Pahami 4 Perbedaan Filler dan Silikon dalam Dunia Kecantikan

perbedaan filler dan silikon

Pahami 4 Perbedaan Filler dan Silikon dalam Dunia Kecantikan

Di Tinjau oleh Dokter

Bagi sebagian individu, menjaga penampilan fisik menjadi hal yang sangat penting. Dalam upaya mencapai penampilan yang diidamkan, beberapa individu mungkin akan mempertimbangkan penggunaan suntik filler dan silikon. Walaupun kedua prosedur ini sama-sama menyuntikkan zat tertentu ke dalam kulit, namun, terdapat beberapa perbedaan filler dan silikon. Untuk mengetahui apa saja perbedaan-perbedaan antara filler dan silikon, maka Anda bisa langsung menyimak artikel berikut ini sampai tuntas ya!

Apa Itu Filler?

Filler adalah salah satu jenis perawatan atau metode yang cukup populer dalam dunia kecantikan. Tujuan dari perawatan filler sendiri adalah untuk mengisi kerutan, lipatan, atau area yang sudah kehilangan volume.

Umumnya, kandungan filler terbuat dari Hyaluronic Acid (HA) yang disuntikkan ke area tertentu pada wajah. Hyaluronic Acid sendiri merupakan sebuah zat yang juga diproduksi oleh tubuh. Sehingga, saat kandungan ini disuntikkan ke dalam tubuh, maka dapat langsung terserap oleh tubuh. 

Jika dibandingkan dengan silikon, filler memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi. Karena filler menggunakan kandungan yang berbahan dasar dari fermentasi bakteri yang sudah ada pada tubuh manusia, yaitu kandungan Hyaluronic Acid. Kandungan Hyaluronic Acid sendiri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit, di antaranya seperti dapat melembapkan wajah, meningkatkan elastisitas dan pembentukan kolagen, hingga mengisi celah yang kosong. 

Perawatan filler umumnya bersifat sementara, dan efeknya dapat bertahan selama beberapa bulan hingga lebih dari setahun. Hal ini akan tergantung pada jenis filler yang digunakan. Sehingga, Anda akan memerlukan perawatan ulang setiap 4-6 bulan sekali. 

Baca Juga: Manfaat Filler Payudara yang Perlu Anda Ketahui

Apa Itu Silikon?

Silikon merupakan sebuah metode yang dilakukan dengan menyuntikkan silikon cair yang berupa zat sintetis permanen ke beberapa bagian tubuh, seperti wajah, bibir, bokong, dan payudara. Tujuan dari suntik silikon sendiri adalah untuk memperbaiki bentuk tubuh agar sesuai dengan keinginan yang diharapkan.

Namun, penggunaan silikon cair saat ini sudah tidak diperbolehkan lagi dalam dunia kesehatan. Karena, silikon cair menghadirkan risiko yang terlalu banyak bagi kesehatan tubuh. Selain itu, kandungan yang terdapat di dalam silikon cair juga tidak dapat terserap oleh tubuh, sehingga dapat membahayakan kesehatan pasien dalam jangka waktu panjang. 

Baca Juga: Dermal Filler: Pengertian, Tujuan, dan Prosedurnya

Apa Saja Perbedaan Filler dan Silikon?

Sebelum memutuskan melakukan perawatan filler dan silikon, Anda perlu mengetahui beberapa perbedaan filler dan silikon terlebih dahulu.  Karena nyatanya, filler dan silikon memiliki beberapa karakteristik yang berbeda, baik dalam bahan yang digunakan, tujuan penggunaannya, serta risiko dan efek samping yang dapat ditimbulkan.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan filler dan silikon yang dapat teman Plasthetic ketahui.

1. Bahan

Salah satu perbedaan filler dan silikon yang paling mencolok terletak pada kandungan bahan yang digunakannya. Pada perawatan filler, bahan yang digunakan adalah Hyaluronic Acid yang dapat diserap oleh tubuh secara alami. Sedangkan, dalam perawatan silikon akan digunakan silikon cair atau gel, yang merupakan bahan sintetis yang tidak dapat diserap oleh tubuh.

