Peeling kini menjadi salah satu metode perawatan kulit yang paling populer bagi banyak individu yang mendambakan kulit sehat dan tampak bercahaya. Namun, di balik popularitasnya, tak jarang muncul kebingungan mengenai langkah-langkah perawatan yang tepat setelah prosedur ini dilakukan. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan para pegiat skincare adalah: “Apakah setelah peeling boleh pakai toner?”
Pertanyaan ini sebenarnya muncul karena kondisi kulit Anda dapat berubah menjadi lebih sensitif setelah menjalani peeling. Demi memberikan kejelasan, artikel ini hadir untuk mengupas tuntas mengenai kondisi kulit Anda pasca-peeling, peran dan fungsi berbagai jenis toner, serta panduan apakah keduanya bisa disatukan dalam rutinitas perawatan kulit harian Anda.
Table of Contents
ToggleApa yang Terjadi pada Kulit Setelah Peeling?
Peeling telah lama dikenal sebagai salah satu prosedur perawatan kulit yang diminati untuk mengembalikan vitalitas tampilan wajah maupun tubuh. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengangkat lapisan sel kulit mati yang menumpuk di permukaan. Hasilnya, kulit diharapkan menjadi lebih halus teksturnya, tampak lebih cerah, dan terasa lebih kencang.
Secara umum, peeling terbagi menjadi dua metode. Pertama adalah peeling kimia yang menggunakan bahan aktif seperti AHA, BHA, atau TCA untuk meluruhkan sel kulit mati. Kedua adalah peeling fisik, yaitu prosedur eksfoliasi yang melibatkan gesekan dari alat seperti scrub, mikrodermabrasi, atau dermabrasi.
Baca Juga: 9 Pantangan Setelah Chemical Peeling yang Perlu Diperhatikan
Fungsi dan Kandungan Toner Wajah
Toner sering dianggap sebagai langkah penyempurna setelah membersihkan wajah. Namun, fungsinya lebih dari sekedar itu. Mari kita bedah apa saja fungsi toner dan kandungan yang umum ditemui di dalamnya.
1. Menstabilkan Keseimbangan pH Kulit
Toner berperan penting setelah mencuci wajah karena membantu mengembalikan kelembapan dan menyeimbangkan pH kulit. Toner dengan kandungan seperti hyaluronic acid atau asam amino efektif menjaga hidrasi, terutama bagi kulit kering, sekaligus memperkuat skin barrier yang rentan terganggu akibat sabun atau polusi.
2. Membersihkan Sisa Kotoran yang Tertinggal
Toner berperan sebagai tahap pembersihan lanjutan. Fungsinya adalah mengangkat residu kotoran, minyak, atau sisa makeup yang mungkin tidak terangkat sempurna oleh pembersih utama Anda. Langkah ini penting untuk memastikan kulit benar-benar bersih secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke langkah-langkah perawatan kulit berikutnya.
3. Membantu Mengurangi Jerawat
Toner tertentu juga dapat berkontribusi dalam mengatasi jerawat ringan, terutama jika mengandung bahan aktif seperti asam salisilat atau benzoyl peroksida. Kandungan ini bekerja dengan cara membersihkan pori-pori secara mendalam, sehingga efektif membantu mencegah timbulnya jerawat dan komedo.
4. Mengontrol Produksi Minyak Berlebih di Kulit
Bagi pemilik kulit berminyak, toner jenis astringent memberikan manfaat khusus dengan membantu mengontrol produksi minyak berlebih. Hasilnya, wajah tampak lebih matte dan tidak mudah terlihat mengkilap, sekaligus membantu makeup tetap menempel lebih lama sepanjang hari.
Selain toner astringent atau balancing, ada pula beberapa jenis toner lain yang umum di pasaran, masing-masing dengan fungsi spesifik: ada hydrating toner untuk melembapkan, exfoliating toner yang membantu mengangkat sel kulit mati secara kimiawi, serta calming toner yang dirancang khusus untuk menenangkan kulit sensitif atau teriritasi.
Baca Juga: Perbedaan Peeling dan Exfoliating: Mana yang Lebih Efektif untuk Kulit Anda?
Apakah Boleh Pakai Toner Setelah Peeling?
Menjawab pertanyaan apakah setelah peeling boleh pakai toner, jawabannya adalah tergantung jenis tonernya. Secara umum, penggunaan toner, terutama yang mengandung eksfoliator (seperti AHA/BHA) atau alkohol, sebaiknya dihindari segera setelah prosedur peeling. Ini karena kulit berada dalam kondisi sangat sensitif dan rentan, dan mengaplikasikan produk yang berpotensi mengiritasi dapat memperparah reaksi seperti perih atau kemerahan, bahkan berisiko menghambat proses penyembuhan kulit.
Apabila Anda tetap ingin memakai toner setelah peeling, utamakan jenis hydrating toner atau calming toner yang komposisinya sangat ringan, tanpa alkohol, dan tanpa parfum. Meskipun begitu, saran terbaik adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit atau ahli estetika sebelum menggunakan produk apa pun sesudah peeling untuk memastikan keamanan dan pemulihan kulit yang optimal.
Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Toner Setelah Peeling
Setelah melakukan peeling, kulit Anda akan memasuki fase pemulihan dan menjadi lebih sensitif dari biasanya. Karena itu, penggunaan toner harus dilakukan dengan hati-hati dan pada waktu yang tepat. Idealnya, Anda sebaiknya menunda penggunaan toner selama 2-3 hari setelah peeling, terutama toner yang mengandung bahan aktif kuat seperti AHA, BHA, alkohol, atau exfoliating agents lainnya.
