Bagi Anda yang tertarik menggunakan veneer, tentu akan terdapat berbagai pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter terkait, salah satunya adalah “veneer gigi bertahan berapa lama?”. Veneer gigi sendiri saat ini telah menjadi pilihan populer untuk mendapatkan senyum yang lebih cerah tanpa perlu menjalani perawatan yang rumit.
Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani perawatan ini, ada baiknya Anda memahami beberapa hal penting terlebih dahulu. Mulai dari apa itu veneer, daya tahannya, faktor-faktor yang memengaruhi keawetannya, hingga tips perawatannya. Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!
Table of Contents
ToggleApa itu Veneer Gigi?
Veneer gigi adalah lapisan tipis yang dirancang khusus untuk menutupi bagian depan gigi, dengan tujuan memperbaiki penampilan gigi yang bernoda, retak, atau bentuknya tidak rata. Prosedur ini tentu hanya boleh dilakukan oleh dokter gigi dan dokter spesialis gigi dengan cara mengikis sedikit lapisan email gigi sebelum menempelkan veneer, sehingga sifatnya permanen dan tidak bisa dilepas.
Baca Juga: 7 Fungsi Veneer Gigi dan Rekomendasi Pemasangannya yang Benar
Berapa Lama Veneer Gigi Bisa Bertahan?
Lalu, berapa lama veneer gigi bisa bertahan? Ketahanan veneer tentu akan berbeda pada setiap jenis bahan yang digunakan. Veneer sendiri dapat terbagi menjadi beberapa bahan yang berbeda, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Veneer Komposit
Untuk veneer gigi berbahan resin komposit, yang dikenal juga sebagai veneer direct umumnya memiliki masa pakai sekitar 3 hingga 5 tahun. Namun dengan perawatan yang tepat, daya tahannya bisa meningkat hingga 5 sampai 7 tahun. Jenis ini biasanya dipilih karena biayanya lebih terjangkau dan proses pemasangannya yang lebih cepat.
2. Veneer Porselen
Veneer porselen, atau yang dikenal juga sebagai veneer indirect, merupakan jenis veneer yang cukup populer karena kekuatannya dan tampilan akhirnya yang terlihat alami. Salah satu keunggulan utama dari jenis ini adalah warnanya yang tahan terhadap noda makanan dan tidak mudah berubah seiring waktu.
Meski memerlukan proses yang lebih kompleks, veneer porselen dikenal memiliki daya tahan tinggi, bahkan bisa bertahan antara 10 hingga 15 tahun dengan perawatan minimal.
3. Veneer Lumineer
Lumineer adalah jenis veneer dengan lapisan lebih tipis dan transparan dibandingkan veneer porselen, sehingga pemasangannya memerlukan persiapan yang lebih minimal. Namun, karena ketebalannya yang rendah, lumineer kurang efektif untuk menutupi noda atau kerusakan gigi yang parah. Meskipun demikian, dengan perawatan yang baik, lumineer tetap bisa bertahan hingga 10 tahun sebelum perlu di ganti.
4. Veneer Palatal
Veneer palatal adalah restorasi yang digunakan pada permukaan belakang gigi, terutama gigi posterior, yang kerusakannya sering kali disebabkan oleh erosi, bruxism, atau gigitan dalam dan dapat memengaruhi gigi depan.
Berbeda dengan veneer penuh, lapisan palatal komposit menawarkan solusi perbaikan yang hanya menargetkan area gigi yang rusak, sehingga mempertahankan struktur gigi asli dan meningkatkan kesehatan mulut secara keseluruhan. Meskipun tersedia dalam bahan resin, porselen umumnya menjadi pilihan utama karena memiliki daya tahan yang lebih kuat.
5. Veneer Temporary
Untuk sementara waktu, saat veneer permanen sedang dalam proses pembuatan, dokter gigi akan memasangkan veneer temporary yang terbuat dari akrilik segera setelah enamel gigi dikikis.
Veneer temporary sendiri perlu dipakai umumnya selama tujuh hingga sepuluh hari dan dilepas saat veneer permanen sudah siap digunakan. Pemakaian yang melebihi jangka waktu tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pasien.
Baca Juga: Proses Veneer Gigi: Prosedur, Manfaat, dan Cara Merawatnya
Faktor yang Memengaruhi Daya Tahan Veneer
Memahami rentang umur rata-rata veneer saja tidak cukup. Agar veneer Anda bisa bertahan sesuai potensi maksimalnya, atau bahkan lebih lama, Anda perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang sangat memengaruhi daya tahannya. Ini bukan hanya tentang materialnya, tetapi juga perawatan dan gaya hidup Anda.
1. Mengunyah Benda Keras
Veneer gigi dapat rusak akibat kebiasaan menggigit benda keras seperti kuku, es batu, atau pensil, serta membuka kemasan menggunakan gigi. Tekanan berlebihan ini dapat menyebabkan veneer pecah, retak, atau terlepas. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan ini dan gunakan alat yang sesuai untuk menjaga keutuhan dan keawetan veneer.
2. Konsumsi Makanan dan Minuman Berwarna
Mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna, seperti teh, kopi, anggur merah, soda, serta berbagai jenis buah beri, dapat berpotensi meninggalkan noda pada permukaan veneer gigi, terutama pada veneer yang terbuat dari resin komposit.
