Jerawat hormonal sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu, terutama bagi mereka yang mengalami fluktuasi hormon, seperti remaja, wanita hamil, atau saat siklus menstruasi. Dengan tingkat keparahan yang bervariasi, jerawat hormonal dapat menyerang wajah dan tubuh bagian atas. Meskipun umum terjadi, kondisi ini dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Artikel ini akan membantu Anda dalam mengenali ciri ciri jerawat hormonal serta memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini.
Baca juga: 13 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat Secara Cepat dan Tepat
Table of Contents
ToggleApa itu Jerawat Hormonal?
Jerawat hormonal adalah jenis jerawat yang timbul akibat ketidakseimbangan atau fluktuasi hormon dalam tubuh. Meskipun sering muncul pada masa pubertas karena perubahan hormon, masalah ini bisa terus berlanjut hingga usia dewasa. Perubahan hormon yang terjadi sepanjang hidup, seperti saat menstruasi, kehamilan, dan menopause, membuat wanita lebih rentan mengalami jerawat hormonal.
Jerawat hormonal umumnya muncul pada area wajah bagian bawah, seperti pipi bawah dan garis rahang. Namun, jerawat ini tidak hanya terbatas pada wajah, tetapi juga dapat berkembang di bagian tubuh lainnya, seperti punggung dan dada. Hal ini membuat jerawat hormonal menjadi masalah kulit yang cukup mengganggu bagi penderitanya.
Menurut informasi yang dilansir dari Cleveland Clinic, jerawat hormonal merupakan salah satu jenis jerawat yang sering terjadi. Sekitar 50% wanita berusia 20-an dan 25% wanita berusia 40-an mengalami kondisi ini.
Baca juga: 4 Perbedaan Bekas Jerawat PIE dan PIH dan Cara Mencegahnya
Ciri-Ciri Jerawat Hormonal
Untuk mengenali jerawat hormonal, ada beberapa ciri khas yang bisa Anda amati. Berikut adalah ciri ciri jerawat hormonal yang perlu Anda perhatikan:
1. Berada di Area Wajah Tertentu
Jerawat hormonal lebih sering muncul di area wajah bagian bawah, seperti dagu, rahang, dan sekitar leher. Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat hormonal cenderung muncul di area-area ini.
2. Jenis Jerawat
Jerawat hormonal biasanya berbentuk jerawat yang lebih dalam di bawah permukaan kulit, sering kali disertai dengan peradangan yang menyebabkan rasa nyeri ketika disentuh. Kondisi ini membuat jerawat terasa lebih sensitif dan tidak mudah hilang begitu saja.
Dibandingkan dengan jenis jerawat lainnya, jerawat hormonal cenderung lebih lama sembuh dan dapat meninggalkan bekas jika tidak ditangani dengan tepat.
3. Muncul Sesuai Fluktuasi Hormon
Jerawat hormonal sering kali muncul dan menghilang seiring dengan fluktuasi hormon dalam tubuh. Kondisi ini membuat jerawat muncul pada waktu-waktu tertentu. Setelah hormon kembali stabil, jerawat bisa mereda atau bahkan menghilang, tetapi sering kali akan muncul kembali saat terjadi perubahan hormon berikutnya.
Pola kemunculan yang berulang ini membuat jerawat hormonal lebih sulit dikendalikan tanpa perawatan yang tepat, sehingga penting untuk memahami pemicunya dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif.
4. Memburuk Sebelum Menstruasi
Melansir melalui la roche posay, sebanyak 85% wanita melaporkan peningkatan jerawat menjelang menstruasi, yang menunjukkan adanya hubungan erat antara perubahan hormon dan kondisi kulit. Saat mendekati siklus menstruasi, kadar hormon seperti estrogen dan progesteron mengalami fluktuasi, yang dapat memicu produksi sebum berlebih.
