Apakah Anda memiliki acne prone skin? Kondisi satu ini memang cukup mengganggu penampilan, bahkan bisa menurunkan rasa percaya diri bagi penderitanya. Kabar baiknya, kini tersedia berbagai pilihan facial treatment untuk wajah berjerawat yang dapat membantu kondisi Anda dengan efektif.
Dalam artikel ini, akan dibahas secara lengkap mengenai penyebab jerawat, jenis-jenisnya, serta rekomendasi perawatan facial yang bisa Anda temukan di Plasthetic Clinic untuk mendapatkan kulit yang lebih bersih dan sehat. Yuk, simak informasinya sampai selesai!
Baca juga: Bagaimana Cara Agar Jerawat Cepat Kempes? Ini 9 Langkahnya
Table of Contents
ToggleJenis-Jenis Facial Treatment untuk Wajah
Setelah mengetahui penyebab dan jenis jerawat, langkah berikutnya adalah memilih facial treatment yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Sebelum melakukan facial, pastikan Anda melakukannya di klinik kecantikan yang dilengkapi dengan dokter berpengalaman, seperti Plasthetic Clinic.
Di Plasthetic Clinic, perawatan facial wajah telah diformulasikan sesuai dengan permasalahan kulit wajah setiap pasien. Tersedia berbagai pilihan treatment yang dapat membantu membersihkan, menutrisi, hingga mengatasi kulit berjerawat.
Berikut beberapa jenis facial yang ada di Plasthetic Clinic:
1. Classic Facial
Classic Facial merupakan perawatan klasik yang berfungsi untuk membersihkan kotoran, mengangkat komedo, serta merelaksasi wajah melalui pijatan lembut. Treatment ini juga membantu melembabkan dan mencerahkan kulit wajah agar tampak lebih segar dan bersih.
2. Gold Facial
Gold Facial menggunakan gold mask sebagai bahan utama yang mampu mengangkat kotoran dan komedo sekaligus mencerahkan kulit wajah. Perawatan ini cocok bagi Anda yang ingin mendapatkan efek glowing dan tampilan kulit lebih cerah alami.
3. Diamond Facial
Diamond Facial bertujuan untuk membersihkan kotoran serta mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan wajah. Hasilnya, kulit akan tampak lebih bersih, sehat, dan bercahaya.
4. Oxy Facial
Oxy Facial merupakan perawatan facial yang aman dan direkomendasikan untuk ibu hamil. Treatment ini menggunakan oksigen bertekanan tinggi dan serum khusus yang memberikan efek terapi sekaligus menutrisi kulit wajah.
Tujuannya adalah untuk menyegarkan, membersihkan, melembabkan, serta meremajakan kulit agar terasa lebih bersih dan segar.
5. Acne Facial
Jika Anda memiliki kulit berjerawat atau acne-prone skin, Acne Facial dapat menjadi pilihan yang tepat. Perawatan ini dirancang untuk mengurangi jerawat dan membersihkan kulit yang berjerawat melalui proses ekstraksi serta bantuan teknologi IPL (Intense Pulse Light) yang membantu meredakan peradangan dan membunuh bakteri penyebab jerawat.
6. Aqua Pure Facial
Aqua Pure Facial merupakan perawatan dengan teknologi dari Korea Selatan yang bekerja untuk mengangkat sel kulit mati, membersihkan komedo, serta menghidrasi dan menutrisi kulit secara mendalam. Treatment ini memberikan hasil yang menyeluruh, menjadikan kulit tampak lebih lembut, bersih, dan sehat.
Apakah Boleh Melakukan Facial pada Wajah Berjerawat?
Pertanyaan ini sering muncul pada mereka yang memiliki kulit berjerawat. Jawabannya adalah boleh, asalkan dilakukan di klinik kecantikan yang memiliki tenaga profesional dan dokter berpengalaman, seperti Plasthetic Clinic.
Melakukan facial pada wajah berjerawat justru dapat membantu mengurangi peradangan, membersihkan pori-pori yang tersumbat, serta mempercepat proses penyembuhan jerawat. Namun, penting untuk memastikan bahwa prosedur dilakukan dengan teknik yang aman dan menggunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit Anda.
Manfaat Facial untuk Wajah Berjerawat
Setelah mengetahui jenis-jenis facial di Plasthetic Clinic, Anda juga perlu memahami manfaatnya bagi kulit berjerawat. Perawatan kulit ini tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu mempercepat pemulihan dan menjaga kondisi kulit agar tetap sehat.
