Eksim merupakan salah satu masalah kulit yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal, kulit kering, kemerahan, hingga luka yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap semua eksim memiliki bentuk dan penyebab yang sama, padahal terdapat berbagai jenis eksim dengan karakteristik yang berbeda-beda. Memahami jenis eksim penting dilakukan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi kulit yang dialami.
Untuk mengetahui jenis-jenisnya, langsung saja simak artikel Plasthetic Clinic berikut hingga tuntas!
Table of Contents
ToggleJenis-Jenis Eksim yang Perlu Anda Ketahui
Jenis eksim dapat muncul karena berbagai faktor, mulai dari genetik, alergi, gangguan sistem imun, hingga paparan lingkungan. Setiap jenis memiliki gejala dan area kulit yang berbeda.
Berikut beberapa jenis eksim yang paling sering ditemukan.
1. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik merupakan jenis dermatitis yang paling sering terjadi. Kondisi ini umumnya menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun dan dapat membaik seiring bertambahnya usia.
Beberapa faktor yang memicu dermatitis atopik meliputi:
- Faktor genetik atau keturunan
- Kulit yang sangat kering
- Gangguan sistem imun
- Faktor lingkungan
Ciri-ciri dermatitis atopik antara lain:
- Sering terjadi pada penderita asma atau rhinitis alergi
- Memiliki riwayat keluarga dengan eksim
- Ruam merah, gatal, kering, dan bersisik
- Muncul di wajah, kulit kepala, lipatan siku, dan belakang lutut
- Terkadang muncul gelembung kecil berisi cairan bening
Gejalanya dapat memburuk akibat paparan alergen seperti tungau, debu, atau makanan tertentu.
Baca Juga: Cara Mengobati Eksim yang Tepat agar Gejala Tidak Mudah Kambuh
2. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak terbagi menjadi dua jenis, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.
Dermatitis kontak iritan terjadi akibat paparan zat yang merusak lapisan kulit, seperti:
- Deterjen
- Cairan pembersih rumah
- Sabun yang keras
- Bahan kimia tertentu
Gejala dapat muncul setelah satu kali paparan zat yang kuat atau akibat paparan berulang dalam jangka panjang.
Sementara itu, dermatitis kontak alergi terjadi ketika kulit bereaksi terhadap bahan pemicu alergi seperti:
- Nikel
- Lateks
- Produk makeup
- Bahan perhiasan
- Tanaman tertentu
Gejala biasanya muncul dalam waktu 48–96 jam setelah paparan dan dapat terjadi pada tangan, kaki, leher, dada, hingga area puting.
3. Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik ditandai dengan munculnya sisik berwarna kekuningan pada area kulit yang berminyak.
Area yang sering terkena antara lain:
- Kulit kepala
- Wajah
- Area sekitar hidung
- Alis dan telinga
Pada bayi, kondisi ini dikenal sebagai cradle cap, yaitu sisik tebal berwarna kuning pada kulit kepala.
Sementara pada orang dewasa, dermatitis seboroik sering muncul dalam bentuk ketombe membandel.
Penyebabnya diduga berkaitan dengan pertumbuhan jamur tertentu yang berlebihan pada kulit. Penanganan biasanya melibatkan:
- Sampo khusus
- Obat antijamur
- Pelembap kulit
Untuk mencegah kekambuhan:
- Gunakan pelembap setelah mandi
- Hindari mandi terlalu lama
- Pilih sabun tanpa parfum
4. Dyshidrotic Eczema
Dermatitis dishidrotik ditandai dengan munculnya gelembung kecil berisi cairan pada:
- Jari tangan
- Telapak tangan
- Telapak kaki
Lepuhan tersebut dapat terasa nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Setelah 2–3 minggu, lepuhan akan mengering dan meninggalkan kulit pecah-pecah.
Pemicunya antara lain:
- Cuaca panas
- Keringat berlebih
- Kulit yang mudah kering
- Paparan cairan secara terus-menerus
Pekerja yang sering mengalami kondisi ini meliputi petugas kebersihan, tukang cuci, dan pekerja salon.
Baca Juga: Eksim Bibir: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya dengan Aman
5. Nummular Eczema
Dermatitis numularis ditandai dengan ruam berbentuk bulat menyerupai koin yang terasa gatal dan nyeri.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada:
- Pria usia 55–65 tahun
- Wanita usia 15–25 tahun
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor yang diduga memicu antara lain:
- Paparan nikel
- Formalin
- Obat-obatan tertentu
- Infeksi kulit
- Cedera pada kulit
- Riwayat dermatitis lainnya
6. Neurodermatitis
Neurodermatitis biasanya dimulai dengan rasa gatal pada area tertentu, seperti:
- Tangan
- Kaki
- Belakang telinga
- Belakang leher
- Area genital
Rasa gatal dapat bertambah berat saat seseorang sedang stres atau tidur.
Kebiasaan menggaruk terus-menerus menyebabkan kulit menjadi:
- Menebal
- Berwarna kemerahan atau keunguan
- Terlihat lebih kasar dan berkerut
7. Stasis Dermatitis
Stasis dermatitis terjadi akibat gangguan aliran darah pada pembuluh vena di tungkai.
