Jerawat nodul merupakan salah satu jenis jerawat yang bisa sangat mengganggu, baik secara fisik maupun emosional. Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat nodul umumnya terasa lebih sakit, tampak besar, dan sering kali meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan. Dalam artikel Plasthetic Clinic berikut ini, kami akan membahas secara mendalam tentang penyebab jerawat nodul, ciri-cirinya, dan cara mengatasinya agar Anda bisa mendapatkan kulit yang sehat dan bebas dari jerawat.
Table of Contents
ToggleApa itu Jerawat Nodul?
Jerawat nodul atau nodular termasuk ke dalam salah satu jenis jerawat parah. Jerawat jenis ini dapat menyebabkan munculnya benjolan keras atau nodul yang terbentuk jauh di bawah permukaan kulit. Benjolan ini dimulai dari lapisan dalam kulit dan muncul sebagai tonjolan merah di permukaan. Biasanya, jerawat nodul tidak memiliki komedo putih atau hitam di bagian tengahnya, yang membedakannya dari jenis jerawat lainnya.
Kondisi ini dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan sering kali menimbulkan rasa sakit yang signifikan. Salah satu penyebab utama jerawat nodular adalah infeksi bakteri Cutibacterium acnes (C. acnes). Bakteri ini terperangkap di dalam benjolan jerawat, memicu peradangan yang menyebabkan munculnya benjolan keras dan meradang.
Karena tingkat keparahannya, jerawat ini membutuhkan penanganan dari dokter kulit untuk mencegah jaringan parut permanen. Mengambil langkah pengobatan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko munculnya bekas luka yang lebih serius.
Baca Juga: Kenali Macam-Macam Jerawat dan Cari Tahu Cara Menaganinya
Penyebab Jerawat Nodul Muncul pada Wajah Anda
Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya jerawat nodul di wajah Anda. Berikut adalah penyebab jerawat nodul yang dapat Anda ketahui:
1. Genetik
Jerawat nodular sering kali memiliki kaitan erat dengan faktor genetik. Jika ada anggota keluarga Anda yang pernah mengalami masalah kulit ini, kemungkinan Anda juga berisiko mengalaminya.
Hal ini disebabkan oleh warisan genetik yang memengaruhi kondisi kulit, seperti produksi minyak berlebih, sensitivitas kulit terhadap hormon, atau respons peradangan.
Oleh karena itu, riwayat keluarga dengan jerawat nodular dapat menjadi indikator risiko yang penting, sehingga disarankan untuk lebih berhati-hati dalam merawat kulit dan segera berkonsultasi dengan dokter kulit jika mulai muncul gejala.
2. Hormon
Seperti yang sudah Anda ketahui, perubahan hormon menjadi salah satu faktor utama penyebab jerawat, terutama pada masa remaja saat pubertas.
Selama masa ini, peningkatan hormon androgen dapat memicu produksi minyak kulit yang lebih tebal, sehingga memperbesar risiko pori-pori tersumbat dan memunculkan jerawat.
Jerawat nodul seringkali lebih umum dialami oleh remaja laki-laki dan pria dewasa. Hal ini erat kaitannya dengan kadar hormon androgen yang cenderung lebih tinggi pada kelompok usia ini.
Namun, bukan hanya remaja laki-laki saja yang berisiko mengalami jerawat nodular. Perempuan juga bisa mengalaminya, terutama saat mengalami perubahan hormon yang signifikan seperti saat hamil, menstruasi, atau menopause.
Fluktuasi hormon selama periode-periode ini dapat memicu munculnya jerawat, termasuk jerawat nodular.
3. Keringat yang Berlebih
Keringat berlebih dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat nodular, terutama jika keringat terperangkap di kulit akibat penggunaan pakaian yang tidak menyerap atau menahan kelembapan. Kondisi ini membuat kulit lebih rentan terhadap penyumbatan pori-pori dan peradangan.
Orang yang mengalami hiperhidrosis, yaitu kondisi medis yang menyebabkan produksi keringat berlebih, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan jerawat nodular dibandingkan mereka yang tidak.
Baca Juga: Perbedaan Purging dan Jerawat serta Cara Mengatasinya
4. Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, dapat memperparah kondisi jerawat nodular. Obat-obatan ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon atau reaksi kulit, sehingga memperbesar risiko terjadinya peradangan dan penyumbatan pori-pori.
Oleh karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat yang berpotensi memengaruhi kondisi kulit Anda.
5. Produk Perawatan Kulit
Penggunaan produk perawatan kulit seperti lotion, krim, atau riasan tertentu dapat berkontribusi pada munculnya jerawat, terutama jika produk tersebut cenderung menyumbat pori-pori.
Kandungan bahan yang tidak sesuai atau terlalu berat bagi jenis kulit dapat memicu pembentukan bintil-bintil jerawat.
6. Stres dan Kecemasan
Stres dan kecemasan yang meningkat dapat merangsang produksi sebum berlebih pada kulit akibat tingginya kadar kortisol, yang dikenal sebagai “hormon stres”. Ketidakseimbangan ini membuat kulit lebih rentan terhadap penyumbatan pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.