Noda-noda ini dapat mengurangi kilau senyum Anda dan membuat veneer terlihat tidak menarik. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi konsumsi jenis makanan dan minuman tersebut. Sebagai langkah pencegahan, selalu berkumur atau lebih baik lagi, menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman berwarna.
3. Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak negatif bagi kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh, tetapi juga dapat memberikan efek buruk pada veneer gigi. Kandungan nikotin dan tar dalam rokok merupakan penyebab utama munculnya noda pada veneer, yang dapat mengubah warnanya menjadi kekuningan atau bahkan kecoklatan.
Lebih lanjut, merokok juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit gusi. Kondisi ini dapat menyebabkan gusi menjadi menyusut (resesi gusi), yang pada akhirnya akan membuat tepi veneer gigi menjadi lebih terlihat.
4. Kurang Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Kurangnya kebersihan mulut yang terjaga dapat menyebabkan akumulasi plak dan karang gigi di sekitar veneer. Kondisi ini berisiko memicu peradangan gusi (gingivitis) dan penyakit gusi (periodontitis), yang keduanya dapat merusak jaringan penyangga gigi dan berpotensi menyebabkan veneer gigi terlepas.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi setiap hari, serta rutin memeriksakan diri ke dokter gigi untuk pembersihan profesional.
5. Aktivitas Fisik Berisiko Tinggi
Aktivitas fisik yang melibatkan kontak langsung, seperti olahraga kontak (misalnya sepak bola, hoki, dan tinju), dapat meningkatkan risiko cedera pada gigi, termasuk veneer. Apabila tidak dilindungi dengan baik, veneer bisa pecah atau terlepas akibat benturan keras.
6. Bruxism atau Kebiasaan Menggertakkan Gigi
Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, atau yang dikenal dengan bruxism, bisa memberikan tekanan berlebih pada veneer dan menyebabkan keretakan, aus, bahkan terlepasnya veneer dari gigi. Jika Anda mengalami kebiasaan ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi agar dapat menggunakan pelindung gigi (mouthguard) yang berfungsi menjaga veneer tetap aman selama Anda tidur.
Baca Juga: Pantangan Setelah Veneer Gigi yang Perlu Anda Perhatikan
Tips Agar Veneer Awet Lebih Lama
Setelah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi daya tahan veneer, kini saatnya kita membahas langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan untuk memastikan investasi senyum Anda ini bertahan selama mungkin. Berikut beberapa di antaranya:
1. Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting untuk mempertahankan keawetan veneer. Pastikan Anda menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, dan rutin berkumur menggunakan obat kumur antiseptik untuk mencegah timbunan plak yang dapat merusak veneer.
2. Hindari Membuka Kemasan dengan Gigi
Jangan menggunakan gigi sebagai alat untuk membuka kemasan makanan atau plastik, karena tekanan yang ditimbulkan dapat menyebabkan veneer menjadi longgar atau bahkan rusak.
3. Batasi Penggunaan Gigi Depan untuk Mengunyah
Batasi penggunaan gigi depan untuk mengunyah makanan, dan sebaiknya hanya digunakan untuk memotong makanan yang bertekstur lunak. Sebab, mengunyah makanan keras dengan gigi depan dapat meningkatkan risiko veneer pecah atau rusak.
4. Menggunakan Pelindung Gigi
Untuk menjaga ketahanan veneer gigi Anda, terutama jika Anda aktif berolahraga atau memiliki kebiasaan menggertakkan gigi di malam hari (bruxism), disarankan untuk menggunakan pelindung gigi atau mouthguard. Alat ini berfungsi untuk mengurangi tekanan berlebih yang dapat merusak lapisan veneer.
Kesimpulan
Menggunakan veneer gigi tentu menjadi salah satu investasi dalam meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri. Namun, daya tahannya akan sangat bergantung pada perawatan yang tepat, kualitas pemasangan, serta kebiasaan pribadi.
Meskipun veneer porselen lebih tahan lama dibanding komposit, umur veneer bisa mencapai 5 hingga 15 tahun atau lebih lama jika dirawat dengan baik. Untuk memastikan veneer tetap awet, penting untuk mengikuti tips perawatan dan menghindari pantangan tertentu seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Jika Anda mempertimbangkan perawatan Veneer atau membutuhkan konsultasi perawatan estetika dan kesehatan gigi, Plasthetic Clinic siap membantu dengan dokter berpengalaman, teknologi modern, dan layanan yang mengutamakan hasil estetika serta kesehatan jangka panjang.
Jadi, jangan ragu untuk menjadwalkan konsultasi dan berinvestasi pada senyum terbaik Anda. Semoga informasi mengenai veneer gigi bertahan berapa lama di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: drg. Nyak Athifa Zaqni
Sumber:
https://www.putihdental.com/veneer-gigi-tahan-berapa-lama-kenali-jenis-dan-fungsinya/
https://www.rata.id/articles/kesehatan-gigi-dan-mulut/veneer-gigi-bisa-bertahan-berapa-lama
https://www.sozodental.com/perawatan-estetika-dengan-veneer-gigi/#Dampak_Kebiasaan_Sehari-hari_terhadap_Daya_Tahan_dan_Estetika_Veneer
