Kehilangan gigi dapat mempengaruhi fungsi pengunyahan, tampilan estetika gigi, dan bahkan kesehatan mulut secara keseluruhan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan dental bridge. Namun, sebelum Anda memilih perawatan ini penting untuk mengetahui proses, keuntungan, dan potensi resikonya.
Table of Contents
ToggleApa Itu Dental Bridge?
Dental bridge adalah perangkat medis yang digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang dengan cara menciptakan “jembatan” gigi yang terdiri dari pontic (gigi tiruan) dan crown/penyangga yang dipasang pada gigi penyangga di kedua sisi gigi yang hilang.
Baca Juga: 4 Macam-Macam Gigi Tiruan yang Ada
Bagaimana Prosedur Pemasangan Dental Bridge?
Tujuan penggunaan bridge gigi adalah untuk memulihkan fungsi rahang, meningkatkan estetika gigi, dan menjaga kesehatan mulut. Proses pembuatan dental bridge dimulai dengan melakukan konsultasi dengan dokter gigi untuk menentukan jenis material yang akan digunakan. Kemudian, dokter gigi akan mempersiapkan gigi penyangga yang terletak di sisi kiri dan kanan gigi yang hilang. Proses persiapan meliputi pemotongan bagian atas gigi penyangga serta pembuatan cetakan gigi untuk memastikan dental bridge yang dibuat sesuai dengan ukuran dan bentuk gigi yang diperlukan.
Setelah itu, dokter gigi akan membuat crown/penyangga untuk diletakkan di atas gigi penyangga, lalu gigi buatan/pontic akan dipasangkan pada crown. Setelah semuanya dipersiapkan, dokter gigi akan memasang dental bridge dan memastikan dental bridge tersebut tertanam dengan kuat dan aman.
Apa Saja Jenis-jenis Dental Bridge?
Dental bridge memiliki beragam jenis yang dapat Anda pilih atau sesuaikan dengan kebutuhan gigi Anda. Berikut adalah penjelasan mengenai varian-varian dental bridge:
1. Traditional Bridge
Traditional Bridge adalah jenis yang sering digunakan ketika terdapat celah di antara dua gigi akibat gigi hilang di antara mereka. Dalam prosedur ini, gigi palsu permanen akan terhubung ke dental crown yang sudah ditempatkan pada masing-masing gigi penyangga.
2. Cantilever
Hampir mirip dengan jenis Traditional Bridge, namun dengan perbedaan gigi palsu terhubung ke dental crown yang disemen pada satu gigi penyangga saja. Cantilever Bridge hanya memerlukan satu gigi asli di sebelah sisi celah yang terbentuk.
3. Maryland
Maryland juga bergantung pada dua gigi penyangga untuk menopangnya. Akan tetapi, yang membedakan jenis ini adalah penggunaannya tanpa dental crown. Sebagai gantinya, jenis Maryland menggunakan kerangka logam atau porselen yang terikat pada bagian belakang gigi penyangga.
4. Implant-Supported Dental Bridge
Seperti namanya, jenis dental bridge ini memanfaatkan implan gigi untuk menggantikan dental crown atau kerangka gigi. Dalam prosedur ini, gigi tiruan akan ditempatkan di antara dua dental crown yang terhubung dengan gigi yang sudah terpasang implan. Sehingga dianggap dental bridge jenis ini sebagai yang paling kokoh dan kuat.
Baca Juga: 4 Cara Merawat Gigi Tambal Laser
Apa Saja Manfaat Dental Bridge?
Dental bridge dapat memberikan banyak manfaat bagi pasien yang mengalami kehilangan gigi. Berikut ini adalah berbagai keuntungan melakukan prosedur dental bridge, yaitu:
1. Mengembalikan Fungsi Pengunyahan
Bridge gigi membantu mengembalikan kemampuan mengunyah makanan dengan normal setelah kehilangan gigi. Kehilangan gigi bisa membuat pengunyahan menjadi sulit dan tidak nyaman, namun dengan dental bridge, gigi pengganti yang terpasang dapat mendukung fungsi mengunyah seperti gigi asli. Ini penting agar pasien tetap dapat menikmati berbagai jenis makanan dengan lebih nyaman.