Peningkatan sebum ini menyebabkan pori-pori lebih mudah tersumbat, sehingga jerawat lebih sering muncul atau menjadi lebih parah. Hal ini menjelaskan mengapa banyak wanita mengalami jerawat yang memburuk sebelum menstruasi dan mulai membaik setelah siklus selesai.
5. Terjadi Selama Kehamilan dan Menopause
Selain sebelum menstruasi, wanita juga rentan mengalami jerawat hormonal selama kehamilan dan menopause akibat perubahan hormon yang signifikan. Saat hamil, lonjakan hormon seperti progesteron dapat merangsang produksi minyak berlebih pada kulit, yang meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan munculnya jerawat.
Sementara itu, selama menopause, kadar estrogen menurun drastis, menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat memicu jerawat, terutama di area dagu dan rahang.
6. Muncul di Area Tubuh Lainnya
Jerawat hormonal tidak hanya terbatas pada area wajah, tetapi juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya seperti punggung, dada, dan bahu. Kondisi ini terjadi akibat produksi sebum yang berlebihan di area tersebut, yang membuat pori-pori lebih rentan tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri penyebab jerawat.
Selain itu, faktor seperti gesekan dari pakaian ketat, keringat berlebih, serta kurangnya sirkulasi udara di area tubuh tertentu juga dapat memperburuk kondisi jerawat.
Baca juga: Apa Efek Samping Suntik Jerawat? Simak Di Sini!
Penyebab Munculnya Jerawat Hormonal
Jerawat hormonal bisa muncul karena beberapa faktor. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang memicu timbulnya jerawat hormonal:
1. Perubahan Hormon pada Wanita
Siklus menstruasi, kehamilan, menopause, serta menstruasi yang tidak teratur dapat memicu fluktuasi hormon yang menyebabkan jerawat hormonal.
2. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Kondisi medis ini dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang sering kali berujung pada munculnya jerawat.
3. Obat-obatan Tertentu
Penggunaan obat seperti litium, steroid, dan terapi testosteron pada pria dapat meningkatkan risiko jerawat hormonal.
4. Stres
Stres dapat memicu produksi hormon kortisol, yang berkontribusi pada peningkatan minyak di kulit dan memperburuk jerawat.
5. Polusi dan Kelembapan Tinggi
Paparan polusi dan lingkungan dengan kelembapan tinggi dapat menyebabkan kotoran dan minyak menumpuk di kulit, memperparah jerawat hormonal.
6. Kebiasaan Memencet Jerawat
Memencet atau mengorek jerawat dapat memperparah peradangan dan menyebabkan bekas luka, serta meningkatkan risiko infeksi.
7. Pola Makan yang Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat memicu lonjakan kadar insulin yang berpengaruh pada produksi minyak berlebih dan jerawat.
8. Faktor Genetik
Jika ada riwayat keluarga dengan jerawat, kemungkinan seseorang mengalami jerawat hormonal juga lebih tinggi.
9. Kondisi Medis yang Mendasari
Beberapa kondisi kesehatan, seperti gangguan ovarium atau masalah metabolisme, dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berujung pada jerawat hormonal.
Cara Mengatasi Jerawat Hormonal dengan Efektif
Mengalami jerawat hormonal tentu bisa sangat mengganggu, baik dari segi penampilan maupun kenyamanan. Namun, dengan perawatan yang tepat, jerawat hormonal dapat diatasi dengan efektif. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengatasi jerawat hormonal:
1. Rutin Membersihkan Wajah
Membersihkan wajah secara rutin setiap hari dengan pembersih yang sesuai sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah jerawat hormonal. Proses ini membantu mengangkat kotoran, minyak berlebih, serta sisa makeup yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu peradangan.
Pilihlah pembersih yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit agar tidak menyebabkan iritasi atau kekeringan berlebihan. Selain itu, mencuci wajah dua kali sehari, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan atau berkeringat, dapat membantu menjaga keseimbangan minyak alami kulit dan mengurangi risiko jerawat semakin memburuk.
