Bagi Anda yang mengikuti perkembangan dunia kecantikan, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah skin barrier. Bisa dibilang, skin barrier merupakan garda terdepan dalam mendapatkan kulit wajah yang sehat dan bercahaya. Namun, permasalahan kulit seperti kerusakan pada skin barrier sering kali muncul, yang ditandai dengan berbagai ciri ciri skin barrier rusak yang khas.
Untuk membantu Anda dalam mengatasi skin barrier yang rusak, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel Plasthetic Clinic berikut sampai selesai, ya!
Baca Juga: Apa Ciri-ciri Tidak Cocok Pakai Skincare? Ini 9 Cirinya!
Table of Contents
ToggleCiri-Ciri Skin Barrier Rusak
Kerusakan pada skin barrier biasanya ditandai dengan berbagai reaksi yang muncul di permukaan kulit wajah. Beberapa ciri yang dapat menunjukkan kerusakan skin barrier antara lain adalah sebagai berikut.
1. Muncul Iritasi
Ciri ciri skin barrier rusak yang pertama adalah munculnya iritasi yang ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, dan sensasi perih. Ketika skin barrier melemah, kulit wajah menjadi lebih rentan terhadap gesekan, alergen, serta kandungan kimia dalam produk perawatan dan kosmetik, yang berpotensi menyebabkan iritasi.
2. Kulit Terlihat Kusam
Tanda lain dari kerusakan pada skin barrier adalah kulit yang tampak kusam, kurang sehat, dan kehilangan kilau alami. Kerusakan pada skin barrier dapat mengganggu proses regenerasi sel kulit, yang pada akhirnya berdampak pada penampilan kulit secara keseluruhan.
3. Jerawat atau Peradangan
Kerusakan pada skin barrier dapat membuat bakteri, kotoran, dan minyak lebih mudah masuk ke dalam pori-pori, sehingga memicu peradangan yang dapat menyebabkan jerawat, kemerahan, hingga pembengkakan.
Selain itu, kerusakan pada skin barrier juga dapat mengurangi kelembapan dan kadar air pada kulit, yang tidak hanya membuat kulit tampak kusam, tetapi juga merangsang produksi sebum secara berlebihan. Produksi minyak berlebih ini berpotensi menyumbat pori-pori, sehingga menjadi salah satu penyebab utama timbulnya jerawat.
Baca Juga: Skin Fasting: Tren Perawatan Kulit, Manfaat & Risikonya
4. Timbul Kerutan
Munculnya garis-garis halus dan kerutan yang terlihat lebih cepat dari biasanya juga menjadi indikasi kerusakan pada skin barrier. Kondisi ini terjadi karena skin barrier yang rusak tidak mampu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit secara optimal.
5. Kulit Lebih Rentan Terhadap Infeksi
Skin barrier merupakan lapisan pelindung kulit yang berfungsi menjaga kulit wajah dari berbagai ancaman, seperti patogen penyebab infeksi, paparan sinar UV, polusi, radikal bebas, dan bahan kimia berbahaya. Ketika lapisan ini mengalami kerusakan, maka kulit wajah Anda menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap gangguan dari luar.
6. Muncul Rasa Gatal atau Sensasi Terbakar
Ketika skin barrier tidak berfungsi dengan baik, kulit dapat mengalami sensasi gatal dan terbakar. Hal ini terjadi karena lapisan pelindung kulit yang melemah tidak mampu menjaga keseimbangan lingkungan kulit, sehingga zat iritan, alergen, atau bakteri lebih mudah masuk dan memicu masalah pada kulit.
7. Warna Kulit Menjadi Kemerahan
Kemerahan pada kulit yang tidak kunjung hilang dapat menjadi indikasi bahwa skin barrier sedang mengalami kerusakan. Ketika skin barrier melemah, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi akibat faktor lingkungan atau bahan-bahan dalam produk perawatan. Hal ini dapat memicu pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit, yang menyebabkan kemerahan yang menetap, terutama di area wajah dan pipi.
8. Kulit yang Terasa Kaku
Skin barrier yang sehat berperan penting dalam menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Namun, ketika skin barrier rusak, lapisan pelindung kulit menjadi lemah sehingga kulit kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan kelembapan. Akibatnya, kulit terasa kering, kaku, dan mudah iritasi.
Baca Juga: Sensitized Skin Adalah: Perbedaan dan Ciri-Cirinya
9. Sensitivitas Kulit Meningkat
Kerusakan pada skin barrier juga dapat mengakibatkan peningkatan sensitivitas kulit terhadap rangsangan eksternal. Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsi pelindung kulit, sehingga berbagai bahan atau faktor lingkungan dapat dengan mudah menembus lapisan kulit dan menimbulkan reaksi yang merugikan.