2. Meningkatkan Estetika Gigi dan Wajah
Kehilangan gigi dapat mempengaruhi penampilan, karena menciptakan celah yang terlihat di mulut. Bridge gigi memberikan solusi estetika dengan menggantikan gigi yang hilang dengan gigi palsu yang tampak alami. Hal ini tidak hanya membuat senyum menjadi lebih indah, tetapi juga memberikan penampilan wajah yang lebih seimbang. Kepercayaan diri pasien pun meningkat karena mereka tidak perlu khawatir tentang celah pada gigi.
3. Mencegah Pergeseran Gigi yang Tidak Diinginkan
Setelah kehilangan gigi, gigi-gigi di sekitar ruang kosong cenderung bergerak atau bergeser ke posisi yang tidak normal. Pergeseran gigi ini bisa menyebabkan masalah gigitan dan ketidaknyamanan lainnya. Dental bridge membantu menjaga gigi tetap pada posisinya dengan menutupi celah dan mencegah gigi-gigi yang tersisa bergerak, sehingga menjaga kesehatan gigitan dan mulut secara keseluruhan.
4. Meningkatkan Kesehatan Mulut secara Keseluruhan
Kehilangan gigi dapat memengaruhi kesehatan mulut secara keseluruhan, memicu masalah seperti penurunan kesehatan gusi, masalah berbicara, dan bahkan masalah pencernaan akibat kesulitan mengunyah. Dengan dental bridge, pasien dapat menjaga kesehatan gusi dan mencegah masalah lain yang bisa timbul akibat celah gigi. Selain itu, dental bridge mencegah pembentukan gigi tumpul atau gigi berlubang pada gigi yang ada di dekat ruang kosong.
5. Solusi Jangka Panjang untuk Gigi yang Hilang
Dental bridge merupakan pilihan yang tahan lama untuk menggantikan gigi yang hilang. Dengan perawatan yang tepat, dental bridge dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa masalah besar. Prosedur ini dapat menggantikan gigi yang hilang dengan aman dan efektif, memberikan hasil yang langgeng dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Apa Saja Potensi Risiko Menggunakan Dental Bridge?
Walaupun dental bridge dapat memberikan manfaat yang besar bagi pasien, ada potensi risiko yang harus diketahui sebelum memilih perawatan ini.
- Beberapa pasien mungkin merasakan sedikit rasa sakit atau sensitivitas setelah dental bridge dipasang, namun hal ini biasanya hanya bersifat sementara.
- Risiko infeksi terjadi jika area gigi yang dipersiapkan tidak disiapkan dengan benar atau jika dental bridge tidak dipasang dengan baik.
- Terakhir, ada juga risiko kerusakan pada gigi penyangga karena faktor benturan atau tekanan berlebih pada dental bridge.
Baca Juga: Seperti Apa Cara Melepas Veneer Gigi yang Baik dan Benar? Yuk, Intip Caranya!
Bagaimana Cara Merawat Dental Bridge?
Dental bridge bisa kehilangan penyangganya apbila gigi atau struktur tulang rahang di sekitarnya mengalami kerusakan akibat masalah gigi. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat kesehatan mulut Anda dengan baik agar dental bridge tetap awet dan sehat:
- Menyikat gigi dua kali sehari secara teratur.
- Membersihkan sisa kotoran di sela gigi menggunakan dental floss.
- Memeriksa kondisi gigi secara teratur ke dokter gigi.
- Mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan seimbang.
Pemasangan gigi palsu terbaik di Plasthetic Clinic kini dapat Anda lakukan dengan prosedur dental bridge ini, lho teman Plasthetic. Seperti yang sudah dijelaskan di point sebelumnya, dental bridges adalah salah satu solusi yang dapat membantu mengatasi masalah gigi yang hilang, namun penting untuk mengetahui proses, keuntungan, dan potensi resikonya sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan ini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi dokter gigi kami di Plasthetic Clinic Cabang Banda Aceh untuk melakukan konsultasi.
Eits, selain itu jangan sampai terlewatkan Anniversary ke-4 Tahun Plasthetic Clinic. Untuk memperingati momen spesial ini, kami menawarkan promo istimewa khusus untuk Anda. Selama periode promo anniversary ini, nikmati diskon besar-besaran dari mulai perawatan dental, aesthetic hingga surgery yang akan Anda dapatkan. Tunggu apa lagi? Jangan sampai ketinggalan kesempatan emas ini untuk memanjakan diri Anda dengan layanan kecantikan terbaik dari kami. Yuk, segera booking hari dan jadilah bagian dari momen berharga ini, karena #Beauty4Everyone and it’s your Time To Shine!
Di Review Oleh: