juga dapat menjadi penyebab areola melebar. Meskipun hal ini tidak berbahaya, namun bagi beberapa orang, areola melebar dapat menimbulkan kekhawatiran. Apa penyebab areola melebar? Mari kita bahas lebih lanjut.
Table of Contents
ToggleApa Itu Areola?
Areola sendiri adalah area melingkar di sekitar puting susu yang terdiri dari jaringan tubuh yang berbeda. Areola biasanya memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan dengan kulit di sekitarnya dan bisa sangat bervariasi ukurannya antara satu orang dengan yang lainnya. Areola juga berfungsi sebagai pelindung alami untuk puting payudara dan dapat merespons rangsangan seksual.
Baca Juga: Breast Lift: Prosedur dan Bedanya dengan Breast Augmentation
Apa Penyebab Areola Melebar?
Kenapa areola bisa membesar? Areola yang membesar dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut berbagai penyebab areola melebar:
1. Pubertas
Pada masa pubertas, tubuh wanita mengalami lonjakan hormon estrogen yang merangsang perkembangan payudara. Proses ini juga dapat mempengaruhi ukuran dan warna areola. Areola mungkin terlihat lebih besar atau lebih gelap sebagai bagian dari perubahan fisik yang terjadi selama pubertas.
2. Menstruasi
Selama siklus menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat dan menurun. Fluktuasi hormon ini dapat menyebabkan pembengkakan pada payudara serta perubahan pada areola, termasuk pelebaran sementara. Beberapa wanita mungkin juga merasakan nyeri pada payudara sebagai akibat dari perubahan hormon ini.
3. Menyusui
Saat menyusui, tubuh wanita terus memproduksi hormon yang mendukung proses produksi susu, seperti prolaktin dan oksitosin. Ini menyebabkan perubahan pada payudara, dan areola bisa menjadi lebih besar serta lebih gelap. Selain itu, puting susu yang sering digunakan untuk menyusui juga dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk areola.
Baca Juga: 5 Tips Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa dengan Mudah
4. Usia
Penyebab areola membesar dan melebar selanjutnya adalah usia. Seiring bertambahnya usia, kulit pada payudara dan dada cenderung mengalami perubahan termasuk pada areola. Penuaan menyebabkan jaringan kulit pada payudara menjadi kendur dan dapat memperbesar ukuran areola.
5. Kehamilan dan Menyusui
Kehamilan dan menyusui dapat mempengaruhi ukuran areola karena hormon yang diproduksi selama waktu tersebut. Saat menyusui, puting akan sering digunakan dan itulah yang menjadi salah satunya penyebab areola melebar.
6. Kondisi Medis
Beberapa kondisi medis seperti sindrom Turner dan sindrom Klinefelter dapat mempengaruhi peruabahan pada areola. Selain itu, obesitas dan kanker payudara juga dapat menyebabkan perubahan pada ukuran areola.
Beberapa hal yang dapat membantu mengurangi ukuran areola adalah mengonsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga secara teratur. Namun, apabila areola melebar karena kondisi medis atau hormon maka pengobatan yang tepat harus dilakukan terlebih dahulu untuk mengatasi masalah tersebut. Jika areola melebar terjadi akibat kehamilan atau menyusui, maka ukuran puting dan areola akan kembali normal setelah periode waktu tertentu.
7. Kelebihan Berat Badan
Ketika berat badan meningkat dan tubuh mengalami peningkatan berat, ukuran payudara dapat meningkat seiringnya. Perubahan dalam ukuran payudara yang terkait dengan peningkatan berat badan ini juga dapat menyebabkan melebarnya areola.
Baca Juga: Begini Cara Membuat Kulit Putih dan Glowing dengan Aman dan Mudah!
Bagaimana Ciri-ciri Pelebaran Areola yang Tidak Wajar?
Perubahan areola pada satu payudara perlu diawasi karena bisa menandakan gejala kanker payudara. Pelebaran areola dan perubahan lainnya juga perlu diperhatikan sebagai indikasi masalah kesehatan.
Gejala yang perlu diwaspadai saat areola mengalami pelebaran melibatkan perubahan warna, seperti mengelupas, penebalan, gatal, kemerahan, atau gumpalan pada kulit areola, yang dapat menunjukkan penyakit paget.
Pertumbuhan beberapa helai di areola, terutama di area dada dengan jumlah yang signifikan, bisa menjadi tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang dapat memengaruhi menstruasi dan menyebabkan kista ovarium.
Pentingnya Pemeriksaan Payudara Secara Teratur
Pemeriksaan payudara secara teratur sangat penting untuk mendeteksi perubahan pada payudara, termasuk areola. Perubahan areola dapat menjadi gejala suatu kondisi atau gangguan yang perlu diwaspadai, seperti kanker payudara. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur untuk mendeteksi perubahan areola dan payudara.