7. Memiliki Tipe Kulit Berminyak
Kulit berminyak memproduksi sebum berlebih yang mudah menyumbat pori-pori bersama sel kulit mati dan kotoran. Kondisi ini memicu terbentuknya jerawat, termasuk jerawat nodular yang besar dan nyeri.
Gunakan produk berlabel non-comedogenic dan oil-free agar pori-pori tidak tersumbat dan kulit tetap seimbang.
8. Paparan Polusi Udara dan Partikel Mikro
Debu dan polusi udara dapat menempel di kulit dan menyumbat pori-pori, sehingga memicu terbentuknya jerawat. Polusi juga menurunkan kemampuan kulit melawan bakteri penyebab jerawat.
Bersihkan wajah setelah beraktivitas di luar dan gunakan pelembap serta sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan polutan.
Baca Juga: Penyebab Jerawat Mendem: Ketahui Solusi Terbaiknya!
Ciri-Ciri Gejala Jerawat Nodul
Jerawat nodul memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis jerawat lainnya. Berikut adalah ciri-cirinya:
- Berbentuk seperti tonjolan kecil yang keras di bawah permukaan kulit
- Kulit terlihat tegang dan dapat memerah akibat peradangan di sekitarnya
- Tidak memiliki bintik putih berisi nanah seperti pada jenis jerawat lainnya
- Menimbulkan rasa nyeri saat disentuh
- Biasanya muncul di area wajah, dada, atau punggung
Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat Nodul?
Mengatasi jerawat nodul memerlukan pendekatan yang tepat dan sering kali membutuhkan bantuan profesional. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasinya:
1. Menjaga Kebersihan Kulit
Dalam mengatasi jerawat nodul, Anda perlu memastikan kulit wajah tetap bersih dengan mencuci wajah menggunakan pembersih yang lembut dua kali sehari setiap pagi, malam, dan setelah aktivitas yang menyebabkan keringat.
Langkah ini dapat membantu menjaga kebersihan kulit dan mencegah penumpukan kotoran yang dapat memicu jerawat.
2. Mengelola Stres
Anda juga perlu mengatasi stres dengan mencoba berbagai teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan yang teratur. Cara ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi tekanan, sehingga tubuh lebih rileks dan kesehatan kulit tetap terjaga.
3. Menggunakan Produk Non-komedogenik
Pilihlah produk perawatan kulit yang berkualitas dengan menghindari makeup atau skincare dengan bahan atau kandungan yang dapat menyumbat pori-pori.
Pastikan juga untuk menggunakan produk yang berlabel non-komedogenik untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah munculnya jerawat.
4. Gunakan Tabir Surya dengan SPF
Melindungi kulit dari paparan sinar matahari merupakan langkah penting dalam mengatasi jerawat nodul. Paparan UV dapat memperparah peradangan dan membuat bekas jerawat sulit memudar.
Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari, bahkan saat cuaca mendung. Pilih produk yang bertekstur ringan, bebas minyak, dan berlabel non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori serta membantu mencegah munculnya jerawat baru.
Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Jerawat yang Gatal dan Kenali Penyebabnya
5. Perawatan Profesional
Jika Anda memiliki jerawat nodul yang tergolong parah, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit atau dokter estetika.
Dengan konsultasi, dokter dapat mengevaluasi kondisi kulit Anda secara menyeluruh dan memberikan rekomendasi perawatan yang paling sesuai.
Di Plasthetic Clinic, tersedia berbagai perawatan profesional untuk mengatasi jerawat nodul, di antaranya:
- Acne Injection: Perawatan ini dilakukan dengan menyuntikkan obat anti-inflamasi langsung ke dalam jerawat untuk mengurangi peradangan secara cepat. Acne Injection sangat cocok untuk jerawat nodul yang terasa sakit dan sulit hilang.
- Facial Acne: Facial khusus untuk kulit berjerawat ini membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, mengurangi peradangan, dan mempercepat proses penyembuhan kulit.
- Laser Acne: Teknologi laser IPL membantu mengatasi jerawat nodul dengan cara menghancurkan bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan memperbaiki tekstur kulit. Perawatan ini juga dapat membantu mencegah bekas jerawat.
Kesimpulan
Jerawat nodul adalah kondisi kulit yang memerlukan perhatian khusus. Penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor seperti produksi keringat berlebih, hormon, hingga genetik. Namun, dengan perawatan yang tepat, kondisi ini dapat diatasi.
Jangan ragu untuk mencoba layanan Acne Injection, Facial Acne, atau Laser Acne di Plasthetic Clinic untuk hasil yang optimal. Segera konsultasikan masalah jerawat Anda dengan ahli kami di sini dan dapatkan solusi terbaik untuk kulit yang sehat dan bebas dari jerawat nodul!
Semoga informasi mengenai penyebab jerawat nodul di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: dr. Tasya, Sp.B.P.R.E., Subsp.E.L.,(K)
Sumber:
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22888-nodular-acne
https://www.haibunda.com/moms-life/20221110204339-76-289094/jerawat-nodul-lebih-bandel-dan-lama-sembuh-ini-ciri-dan-cara-mengobatinya#google_vignette