10. Luka atau Lecet Sulit Sembuh
Kondisi skin barrier yang rusak umumnya dapat menghambat proses penyembuhan luka atau lecet pada kulit. Skin barrier yang sehat berfungsi untuk mempertahankan integritas kulit serta melindungi dari ancaman bakteri dan zat berbahaya. Namun, ketika skin barrier rusak, lapisan perlindungan ini akan terganggu yang menyebabkan lambatnya penyembuhan luka atau lecet dengan cepat.
11. Terjadi Perubahan Warna (Pigmentasi)
Ketika skin barrier rusak, kulit umumnya akan bereaksi dengan memproduksi lebih banyak melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan munculnya noda hitam atau hiperpigmentasi, terutama di area yang sering terpapar sinar matahari atau mengalami iritasi.
12. Pengelupasan Kulit Berlebihan
Kulit yang mengalami kerusakan skin barrier sering kali terasa kasar dan mengelupas. Ini karena lapisan pelindung kulit yang lemah tidak bisa menahan sel kulit mati sehingga kulit jadi terlihat bersisik.
13. Reaksi Ekstrem Terhadap Suhu Panas atau Dingin
Ciri ciri skin barrier rusak yang terakhir adalah reaksi terhadap suhu yang panas dan dingin yang berlebihan. Paparan suhu panas berisiko menyebabkan kulit terbakar atau iritasi, sedangkan suhu dingin dapat membuat kulit kering dan meradang. Oleh karena itu, menjaga skin barrier agar tetap sehat sangat penting untuk membantu kulit beradaptasi dengan perubahan cuaca dan mempertahankan kelembapannya.
Baca Juga: 5 Perbedaan Skin Booster dan Botox
Penyebab Skin Barrier Rusak
Setiap harinya, kulit kita akan berhadapan dengan berbagai ancaman, baik dari lingkungan sekitar maupun dari dalam tubuh. Dalam hal ini, skin barrier memiliki peran yang penting dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan. Namun, skin barrier ini rentan terhadap berbagai ancaman yang dapat melemahkannya. Memahami faktor-faktor penyebab kerusakan skin barrier sangat penting agar kesehatan kulit Anda tetap terjaga.
Adapun beberapa faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi skin barrier Anda, antara lain:
-
Kondisi lingkungan yang ekstrem: Misalnya udara sangat panas, dingin, atau kelembapan yang terlalu rendah.
-
Polusi udara, alergen, dan iritasi: Partikel polutan dan debu dapat merusak lapisan pelindung kulit.
-
Paparan sinar matahari berlebih: Sinar UV menembus kulit dan melemahkan struktur pelindungnya.
-
Produk perawatan yang tidak sesuai: Penggunaan skincare dengan kandungan terlalu keras atau tidak cocok.
-
Bahan kimia berbahaya : Seperti deterjen, pembersih rumah tangga, atau bahan kimia industri.
-
Perawatan kulit terlalu agresif: Eksfoliasi berlebihan, scrub kasar, atau penggunaan alat perawatan yang terlalu sering.
-
Efek samping obat tertentu: Obat jerawat berbasis retinoid atau kortikosteroid topikal/oral dapat menipiskan lapisan pelindung kulit.
-
Stres berlebihan: Hormon stres dapat mengganggu keseimbangan kelembapan alami kulit.
-
Faktor keturunan/genetik: Kondisi seperti eksim atau psoriasis membuat skin barrier lebih rentan.
-
Penuaan alami: Produksi minyak alami kulit menurun, menyebabkan kulit kering dan mudah iritasi.
-
Kurang tidur: Regenerasi kulit terganggu saat jam istirahat tidak terpenuhi.
-
Pola makan tidak seimbang: Kekurangan vitamin, mineral, atau asam lemak esensial dapat melemahkan pertahanan kulit.
-
Dehidrasi: Asupan cairan yang minim membuat kulit kehilangan kelembapan internal.
-
Merokok dan konsumsi alkohol: Menurunkan sirkulasi darah dan merusak kolagen serta elastin.
-
Perubahan hormon: Misalnya selama pubertas, kehamilan, atau menopause.
-
Paparan air panas berlebihan: Mandi dengan air sangat panas dapat meluruhkan minyak pelindung alami kulit.