Saat kulit sudah mulai terasa lebih tenang, yang biasanya ditandai dengan berkurangnya kemerahan, rasa perih, dan kering yang ekstrem, Anda bisa mulai menggunakan toner yang sifatnya lembut dan menenangkan. Pilih toner dengan kandungan seperti hyaluronic acid, centella asiatica, niacinamide, ceramide, atau chamomile yang membantu menghidrasi sekaligus mempercepat pemulihan skin barrier.
Tips Perawatan Kulit Setelah Peeling
Selain soal toner, perawatan menyeluruh pasca-peeling juga sangat penting guna mendapatkan hasil optimal dan pemulihan yang cepat. Berikut beberapa tips yang wajib Anda ikuti.
1. Fokus pada Hidrasi dan Kelembapan Maksimal
Usai menjalani prosedur peeling, kulit cenderung menjadi lebih sensitif karena lapisan pelindung alaminya melemah. Untuk itu, penggunaan pelembap secara rutin sangat disarankan. Moisturizer membantu menenangkan iritasi seperti kemerahan serta mempercepat pemulihan dengan menjaga kelembapan dan memperkuat kembali skin barrier yang terganggu.
2. Wajib Menggunakan Sunscreen Setiap Hari
Kondisi kulit yang sedang sensitif juga sangat rentan terhadap efek samping yang dihasilkan oleh sinar UV matahari. Maka dari itu, perlindungan ekstra sangat diperlukan. Pastikan untuk selalu mengaplikasikan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap kali Anda beraktivitas di luar ruangan guna menghindari kerusakan lebih lanjut akibat paparan sinar matahari langsung.
3. Batasi Aktivitas Fisik yang Menyebabkan Keringat Berlebih
Produksi keringat berlebih dapat menghambat pemulihan kulit setelah peeling, terutama dalam tiga hari pertama. Selain mengurangi penyerapan produk, mengusap keringat memicu pengelupasan dini yang berisiko hiperpigmentasi. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari aktivitas yang memicu keringat di fase awal penyembuhan kulit setelah peeling.
4. Tidak Menggunakan Makeup Selama Proses Pemulihan
Penggunaan makeup setelah melakukan prosedur peeling juga perlu Anda hindari. Sebab, dalam pengaplikasian makeup akan melibatkan gesekan yang berlebih, baik dari jari, spons, atau kuas yang digunakan. Gesekan-gesekan pada kulit inilah yang dapat menyebabkan pengelupasan pada kulit yang terlalu dini. Maka dari itu, sebaiknya hindari penggunaan makeup sesuai dengan waktu yang dianjurkan oleh dokter terkait.
5. Jangan Mengelupas Kulit Secara Paksa
Mengelupas atau menarik kulit yang kering terkadang memang menggoda. Namun, melakukan hal ini dapat merusak lapisan kulit di bawahnya dan menghambat penyembuhan optimal. Biarkanlah kulit mengelupas secara alami tanpa dipaksa agar tidak menimbulkan masalah lainnya.
Baca Juga: 4 Perbedaan Facial dan Peeling yang Wajib Diketahui
Kesimpulan
Menjawab pertanyaan di awal, penggunaan toner setelah peeling ternyata membutuhkan kehati-hatian ekstra. Hindari menggunakan toner exfoliating atau beralkohol yang dapat mengiritasi kulit. Jika ingin menggunakan toner, gunakanlah hydrating atau calming toner yang lembut dan bebas iritan.
Apabila Anda ingin melakukan prosedur perawatan peeling yang aman dan efektif, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk memasukan perawatan peeling di klinik ke dalam rangkaian perawatan wajah Anda. Plasthetic Clinic sendiri menyediakan beberapa perawatan peeling yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit Anda, berikut di antaranya:
1. Premium Glow
Premium Glow merupakan perawatan di Plasthetic Clinic yang dirancang khusus untuk memberikan efek cerah seketika, meratakan warna kulit, dan membuatnya tampak lebih glowing dan sehat.
2. Microbubble Exfoliation
Teknologi eksfoliasi lembut yang dapat membersihkan pori-pori secara mendalam, mengangkat sel kulit mati, sekaligus menutrisi kulit, cocok untuk menjaga kesehatan kulit Anda secara rutin.
Sebelumnya, pastikan Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kami agar mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi dan jenis kulit yang Anda miliki, seperti facial Semarang. Semoga pertanyaan mengenai setelah peeling boleh pakai toner di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: Team Plasthetic Clinic
Sumber:
https://www.halodoc.com/kesehatan/peeling?srsltid=AfmBOooTuuCtgOpz12l7Xq7xSqab5GrF-U5En-MLb101tdUvad9rxwzf
https://klinikbamed.com/artikel/artikel-kesehatan/peeling-wajah-jenis-dan-manfaatnya/
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/bolehkah-menggunakan-toner-cantella-asiatica-niacinamide-ceramide-setelah-peeling-serum-
https://www.alodokter.com/fungsi-dan-cara-menggunakan-toner-wajah
https://www.fimela.com/beauty/read/5479413/6-tips-perawatan-wajah-setelah-melakukan-chemical-peeling?page=
https://www.estetiderma.co.id/berita/5-tips-yang-wajib-kamu-ikuti-sebelum-dan-sesudah-treatment-chemical-peeling/