2. Tujuan Penggunaan

Perawatan filler umumnya digunakan untuk mengurangi tanda-tanda penuaan di wajah, seperti keriput dan garis halus, serta untuk memberikan volume pada daerah-daerah tertentu yang membutuhkan perbaikan. Sedangkan, silikon digunakan untuk memberikan volume yang signifikan pada daerah tertentu, seperti bibir, bokong, serta payudara. 

Banner Plastic Surgeon

3. Risiko dan Efek Samping

Jika membicarakan mengenai risiko dan efek samping, filler umumnya dianggap relatif lebih aman bila dibandingkan dengan silikon. Hal ini dikarenakan bahan kandungan yang digunakan dalam perawatan filler dapat diserap secara alami oleh tubuh, sehingga risiko infeksi atau reaksi alergi umumnya lebih rendah. 

Efek samping dari filler umumnya juga bersifat sementara dan ringan, seperti kemerahan atau pembengkakan pada area yang disuntik. Sedangkan, penggunaan silikon cair dalam prosedur kosmetik masih menjadi kontroversi karena dapat menimbulkan risiko infeksi, peradangan, atau reaksi alergi yang lebih tinggi. Efek samping dari perawatan silikon biasanya juga dapat bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki.

4. Durasi 

Perbedaan filler dan silikon yang terakhir terletak pada durasi yang dimilikinya. Perawatan filler dapat memberikan efek sementara yang bertahan selama beberapa bulan hingga setahun, tergantung pada jenis filler yang digunakan. Selain itu, perawatan filler juga dapat memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengevaluasi hasilnya sebelum memutuskan apakah ingin melanjutkan prosedurnya di masa yang akan mendatang. Sementara itu, perawatan silikon dapat memberikan efek yang lebih permanen dan sulit untuk dibalik atau diubah.

Baca Juga: Kenali 5 Manfaat Filler Hidung, Prosedur, dan Efek Sampingnya

Rekomendasi Prosedur Pemasangan Filler dan Silikon dari Plasthetic Clinic

Rekomendasi Prosedur Pemasangan Filler dan Silikon
Source: freepik.com

Jika Anda memiliki pertimbangan untuk melakukan prosedur pemasangan filler dan silikon, maka penting bagi Anda untuk memilih penyedia layanan yang terpercaya dan profesional. Plasthetic Clinic adalah jawaban yang Anda butuhkan. Dilengkapi dengan dokter-dokter yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, Plasthetic Clinic siap untuk membantu Anda dalam mengembalikan tingkat kepercayaan diri. 

Salah satu rekomendasi perawatan yang dapat Anda lakukan di Plasthetic Clinic adalah perawatan filler. Filler sendiri merupakan sebuah perawatan kecantikan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan kandungan Hyaluronic Acid murni sebagai zat alami yang berguna untuk mengisi kekosongan pada beberapa area.

Tujuan dari perawatan satu ini adalah untuk mengurangi munculnya kerutan dan mengembalikan vitalitas wajah yang mulai berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Perawatan filler yang terdapat di Plasthetic Clinic sendiri terbagi menjadi dua jenis, di antaranya adalah Premium Filler dan Optimum Filler.

Untuk menentukan jenis filler mana yang sesuai dengan kondisi yang Anda butuhkan, maka Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter yang terkait terlebih dahulu. Melakukan proses konsultasi sendiri bersifat wajib untuk Anda lakukan, karena dengan melakukan konsultasi, Anda dapat mengetahui perawatan mana yang sesuai dengan kebutuhan yang Anda miliki serta membantu Anda dalam mengetahui risiko dan efek samping yang mungkin ditimbulkan selama proses perawatan berlangsung.

Untuk melakukan konsultasi, teman Plasthetic bisa langsung menghubungi tim kami di sini. Semoga informasi mengenai perbedaan filler dan silikon di atas dapat bermanfaat untuk Anda!

Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!

*Semua yang tertulis di website memungkinkan terjadinya perbedaan dari segi proses, risiko, komplikasi, dan hasil bagi setiap individu. Maka dari itu, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya.

Sources:

SHARE THIS ARTICLE IN:

Recent Articles

Apa itu Skindemic? Yuk Cek Apa Saja Permasalahan Kulit Selama Pandemi!

Read More

Bagaimana Cara Memancungkan Hidung di Klinik Kecantikan?

Read More

Polyglutamic Acid: Pengertian dan Manfaatnya dalam Skincare

Read More

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!