Cara Mengatasi Skin Barrier Rusak
Setelah mengetahui ciri-ciri dan penyebabnya, langkah berikutnya yang perlu Anda ketahui adalah mengembalikan fungsi skin barrier. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Mencuci Wajah dengan Air Hangat
Mencuci wajah dengan air hangat merupakan cara yang efektif untuk membersihkan kulit tanpa menimbulkan iritasi. Namun, hindari menggunakan air yang terlalu panas, karena dapat menghilangkan minyak alami yang berperan penting dalam melindungi kulit. Pastikan juga untuk memilih pembersih wajah dengan formula lembut dan bebas bahan keras seperti SLS (sodium lauryl sulfate) agar skin barrier tetap terlindungi dan sehat.
2. Eksfoliasi Secara Lembut
Eksfoliasi adalah langkah penting untuk mengangkat sel kulit mati, tetapi melakukannya terlalu sering atau menggunakan produk yang kasar dapat merusak skin barrier.
Alih-alih menggunakan eksfoliator fisik seperti “microbeads” yang dapat menyebabkan robekan mikro pada kulit dan berdampak buruk bagi lingkungan, pilihlah eksfoliator kimiawi dengan kandungan seperti AHA (alpha hydroxy acid) atau PHA (polyhydroxy acid) yang lebih lembut.
Produk ini bekerja secara perlahan untuk membantu kulit terkelupas secara halus, sehingga memancarkan cahaya alami dari dalam. Untuk hasil optimal, gunakan eksfoliator kimiawi secara teratur namun cukup 1-2 kali seminggu agar kulit tetap terlindungi.
3. Menjaga Kelembapan Kulit
Kulit yang terhidrasi dengan baik dapat mempercepat pemulihan skin barrier, sehingga penting untuk menggunakan pelembap yang mengandung bahan-bahan yang melembapkan seperti ceramide, hyaluronic acid, glycerin, asam lemak, atau lipid yang berfungsi menggantikan dan memperbaiki lapisan pelindung kulit secara alami. Pilih produk tanpa kandungan alkohol tinggi atau pewangi untuk menghindari iritasi, dan pastikan pelembap yang digunakan mampu menutrisi kulit serta menjaga kesehatannya secara optimal.
Baca Juga: Mengenal 11 Cara Mengatasi Kemerahan di Wajah
4. Menggunakan Sunscreen
Menggunakan sunscreen merupakan langkah penting untuk melindungi kulit, dan memilih produk yang tepat sangatlah krusial. Dengan berbagai jenis sunscreen yang tersedia di pasaran, luangkanlah waktu Anda untuk menemukan yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda. Jangan lupa untuk mengaplikasikannya secara merata, termasuk pada area kulit yang sering terabaikan, seperti leher dan area telinga.
5. Menjaga Keseimbangan pH Kulit Anda
pH, singkatan dari “hidrogen potensial,” menunjukkan tingkat keasaman kulit. Umumnya tingkat pH yang normal berada di sekitar 5,5. Jika pH kulit terlalu tinggi atau rendah, lapisan pelindung kulit dapat terganggu, membuatnya rentan terhadap kerusakan.
Karena memahami pH kulit dan memilih produk yang tepat untuk menyeimbangkannya bisa menjadi hal yang rumit, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.
Kesimpulan
Menjaga skin barrier tetap sehat menjadi kunci utama dalam mendapatkan kulit wajah yang lembap, halus, dan bercahaya. Jika Anda menemukan ciri-ciri skin barrier rusak, segera lakukan langkah perbaikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Selain perawatan mandiri, Anda juga dapat melakukan perawatan profesional di Plasthetic Clinic. Berikut adalah beberapa jenis perawatan yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat, bersih, dan bersinar.
Facial membantu membersihkan kulit secara mendalam sekaligus memberikan kelembapan yang dibutuhkan.
Perawatan ini dapat meningkatkan kilau alami kulit sekaligus memperkuat skin barrier.
Teknologi laser ini efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk memperbaiki skin barrier yang rusak. Perawatan ini dapat membantu kulit wajah dalam merangsang pembentukan kolagen yang berfungsi dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Sebelumnya, pastikan Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan menghubungi tim kami di sini agar mendapatkan jenis perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit wajah yang Anda miliki. Jangan ragu untuk datang dan konsultasikan kebutuhan kulit Anda di Plasthetic Clinic sekarang juga!
Semoga informasi mengenai ciri ciri skin barrier rusak di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: dr. Nadya Arini Puspasari
Sumber:
https://www.healthline.com/health/skin-barrier#damage
https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/characteristics-of-damaged-skin-barrier-and-how-to-treat-it
https://www.cderma.id/skin-barrier-rusak/
https://www.paulaschoice-eu.com/your-skins-barrier-why-its-such-a-big-deal
https://health.clevelandclinic.org/skin-barrier
