5 Penyebab Jerawat Kistik dan Cara Mengatasinya

penyebab jerawat kistik

5 Penyebab Jerawat Kistik dan Cara Mengatasinya

16/03/2026

Di Tinjau oleh Dokter

Jerawat kistik (jerawat batu) adalah salah satu masalah kulit yang paling mengganggu dan sering kali menurunkan rasa percaya diri. Tidak hanya menimbulkan rasa sakit, jerawat jenis ini juga dapat meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan.

Memahami penyebab jerawat kistik adalah langkah pertama yang paling penting untuk mencegah dan mengatasinya secara efektif. 

Untuk membantu Anda dalam mengetahui informasi lebih jauh mengenai apa itu jerawat kistik, penyebab, ciri-ciri, hingga cara mengatasinya, langsung saja simak artikel berikut ini hingga tuntas!

Apa itu Jerawat Kistik?

Jerawat kistik merupakan salah satu jenis jerawat inflamasi yang terjadi akibat penyumbatan pori-pori oleh minyak dan sel kulit mati.

Berbeda dari jerawat biasa, jerawat kistik berkembang jauh di bawah permukaan kulit dan berisi nanah, sehingga sering kali menimbulkan rasa nyeri yang lebih intens. 

Ketika bakteri masuk ke dalam pori-pori yang tersumbat, peradangan semakin memburuk, menyebabkan pembengkakan yang lebih besar.

Jerawat kistik sendiri dianggap sebagai jenis jerawat yang paling parah karena cenderung menimbulkan rasa sakit yang signifikan dan berisiko tinggi meninggalkan jaringan parut pada kulit. 

Baca Juga: Mengenal Penyebab Jerawat Pustula dan Cara Mengatasinya!

Penyebab Jerawat Kistik

Sebelum membahas cara mengatasinya, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat memicu munculnya jerawat kistik.

Berikut adalah beberapa penyebab jerawat kistik yang dapat Anda ketahui:

1. Hormon

Perubahan hormon sering kali menjadi pemicu munculnya jerawat. Kondisi ini umumnya terjadi pada remaja yang mengalami pubertas, wanita yang memasuki masa menopause, serta saat seseorang mengalami stres.

Fluktuasi hormon dalam tubuh dapat meningkatkan produksi minyak berlebih, yang kemudian menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat. 

2. Genetik

Faktor genetik juga memainkan peran penting dalam munculnya jerawat. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat jerawat kistik cenderung berisiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan kulit terhadap peradangan dan produksi minyak berlebih dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.

3. Usia

Selain hormon dan genetik, usia juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap munculnya jerawat kistik. Meskipun dapat dialami oleh siapa saja, kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja dan individu yang berusia di awal 20-an. 

Namun, dalam beberapa kasus, jerawat kistik bisa tetap muncul hingga usia 50 tahun. Selain di wajah, jerawat ini juga dapat berkembang di area lain seperti dada, punggung, lengan atas, dan bahu.

4. Memiliki Kulit yang Berminyak

Pemilik kulit berminyak memiliki risiko lebih tinggi mengalami jerawat kistik. Hal ini disebabkan oleh produksi minyak berlebih yang dapat terjebak di dalam pori-pori, memicu penyumbatan dan peradangan. Akibatnya, timbul benjolan yang terasa nyeri sebagai salah satu gejala utama jerawat kistik. 

Baca Juga: 6 Pantangan Wajah Berjerawat yang Perlu Diperhatikan

5. Menggunakan Produk Perawatan yang Tidak Sesuai

Penggunaan produk perawatan kulit yang bersifat komedogenik dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat kistik.

Kandungan dalam produk tersebut cenderung menyumbat pori-pori wajah, menyebabkan penumpukan minyak atau sebum yang berpotensi memicu peradangan dan jerawat.

6. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memicu atau memperburuk kondisi jerawat kistik. Beberapa jenis obat jerawat, seperti kortikosteroid atau lithium, diketahui dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan produksi minyak pada kulit.

Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu timbulnya peradangan yang berujung pada munculnya jerawat kistik.

Ciri-Ciri Jerawat Kistik

Jerawat kistik memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis jerawat lainnya.

Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Beberapa benjolan berukuran besar dan terasa lebih dalam di dalam kulit
  • Benjolan terasa nyeri atau sensitif saat disentuh
  • Lesi yang muncul berisi cairan atau nanah
  • Rasa sakit atau sensasi panas dapat dirasakan di sekitar jerawat
  • Biasanya muncul di wajah, leher, dada, atau punggung
  • Sering muncul kembali atau muncul dalam jumlah banyak sekaligus
  • Kulit di sekitar jerawat terasa kasar atau bertekstur tidak rata
  • Sulit diatasi dengan perawatan topikal biasa dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut
  • Dapat memengaruhi kondisi emosional, seperti menimbulkan stres atau menurunkan rasa percaya diri akibat jerawat yang parah

Baca Juga: 8 Bahan Skincare untuk Kulit Berjerawat

Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat Kistik?