Beberapa manfaat facial untuk wajah berjerawat antara lain:
-
Membersihkan pori secara menyeluruh untuk mencegah penumpukan kotoran dan mengatasi masalah jerawat.
-
Mengangkat sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih halus dan segar.
-
Mengontrol produksi minyak berlebih agar keseimbangan kulit tetap terjaga.
-
Membantu mengurangi peradangan dan menenangkan kulit yang sedang iritasi.
Apa Saja Penyebab Wajah Berjerawat?
Umumnya, jerawat dapat muncul di permukaan kulit akibat adanya peradangan pada folikel rambut yang dipicu oleh beragam faktor Prosesnya bermula ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, atau bakteri.
Normalnya, kelenjar minyak di kulit memproduksi sebum untuk menjaga kelembapan dan kelembutan kulit. Namun, saat proses ini terganggu (seperti produksi sebum yang berlebihan, penumpukan sel kulit mati, atau pertumbuhan bakteri di dalam pori), jerawat pun bisa muncul.
Lebih dari itu, kemunculan jerawat di permukaan kulit juga bisa disebabkan oleh berbagai penyebab lainnya, berikut di antaranya.
Baca juga: Ciri Ciri Jerawat Hormonal: Kenali dan Sembuhkan Segera!
1. Perubahan Hormon
Perubahan hormon menjadi salah satu penyebab jerawat yang paling umum, terutama saat Anda berada di fase pubertas, menstruasi, kehamilan, atau ketika mengalami stres.
Ketidakseimbangan hormon, khususnya peningkatan hormon androgen, dapat memicu kelenjar minyak untuk menghasilkan sebum secara berlebihan.
Produksi minyak yang berlebih ini, jika bercampur dengan penumpukan sel kulit mati, bisa menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat.
2. Stres
Saat Anda stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini tidak hanya memengaruhi mood, tapi juga dapat memicu kelenjar minyak untuk lebih aktif.
Selain itu, stres juga dapat memicu peradangan di seluruh tubuh, termasuk kulit, yang bisa memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada atau memicu munculnya jerawat baru.
3. Kurangnya Waktu Tidur
Kualitas tidur memiliki peran krusial bagi kesehatan kulit. Saat tidur, tubuh memperbaiki diri, termasuk memperbarui sel kulit.
Kurang tidur dapat memicu peningkatan hormon stres (kortisol) yang menyebabkan peradangan, membuat kulit lebih mudah berjerawat dan sulit sembuh.
4. Genetik atau Faktor Keturunan
Kecenderungan kulit berjerawat parah bisa jadi merupakan warisan keluarga. Jika orang tua Anda memiliki riwayat tersebut, ada potensi Anda juga mewarisinya.
Faktor keturunan ini dapat mengatur produksi minyak (sebum), kecepatan regenerasi sel kulit, hingga cara kulit merespons peradangan akibat bakteri.
Walaupun faktor genetik tidak bisa diubah, menyadarinya adalah langkah penting untuk menjadi lebih waspada dan mengambil tindakan proaktif dalam merawat kulit Anda.
5. Paparan Polusi
Polusi udara seperti debu, asap kendaraan, dan partikel halus dapat menyumbat pori-pori kulit wajah, menyebabkan iritasi dan peradangan.
Selain itu, polusi dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak pertahanan alami kulit, meningkatkan risiko masalah kulit seperti jerawat.
Maka dari itu, membersihkan wajah setelah berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah penting yang tidak boleh Anda lewatkan.
Baca Juga: Berapa Kali Sebaiknya Melakukan Facial Wajah? Ini Waktu Idealnya!
6. Penggunaan Pakaian yang Terlalu Ketat
Jika Anda pernah mengalami jerawat di area seperti punggung, dada, atau bahu, bisa jadi penyebabnya adalah penggunaan pakaian yang terlalu ketat.
Gesekan terus-menerus serta keringat dan minyak yang terperangkap di bawah kain dapat mengiritasi folikel rambut dan menyumbat pori-pori, sehingga memicu munculnya jerawat.
Hal serupa juga bisa terjadi akibat penggunaan topi atau helm yang ketat dan tidak bersih, yang dapat menyebabkan jerawat di area dahi atau sepanjang garis rambut.
7. Efek Samping dari Obat-obatan
Beberapa obat tertentu dapat menimbulkan efek samping berupa jerawat atau memperparah kondisi yang sudah ada, seperti obat yang mengandung kortikosteroid, testosteron, atau lithium.