2. Mengonsumsi Obat Sesuai Resep Dokter
Pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter, seperti penggunaan antibiotik atau obat hormonal, memiliki peran penting dalam mengatasi jerawat hormonal dengan lebih efisien. Antibiotik bekerja dengan mengurangi peradangan dan membunuh bakteri yang dapat memperburuk kondisi kulit, sementara obat hormonal, seperti pil KB atau terapi hormon lainnya, dapat menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh yang menjadi penyebab utama munculnya jerawat.
Dengan pengobatan yang tepat sesuai rekomendasi dokter, proses pemulihan jerawat hormonal dapat berlangsung lebih cepat dan efektif, membantu penderita untuk mendapatkan kulit yang lebih bersih dan sehat.
3. Mengatur Pola Makan
Mengurangi asupan gula dan karbohidrat olahan, serta menggantinya dengan pilihan makanan yang lebih sehat, dapat menjadi langkah efektif dalam mengendalikan produksi minyak berlebih di kulit dan mencegah munculnya jerawat.
Gula dan karbohidrat olahan dapat memicu peningkatan kadar insulin dalam tubuh, yang pada gilirannya merangsang produksi minyak yang berlebihan pada kelenjar sebaceous. Sebaliknya, dengan memperbanyak konsumsi makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, dan protein sehat, tubuh akan mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung kesehatan kulit, mengurangi peradangan, dan menyeimbangkan hormon.
Dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat, tidak hanya kulit yang akan memperoleh manfaat, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan akan lebih terjaga.
4. Melakukan Perawatan Profesional di Plasthetic Clinic
Jika jerawat hormonal yang Anda alami tak kunjung membaik, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan perawatan profesional di Plasthetic Clinic. Berikut adalah beberapa perawatan yang dapat Anda coba:
Acne injection adalah prosedur di mana obat anti-inflamasi disuntikkan langsung ke dalam jerawat untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan jerawat.
Premium glow adalah perawatan wajah yang menggunakan teknik peeling untuk mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki tekstur kulit, membantu mengurangi munculnya jerawat dan bekas jerawat.
Laser rejuvenation adalah perawatan laser yang dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, mengurangi bekas jerawat, dan memperbaiki produksi kolagen. Ini sangat efektif untuk kulit yang cenderung berjerawat.
Kesimpulan
Sesuai dengan namanya, jerawat hormonal adalah masalah kulit yang sering kali disebabkan oleh fluktuasi hormon. Beberapa ciri khas jerawat hormonal meliputi munculnya jerawat pada area wajah tertentu, jenis jerawat yang berbeda, serta waktu kemunculannya yang seringkali berulang. Dengan mengenali penyebab dan ciri ciri jerawat hormonal, Anda bisa mengambil langkah yang lebih tepat dalam mengatasi masalah tersebut.
Untuk melakukan perawatan profesional di klinik perawatan wajah Plasthetic Clinic, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kami. Konsultasi ini penting untuk memungkinkan dokter mengevaluasi kondisi kulit Anda dan menentukan jenis perawatan yang paling sesuai. Selain itu, proses konsultasi juga berguna untuk menghindari potensi risiko atau efek samping yang tidak diinginkan selama proses perawatan.
Semoga informasi mengenai ciri ciri jerawat hormonal di atas bisa bermanfaat untuk Anda, ya!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: dr. Caecilia Linda
Sumber:
https://www.medicalnewstoday.com/articles/313084
https://www.sknclinics.co.uk/conditions/hormonal-acne
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21792-hormonal-acne
https://www.larocheposay.co.id/article/kapan-jerawat-hormonal-muncul-dan-cara-mengatasinya#ciriciri-jerawat-hormonal-dan-faktanya
https://hellosehat.com/penyakit-kulit/jerawat/jerawat-hormonal/