Mengatasi jerawat kistik tentu akan membutuhkan pendekatan yang tepat agar tidak semakin meradang atau meninggalkan bekas luka permanen.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi jerawat kistik yang dapat Anda terapkan:

  • Krim antibiotik, larutan gel, dan lotion yang berfungsi membunuh bakteri penyebab jerawat serta meredakan peradangan pada kulit.
  • Benzoil peroksida, yang berperan dalam mengurangi jumlah bakteri di permukaan kulit, sehingga menghambat perkembangan jerawat.
  • Asam azelaic atau asam salisilat, yang membantu membunuh bakteri sekaligus mengangkat sel kulit mati berlebih agar tidak menyumbat pori-pori.
  • Retinoid seperti adapalene, tretinoin, dan tazarotene, yang merupakan turunan vitamin A yang berfungsi mempercepat pengelupasan sel kulit mati dan mencegah penyumbatan pori-pori.

Berbagai pilihan perawatan lain juga dapat digunakan untuk mengatasi jerawat kistik, tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi kulit masing-masing individu, berikut di antaranya:

  • Sayatan dan pengeringan, yaitu prosedur medis yang dilakukan untuk membuka kista jerawat dan mengeluarkan nanah guna mempercepat proses penyembuhan.
  • Isotretinoin, atau yang lebih dikenal dengan Accutane, merupakan retinoid oral yang efektif dalam mengatasi jerawat kistik parah dengan mengurangi produksi minyak dan peradangan pada kulit.
  • Suntikan kortikosteroid, yang bertujuan mengecilkan kista jerawat yang besar dan menyakitkan secara cepat, sehingga membantu meredakan peradangan.
  • Pil KB atau spironolakton, yang sering direkomendasikan bagi wanita untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon yang memicu jerawat kistik.

Cara Perawatan Mandiri Jerawat Kistik di Rumah

Selain perawatan medis, terdapat beberapa langkah perawatan mandiri yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu meredakan jerawat kistik. Perlu diketahui bahwa jerawat kistik adalah jenis jerawat yang tergolong cukup parah sehingga membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak semakin meradang.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

1. Membersihkan Wajah Secara Rutin

Membersihkan wajah secara teratur membantu mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan bakteri yang dapat menyumbat pori-pori. Kebiasaan ini juga dapat membantu mencegah jerawat agar tidak semakin berkembang.

2. Menggunakan Produk Skincare Non-Komedogenik

Pilih produk skincare yang berlabel non-komedogenik agar tidak menyumbat pori-pori. Penggunaan produk yang tepat juga dapat membantu mengurangi risiko munculnya bekas jerawat.

3. Menghindari Kebiasaan Memencet Jerawat

Memencet jerawat kistik dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko infeksi pada kulit. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan luka atau jaringan parut.

4. Menggunakan Kompres Hangat

Kompres hangat dapat membantu meredakan rasa nyeri serta mengurangi pembengkakan pada jerawat kistik.

5. Menjaga Pola Hidup Sehat

Menjaga pola makan, mengelola stres, dan istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Jika kondisi jerawat cukup parah, dokter juga dapat merekomendasikan perawatan tambahan seperti penggunaan antibiotik oral.

Banner Plasthetic Aesthetic

Kesimpulan

Jerawat kistik adalah kondisi kulit yang bisa mengganggu, terutama karena peradangannya yang parah dan risiko meninggalkan bekas luka.

Penyebab jerawat kistik sendiri meliputi produksi minyak berlebih, ketidakseimbangan hormon, faktor genetik, hingga pemakaian produk perawatan yang tidak tepat. Untuk mengatasi jerawat kistik, penting untuk memilih produk skincare yang sesuai, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Apabila Anda mengalami jerawat kistik dan ingin mendapatkan perawatan yang lebih optimal, Plasthetic Clinic menawarkan perawatan khusus untuk mengatasi jerawat kistik. Salah satunya melalui Facial Semarang, yang berfungsi membersihkan pori-pori secara mendalam guna mencegah penyumbatan dan perkembangan jerawat. 

Selain itu, tersedia Acne Injection, yaitu prosedur penyuntikan cairan atau obat khusus langsung ke area jerawat kistik untuk meredakan peradangan dengan cepat, sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan kulit.

Sebelum melakukan perawatan di Plastehtic Clinic, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kami di sini. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan perawatan yang sesuai dan terhindar dari risiko dan efek samping yang tentunya tidak diinginkan.

Semoga informasi mengenai penyebab jerawat kistik di atas dapat bermanfaat untuk Anda!

Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!

Ditinjau oleh: dr. Mardhatillah 

Sumber: 

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21737-cystic-acne 
  • https://www.halodoc.com/artikel/harus-tahu-ini-penyebab-dan-faktor-risiko-munculnya-jerawat-kistik?srsltid=AfmBOoqjN4JRDPgTXuDesM07EfsmXY8dkM2lcFZy5wDoEkDt1UiI1H9b 
  • https://ciputrahospital.com/jerawat-kistik/

web banner disclaimer

SHARE THIS ARTICLE IN:

Plasthetic Clinic Logo New-01 (3) (2)

Recent Articles

apa bedanya anti aging dan anti wrinkle

Apa Bedanya Anti Aging dan Anti Wrinkle? Simak Di Sini!

Read More
berapa biaya operasi labiaplasty

Berapa Biaya Operasi Labiaplasty?

Read More
bahan aktif skincare yang boleh digunakan bersamaan

7 Bahan Aktif Skincare yang Boleh Digunakan Bersamaan

Read More

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!