Jika Anda mulai mengalami jerawat setelah mengonsumsi obat baru, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Namun, pastikan untuk tidak menghentikan penggunaan obat tanpa arahan dari tenaga medis.
8. Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok tidak hanya berakibat buruk bagi organ vital seperti paru-paru dan jantung, namun juga memberikan efek negatif pada kesehatan kulit.
Kandungan kimia dalam rokok bisa menghambat aliran oksigen ke kulit dan meningkatkan stres oksidatif, yang memicu peradangan serta memperlambat proses penyembuhan, termasuk bekas jerawat.
Selain itu, merokok juga dapat memengaruhi komposisi sebum, membuatnya lebih mudah menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.
9. Penggunaan Produk Perawatan yang Tidak Non-komedogenik
Skincare atau makeup dengan kandungan komedogenik berisiko menyumbat pori-pori karena mengandung bahan seperti minyak tertentu, pewarna, atau pewangi.
Penyumbatan ini dapat memicu munculnya komedo yang lama-kelamaan berkembang menjadi jerawat. Karena itu, bagi Anda yang memiliki kulit mudah berjerawat, penting untuk memilih produk yang berlabel “non-komedogenik” agar kulit tetap bersih dan terhindar dari masalah jerawat.
Jenis-Jenis Jerawat
Jerawat tidak hanya terdiri dari satu bentuk saja, melainkan memiliki berbagai jenis dengan ciri serta penanganan yang berbeda-beda. Setiap jenis jerawat tentu memerlukan perhatian khusus sesuai dengan karakteristiknya. Berikut ini beberapa tipe jerawat yang paling umum ditemukan.
1. Komedo
Komedo adalah bentuk jerawat yang paling sering muncul, terbagi menjadi dua jenis:
- Komedo Hitam (Blackhead)
Komedo hitam adalah jenis komedo yang menyerupai titik-titik gelap pada kulit, yang terjadi karena adanya pori-pori yang terbuka. Pigmentasi gelap pada komedo ini bukan disebabkan oleh akumulasi debu, melainkan oleh reaksi oksidatif antara minyak alami kulit dan sel-sel kulit mati ketika berinteraksi dengan oksigen di udara.
- Komedo Putih (Whitehead)
Benjolan kecil berwarna kulit atau keputihan yang muncul di permukaan kulit dikenal sebagai komedo putih. Pembentukannya terjadi ketika pori-pori yang seharusnya mengeluarkan minyak dan sel kulit mati mengalami penyumbatan dan tertutup, menghalangi kontak dengan udara.
2. Papula
Papula adalah salah satu jenis jerawat yang ditandai dengan benjolan kecil berwarna kemerahan di permukaan kulit. Benjolan ini biasanya terasa menonjol dan muncul akibat peradangan atau infeksi pada folikel rambut.
Baca juga: 4 Penyebab Jerawat Papula dan Cara Mengatasinya dengan Efektif!
3. Pustula
Pustula, yang sering disebut juga bintil bernanah, adalah jenis jerawat berukuran kecil dengan warna kemerahan. Ciri khasnya adalah adanya puncak atau ujung yang terisi oleh nanah berwarna keputihan atau kekuningan.
4. Nodul
Nodul adalah benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit. Biasanya, jenis jerawat ini terasa nyeri saat disentuh dan memiliki tekstur yang padat.
5. Kista
Dikenal juga sebagai jerawat batu, kista adalah benjolan berukuran besar yang berkembang jauh di bawah permukaan kulit dan terisi oleh cairan nanah, seringkali disertai rasa nyeri yang signifikan.
Kesimpulan
Masalah jerawat pada wajah memang bisa mengganggu penampilan dan kepercayaan diri. Namun, dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengatasi jerawat dan mendapatkan kulit yang lebih sehat dan bersih.
Di Plasthetic Clinic, kami menyediakan berbagai pilihan facial treatment, seperti Classic Facial dan Acne Facial, yang dirancang khusus untuk membantu mengatasi jerawat. Selain itu, kami juga menawarkan perawatan lainnya seperti Laser Rejuvenation untuk memperbaiki tekstur kulit dan Acne Injection untuk mengatasi jerawat secara lebih intensif.
Sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan-perawatan Facial Semarang, pastikan Anda melakukan sesi konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kami agar mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai.
Semoga informasi mengenai facial treatment untuk wajah berjerawat di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: dr. Caecilia Linda
Sumber:
https://www.healthline.com/health/skin/acne#risk-factors
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12233-acne
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047#:~:text=Acne%20is%20a%20skin%20condition,but%20acne%20can%20be%20persistent.