Ketika darah sulit kembali ke jantung, cairan dapat menumpuk sehingga menyebabkan:
- Pembengkakan
- Nyeri
- Varises
Kulit di sekitar area tersebut dapat berubah menjadi:
- Lebih gelap
- Kering
- Pecah-pecah
- Mengalami luka atau ulkus
Baca Juga: Apa Itu Eksim di Wajah? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?
Selain berdasarkan jenisnya, eksim juga sering dibedakan menjadi eksim basah dan eksim kering. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, berikut penjelasannya:
1. Eksim Basah
Eksim basah ditandai dengan adanya luka yang tampak basah, berair, bahkan dapat disertai nanah.
Kondisi ini dapat muncul akibat:
- Infeksi
- Reaksi autoimun
- Ulkus
- Alergi atau iritasi
Gejalanya meliputi:
- Luka terbuka
- Cairan yang keluar dari kulit
- Rasa gatal dan nyeri
- Risiko infeksi yang lebih tinggi
Jika mengalami eksim basah, hindari menggaruk area yang terkena karena dapat memperparah kondisi.
Beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan:
- Membersihkan luka dengan air hangat
- Menggunakan sabun antiseptik yang lembut
- Menjaga kebersihan tangan
- Menghindari bahan yang memicu alergi
Eksim basah juga lebih mudah menyebar, terutama bila area yang terinfeksi menyentuh kulit lain.
Pada musim hujan, kelembapan tinggi dapat mempercepat pertumbuhan jamur sehingga penting untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah.
2. Eksim Kering
Di sisi lain, eksim kering ditandai dengan:
- Kulit kering
- Ruam merah
- Gatal
- Kulit pecah-pecah
Bagian tubuh yang sering terkena meliputi:
- Pergelangan tangan
- Pergelangan kaki
- Leher
- Dada
- Lipatan siku
- Lipatan lutut
- Kelopak mata
Beberapa penyebab eksim kering antara lain:
- Faktor genetik
- Riwayat asma
- Stres
- Alergi
- Cuaca dingin dan kering
- Penggunaan pakaian berbahan wol
- Sabun dengan bahan kimia keras
Penanganannya relatif sederhana apabila dipicu oleh kulit kering, yaitu dengan menggunakan pelembap hypoallergenic yang aman bagi kulit sensitif.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak mandi terlalu lama karena dapat membuat kulit semakin kering. Gunakan sabun yang lembut dan bebas bahan iritan agar lapisan pelindung kulit tetap terjaga.
Hindari pula menggaruk area yang terasa gatal karena dapat memperparah peradangan serta meningkatkan risiko infeksi pada kulit.
Baca Juga: Penyebab Dermatitis Wajah, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya dengan Efektif
Faktor yang Menyebabkan Eksim Mudah Kambuh
Eksim termasuk penyakit kulit kronis yang dapat kambuh sewaktu-waktu. Beberapa faktor berikut dapat memicu gejala kembali muncul.
1. Kulit yang Kering
Untuk mencegah eksim kambuh, jaga kelembapan kulit dengan rutin menggunakan pelembap, menjaga kebersihan kulit, dan menghindari produk yang terlalu keras atau dapat memicu iritasi.
2. Makanan Tertentu
Makanan bukan penyebab utama eksim, tetapi beberapa jenis makanan dapat memperburuk gejalanya, terutama pada orang yang memiliki alergi makanan.
Beberapa makanan yang sering dikaitkan dengan eksim antara lain susu, kerang, dan kacang-kacangan.
3. Bahan Kimia dalam Produk Rumah Tangga dan Perawatan Tubuh
Bahan kimia dalam produk rumah tangga dan perawatan tubuh, seperti sabun, deterjen, parfum, serta produk pembersih, dapat mengiritasi kulit dan memicu kambuhnya eksim.
4. Berkeringat atau Kepanasan
Suhu tubuh yang meningkat dapat memicu rasa gatal dan memperparah eksim. Cuaca panas dan lembap juga membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
5. Perubahan Suhu Secara Mendadak
Perubahan suhu yang drastis, misalnya dari ruangan ber-AC ke cuaca panas di luar, dapat membuat kulit kehilangan kelembapan. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering dan gejala eksim mudah kambuh.
Konsultasi Masalah Kulit Anda di Plasthetic Clinic!
Jenis eksim yang beragam membuat setiap orang memerlukan penanganan yang berbeda. Mengenali penyebab, gejala, dan faktor pemicunya menjadi langkah penting agar kondisi kulit tidak semakin parah.
Jika Anda mengalami gatal yang berkepanjangan, kulit kering yang tidak kunjung membaik, atau ruam yang sering kambuh, sebaiknya lakukan konsultasi dengan tenaga profesional.
Anda juga bisa mendapatkan informasi seputar perawatan kulit dan layanan Klinik Kecantikan Kulit untuk membantu menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.
Dengan penanganan yang tepat dan perawatan yang sesuai, gejala eksim dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup Anda tetap terjaga.
Plasthetic Clinic, Enhance Quality of Life!
Ditinjau oleh: Tim Plasthetic Clinic
Sumber:
https://hellosehat.com/penyakit-kulit/dermatitis/penyebab-eksim/#google_vignette
https://www.alodokter.com/macam-macam-dermatitis-yang-perlu-anda-ketahui
https://herminahospitals.com/id/articles/jenis-penyakit-eksim-dan-cara-menanganinya
https://ciputrahospital.com/penyakit-kulit-eksim/
