Apakah Anda memiliki kondisi gigi yang rusak hingga dapat mengganggu aktivitas Anda saat mengonsumsi makanan? Jika iya, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan pemasangan gigi crown. Gigi crown atau yang dikenal juga dengan istilah mahkota gigi merupakan sebuah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang sudah rusak atau patah.
Pada artikel kali ini, kami akan membantu Anda untuk mengetahui lebih mendalam mengenai apa itu gigi crown, jenis-jenis, tujuan pemasangan gigi crown, hingga risiko efek samping yang mungkin muncul setelah gigi crown terpasang. Langsung saja simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahuinya!
Table of Contents
ToggleApa Itu Gigi Crown?
Seiring bertambahnya usia, kondisi gigi yang dimiliki oleh setiap individu akan mengalami kerusakan yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu prosedur perawatan yang tepat dalam menangani gigi yang mengalami kerusakan adalah dengan melakukan prosedur pemasangan gigi crown.
Gigi crown sendiri merupakan sebuah lapisan pelindung gigi dengan bentuk seperti mahkota yang ditempatkan di atas gigi yang mengalami kerusakan. Tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki tampilan dan melindungi gigi dari kerusakan yang parah, pemasangan mahkota gigi juga dapat membantu Anda untuk meningkatkan kualitas gigi saat mengunyah.
Baca Juga: 6 Jenis Tambal Gigi yang Wajib Diketahui
Apa Saja Jenis-jenis Gigi Crown?
Gigi crown dapat terbagi menjadi beberapa jenis, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Logam
Logam merupakan jenis material yang sering digunakan dalam pembuatan gigi crown. Biasanya, logam yang digunakan dalam pembuatan gigi crown memiliki kandungan emas atau platina tinggi serta campuran logam dasar seperti kobalt-kromium dan nikel-kromium.
Salah satu keunggulan dari jenis crown satu ini adalah kemampuannya dalam melindungi gigi dari tekanan yang dihasilkan oleh gigitan dan kunyahan gigi pada posisi berlawanan. Selain itu, gigi crown jenis ini juga jarang mengalami kerusakan atau pecah.
Namun, pemasangan gigi crown berbahan logam umumnya memiliki biaya yang cukup mahal, terutama jika logam yang mengandung emas.
2. Baja (Stainless Steel)
Selanjutnya adalah gigi crown jenis baja yang umumnya sudah diproduksi secara massal di laboratorium, sehingga dapat langsung dipasang tanpa perlu pembuatan cetakan khusus dari gigi pasien.
3. Resin
Gigi crown jenis resin memiliki biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Tetapi, gigi crown jenis ini akan lebih mudah untuk mengalami kerusakan dan patah. Maka dari itu, jenis resin jarang digunakan dalam membuat gigi crown.
4. Keramik atau Porselen
Mahkota gigi jenis keramik atau porselen dapat menghasilkan warna yang lebih alami pada gigi asli pasien, sehingga jenis gigi crown satu ini cocok digunakan pada gigi depan maupun gigi geraham.
5. Porselen atau Logam
Jika Anda menginginkan gigi crown yang dapat disesuaikan dengan warna gigi asli Anda, maka Anda bisa memilih mahkota gigi yang terbuat dari bahan porselen dengan campuran logam.
Mahkota gigi jenis ini terdiri dari logam di bagian dalamnya dan porselen di bagian luar, sehingga tetap memiliki kekuatan dan tampilan estetis yang baik.
Namun, perlu Anda ketahui, bahwa bagian porselen yang terdapat di gigi crown jenis ini seringkali tidak menutupi hingga ke bagian bawah, sehingga di bagian mahkota yang berdekatan dengan gusi biasanya akan masih terlihat warna garis gelap yang sebenarnya merupakan logam.
Baca Juga: Dental Bridge: Proses, Keuntungan, dan Potensi Risikonya
Apa Saja Tujuan Pemasangan Gigi Crown?
Pemasangan gigi crown tentu akan memiliki tujuan yang baik bagi kesehatan gigi Anda. Berikut adalah beberapa tujuan pemasangan mahkota gigi yang dapat Anda ketahui.
- Menutupi implan gigi
- Memulihkan gigi yang rusak atau patah
- Menahan jembatan gigi pada posisinya
- Menutupi gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar
- Menutupi gigi yang mengalami cacat atau perubahan warna
- Melapisi dan mendukung gigi dengan tambalan besar
- Melindungi gigi yang rapuh akibat pembusukan agar tidak patah atau untuk menjaga agar gigi yang lemah tetap utuh jika terjadi retakan
Baca Juga: 6 Efek Cabut Gigi yang Harus Diketahui
Apa Saja Risiko Efek Samping Pemasangan Gigi Crown?
Setiap prosedur perawatan yang akan Anda lakukan tentu dapat menghadirkan risiko dan efek sampingnya tersendiri. Begitu pula pada prosedur pemasangan gigi crown yang dapat menghadirkan beberapa risiko dan efek samping tertentu, di antaranya sebagai berikut.
- Gigi menjadi lebih sensitif
- Gigi crown menjadi longgar dan dapat terlepas
- Terlihat garis hitam pada gusi yang dapat mengganggu penampilan
- Mahkota gigi sering mengalami pengikisan dan dapat menyebabkan pembusukan
- Muncul reaksi alergi yang menyebabkan sensasi terbakar, mati rasa, ruam, atau nyeri
Itulah informasi mengenai pemasangan gigi crown yang dapat Anda ketahui. Melalui penjelasan di atas, tentu Anda sudah dapat mengetahui bahwa gigi crown terdiri dari beberapa jenis yang terbuat dari bahan yang berbeda. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui bahwa pemasangan gigi crown memiliki tujuan yang baik bagi kesehatan gigi Anda.
Jika Anda memiliki permasalahan terhadap kesehatan gigi hingga dapat mengganggu aktivitas Anda saat mengonsumsi makanan, maka jangan ragu untuk mengunjungi Plasthetic Clinic cabang Aceh guna menangani permasalahan yang Anda miliki.
Dilengkapi dengan alat-alat canggih dan dokter yang berpengalaman, kami siap untuk membantu Anda dalam mengembalikan kualitas hidup Anda dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter terkait terlebih dahulu guna mengetahui tindakan yang sesuai dengan kondisi yang Anda miliki. Selain itu, proses konsultasi juga dapat membantu Anda dalam mengetahui risiko dan efek samping yang mungkin muncul selama prosedur perawatan berlangsung. Untuk melakukan konsultasi, Anda bisa langsung menghubungi tim kami di sini.
Semoga informasi mengenai pemasangan gigi crown di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: Tim Plasthetic Clinic Aceh