Pemeriksaan payudara secara teratur dapat membantu mendeteksi perubahan pada areola, seperti perubahan ukuran, warna, dan bentuk. Selain itu, pemeriksaan payudara juga dapat membantu mendeteksi perubahan pada puting payudara, seperti perubahan warna, bentuk, dan tekstur.
Jika Anda mengalami perubahan pada areola atau payudara, sangat penting untuk periksakan diri ke dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebab perubahan pada areola atau payudara.
Pemeriksaan payudara secara teratur juga sangat penting bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui. Perubahan hormon selama kehamilan dan menyusui dapat menyebabkan perubahan pada payudara, termasuk areola. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur untuk mendeteksi perubahan pada areola dan payudara.
Dalam melakukan pemeriksaan payudara secara teratur, sangat penting untuk memperhatikan perubahan pada areola, seperti perubahan ukuran, warna, dan bentuk. Selain itu, juga perlu memperhatikan perubahan pada puting payudara, seperti perubahan warna, bentuk, dan tekstur.
Jika Anda mengalami perubahan pada areola atau payudara, sangat penting untuk tidak menunda-nunda untuk periksakan diri ke dokter. Kanker payudara dapat dideteksi lebih awal dengan melakukan pemeriksaan payudara secara teratur.
Dalam kesimpulan, pemeriksaan payudara secara teratur sangat penting untuk mendeteksi perubahan areola dan payudara. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur untuk mendeteksi perubahan areola dan payudara.
Bagaimana Cara Mengatasi Areola Melebar?
Apabila areola melebar disebabkan oleh penambahan berat badan, kehamilan, menstruasi, rangsangan seksual, atau menyusui, umumnya areola akan kembali ke ukuran semula setelah tubuh kembali ke kondisi normal.
Fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi dapat menyebabkan pembesaran areola. Meskipun demikian, pada beberapa wanita, areola mungkin tidak sepenuhnya pulih ke ukuran asal setelah mengalami kehamilan atau menyusui.
Meskipun melebarnya areola merupakan hal yang wajar, beberapa wanita mungkin merasa tidak puas dengan kondisi tersebut. Terkadang, ada yang berkeinginan mengecilkan ukuran areola karena faktor estetika. Salah satu metode paling efektif adalah dengan periksakan diri ke dokter untuk melakukan prosedur operasi.
Rekomendasi Prosedur Menghilangkan Areola Melear dari Plasthetic Clinic
Source: freepik.com
Di Plasthetic Clinic untuk dapat mengatasi areola yang melebar ini, Anda dapat melakukan prosedur areola reduction, lho. Areola reduction atau reduksi areola adalah prosedur bedah kosmetik yang bertujuan untuk mengurangi ukuran areola. Prosedur ini melibatkan pengurangan diameter areola dan bisa dilakukan bersamaan dengan operasi pengencangan payudara atau pada kasus tertentu, dapat dilakukan sendiri tanpa prosedur tambahan lainnya.
Prosedur reduksi areola biasanya dilakukan di bawah bius lokal atau sedasi ringan dan memakan waktu sekitar satu hingga dua jam tergantung pada kompleksitas kasus. Dokter akan membuat sayatan di sekeliling areola dan mengangkat jaringan kulit untuk dipotong sehingga ukuran areola dapat dikurangi sesuai keinginan pasien. Setelah itu, dokter akan menjahit kembali kulit sehingga hasil operasi terlihat alami.
Biasanya pasien merasa sedikit sakit atau nyeri setelah prosedur dan disarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat selama beberapa minggu agar area tersebut bisa sembuh dengan baik. Akan tetapi, risiko komplikasi dari prosedur ini sangat jarang terjadi dan hasilnya biasanya sangat memuaskan bagi pasien yang mengalami masalah dengan ukuran areola.
Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter di Plasthetic Clinic sebelum melakukan reduksi areola untuk mengetahui apakah Anda adalah kandidat yang tepat untuk prosedur ini serta memahami risiko dan manfaat yang terkait dengan operasi tersebut.
Plasthetic Clinic sendiri sudah terbukti berpengalaman dalam melakukan berbagai perawatan mulai dari dental, aesthetic, dan surgery contohnya operasi pembesaran payudara. Hingga saat ini Plasthetic Clinic sudah berhasil membuka 3 Cabang yaitu di Bendungan Hilir, Alam Sutera dan Banda Aceh serta akan kembali membuka cabang ke 4 di Kota Semarang.
Jangan lewatkan momen spesial ini! Bergabunglah bersama kami dalam merayakan Grand Opening Plasthetic Clinic Cabang Semarang yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Nikmati penawaran menarik dan diskon khusus untuk pembukaan Plasthetic Clinic Cabang Semarang.
Jadilah salah satu dari orang-orang pertama yang mencoba fasilitas dan layanan kami yang baru. See You There!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life.
Di Review Oleh:

