9 Penyebab Jerawat Pustula serta Cara Mengatasinya dengan Tepat

penyebab jerawat pustula

9 Penyebab Jerawat Pustula serta Cara Mengatasinya dengan Tepat

05/08/2026

Di Tinjau oleh Dokter

Jerawat pustula merupakan benjolan kecil pada kulit yang berisi nanah. Jenis jerawat ini dapat terjadi di bagian tubuh yang mengandung kelenjar minyak seperti di bagian wajah, dada, dan punggung. Penyebab jerawat pustula biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidakseimbangan hormon, setelah melakukan tindakan atau treatment tertentu, pubertas, dan lain-lain.

Jika Anda mengalami kondisi satu ini, maka Anda tidak perlu merasa khawatir, karena terdapat beberapa cara mengatasi jerawat pustula. Mari kita simak penjelasannya lebih lanjut pada artikel berikut ini.

Apa itu Jerawat Pustula?

Jerawat Pustula adalah jenis jerawat yang ditandai dengan berisi nanah di dalamnya. Biasanya, jerawat Pustula muncul sebagai benjolan kecil berwarna merah yang berisi nanah berwarna putih atau kuning, dengan ukuran yang bervariasi dan terkadang dapat membesar.

Nanah yang terdapat di jerawat pustula biasanya terbentuk dari kombinasi sebum, sel kulit mati, dan bakteri yang terjebak dan terakumulasi di dalam pori-pori wajah, dan menyebabkan infeksi. Proses ini menghasilkan pustula yang berisi sebum, bakteri, dan debris saat sel darah putih berkumpul untuk melawan infeksi.

Jerawat pustula umumnya dapat menyebabkan rasa sakit dan kulit di sekitar benjolan biasanya akan memerah dan meradang. Umumnya, jerawat pustula dapat terjadi pada beberapa bagian area tubuh, termasuk punggung, dada, wajah, leher, ketiak, garis rambut, hingga area kemaluan.

Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Jerawat Batu Secara Alami dan Perawatan

Apa Saja Penyebab Jerawat Pustula?

Memahami penyebab dan cara mengatasinya jerawat pustula dapat menjadi langkah awal Anda dalam upaya mengatasi dan mencegah munculnya jenis jerawat ini.

Adapun beberapa faktor-faktor yang bisa menyebabkan kemunculan jerawat pustula di lapisan kulit, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Perubahan Hormonal

Perubahan hormonal seringkali menjadi pemicu munculnya jerawat pustula di lapisan kulit. Masa pubertas, kehamilan, menstruasi, dan kondisi hormonal lainnya dapat meningkatkan produksi sebum oleh kelenjar sebaceous, yang menyebabkan pori-pori tersumbat dan berujung pada pembentukan jerawat Pustula.

2. Produksi Sebum yang Berlebih

Kulit yang memproduksi sebum secara berlebihan cenderung lebih rentan terhadap jerawat pustula. Kelebihan sebum ini bisa menyumbat pori-pori, menciptakan kondisi yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan peradangan serta pembentukan jerawat. 

3. Bakteri

Bakteri, khususnya Propionibacterium Acnes, juga memainkan peranan yang penting dalam pembentukan jerawat pustula. Bakteri ini hidup di permukaan kulit dan dapat berkembang biak dengan cepat dalam pori-pori yang tersumbat oleh sebum berlebih.

Aktivitas dari bakteri ini dapat menyebabkan peradangan dan pembentukan nanah yang merupakan ciri khas dari jerawat pustula.

Papula untuk melawan infeksi terbentuk ketika sel darah putih berkumpul di papula untuk melawan infeksi, yang akhirnya berkontribusi pada pembentukan pustula yang berisi nanah.

Obat obatan, termasuk antibiotik topikal dan oral, dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang terkait dengan jerawat pustula.

Baca Juga: 8 Kandungan Skincare untuk Kulit Berjerawat

4. Faktor Genetik

Faktor genetik juga memengaruhi kecenderungan seseorang untuk mengalami jerawat pustula. Jika orang tua Anda memiliki riwayat jerawat, terutama jerawat yang parah, maka kemungkinan besar Anda juga akan mengalami kondisi yang serupa.

5. Penggunaan Produk Skincare atau Kosmetik yang Tidak Cocok

Penggunaan produk perawatan kulit atau makeup yang mengandung bahan komedogenik dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat pustula.

Produk dengan bahan berat seperti minyak mineral, lanolin, atau silikon dapat memicu penumpukan sebum dan bakteri, terutama jika tidak dibersihkan dengan benar. Pemilihan produk yang non-komedogenik sangat penting bagi Anda yang memiliki kulit rentan berjerawat.

6. Stres Berlebihan

Stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi dapat memicu reaksi hormon yang meningkatkan produksi sebum pada kulit.

Ketika Anda mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi, yang dapat memperburuk kondisi kulit dan menyebabkan peradangan, termasuk munculnya jerawat pustula.

7. Kebersihan Kulit yang Kurang Terjaga

Tidak rutin membersihkan wajah, terutama setelah beraktivitas atau menggunakan makeup, dapat menyebabkan penumpukan kotoran, minyak, dan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.

Hal ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri berkembang dan memicu jerawat pustula. Selain itu, menyentuh wajah dengan tangan kotor atau jarang mengganti sarung bantal juga berpotensi memperburuk kondisi kulit.

8. Merokok

Kebiasaan merokok dapat memperburuk kondisi kulit dan menjadi salah satu pemicu munculnya jerawat pustula. Zat kimia dalam rokok dapat mengganggu aliran darah ke kulit, mengurangi kadar oksigen, dan merusak kolagen serta elastin.

Selain itu, merokok juga bisa memicu peradangan dan memperparah ketidakseimbangan hormon, yang pada akhirnya meningkatkan risiko timbulnya jerawat di lapisan kulit.

9. Efek Samping Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat, seperti kortikosteroid, lithium, atau obat antiepilepsi, diketahui dapat memicu jerawat pustula sebagai efek sampingnya.

Obat-obatan ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon, produksi sebum, atau sistem kekebalan kulit. Jika Anda mulai mengalami jerawat setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mencari alternatif pengobatan yang lebih sesuai.

Diagnosis Jerawat Pustula

Untuk memastikan diagnosis jerawat pustula, dokter biasanya akan melakukan beberapa langkah berikut:

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit Anda untuk mengidentifikasi tanda-tanda jerawat pustula. Mereka akan melihat bentuk, ukuran, dan lokasi jerawat.
  • Riwayat Medis: Dokter mungkin akan menanyakan riwayat medis Anda, termasuk apakah Anda pernah mengalami jerawat pustula sebelumnya dan apakah ada riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
  • Tes Laboratorium: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan tes laboratorium untuk memastikan apakah ada infeksi bakteri yang memicu jerawat pustula. Tes ini dapat membantu menentukan pengobatan yang paling efektif.

Banner Plastic Aesthetic

Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat Pustula?

Jerawat pustula dapat menjadi masalah yang cukup menantang untuk ditangani. Photodynamic therapy (PDT) dapat menjadi metode yang efektif untuk mengobati jerawat pustula level parah. Namun, dengan pendekatan dan perawatan yang tepat, Anda bisa mengurangi gejala dan mencegah terbentuknya jerawat yang baru.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda dalam mengatasi jerawat ini.

1. Membersihkan Wajah Secara Rutin

Cara pertama yang harus Anda lakukan dalam mengatasi jerawat pustula adalah dengan menjaga kebersihan kulit melalui membersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih wajah yang lembut.

Hal tersebut efektif dalam menghilangkan kotoran, minyak berlebih, dan membunuh bakteri penyebab jerawat dari kulit. 

Dalam melakukan langkah ini, Anda perlu menghindari penggunaan produk perawatan yang terlalu keras atau yang mengandung alkohol dengan persentase yang tinggi, karena hal ini dapat memperparah iritasi dan menyebabkan kulit wajah menjadi lebih kering.

2. Hindari Memencet Jerawat

Memencet jerawat yang meradang hanya akan memperparah peradangan dan dapat menyebabkan risiko infeksi, serta meningkatkan kemungkinan terbentuknya bekas luka.

Oleh karena itu, Anda perlu menghindari aktivitas memencet jerawat, terlebih dengan tangan yang kotor.

3. Rutin Melakukan Eksfoliasi Wajah

Melakukan eksfoliasi wajah dapat menjadi salah satu cara dalam mengatasi jerawat ini. Sebab, kandungan bahan aktif yang terdapat di dalam produk eksfoliasi wajah, seperti asam salisilat, AHA dan BHA, glycolic acid dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori.

Namun, Anda perlu menghindari melakukan eksfoliasi terlalu sering agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

4. Merubah Pola Hidup

Pola makan yang sehat, mengurangi stres, dan tidur yang cukup dapat membantu Anda dalam mengurangi jerawat Pustula. Minum air yang cukup dan mengonsumsi makanan kaya antioksidan juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam. 

5. Menggunakan Obat Jerawat

Obat jerawat bekerja membunuh jerawat pustula melalui berbagai mekanisme yang dirancang untuk mengurangi peradangan, membunuh bakteri penyebab jerawat, dan mempercepat penyembuhan kulit. Obat jerawat sering mengandung agen antibakteri seperti benzoyl peroxide atau antibiotik (misalnya, clindamycin).

Benzoil peroksida bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acnes (P. acnes) yang biasanya berkembang di dalam pori-pori yang tersumbat dan menyebabkan jerawat pustula.

Faktor Risiko Jerawat Pustula

Selain penyebab tertentu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat pustula. Beberapa faktor risikonya meliputi:

  • Perubahan hormon, seperti saat pubertas, menstruasi, atau kehamilan, yang dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit.
  • Jenis kulit berminyak, karena produksi sebum berlebih dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.
  • Riwayat keluarga, terutama jika memiliki anggota keluarga dengan masalah jerawat yang serupa.
  • Penggunaan skincare atau kosmetik yang tidak sesuai, terutama produk yang dapat menyumbat pori-pori.
  • Stres berlebihan, yang dapat memicu peningkatan hormon kortisol dan memperburuk kondisi kulit.
  • Kurang menjaga kebersihan kulit, sehingga kotoran, minyak, dan sel kulit mati lebih mudah menumpuk di pori-pori.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit apabila mengalami kondisi berikut:

  • Jerawat tidak kunjung membaik setelah menggunakan produk perawatan kulit selama 6–8 minggu.

  • Jerawat semakin meradang atau menyebar, terutama jika mulai terasa nyeri atau mengganggu aktivitas.

  • Muncul jerawat berukuran besar dan dalam, seperti jerawat nodul atau kistik, yang berisiko meninggalkan bekas.

  • Kulit mengalami iritasi parah, kemerahan, atau kering akibat penggunaan produk tertentu.

  • Jerawat menurunkan kepercayaan diri, mengganggu pekerjaan, atau membuat Anda merasa stres secara emosional.

  • Anda memerlukan tindakan medis khusus, seperti terapi antibiotik, ekstraksi profesional, atau perawatan lanjutan seperti photodynamic therapy (PDT).

Baca Juga: Mengenal 5 Manfaat Es Batu untuk Jerawat

Rekomendasi Perawatan Mengatasi Jerawat Pustula dari Plasthetic Clinic

Rekomendasi Perawatan Mengatasi Jerawat Pustula

Mengatasi jerawat ini, terutama yang sudah dalam tingkat keparahan tinggi, tentu akan membutuhkan perawatan khusus guna mengurangi inflamasi dan mencegah terbentuknya bekas luka.

Plasthetic Clinic sebagai klinik kecantikan kulit menawarkan beberapa pilihan perawatan yang efektif dalam mengatasi masalah jerawat pustula, antara lain adalah sebagai berikut.

1. Acne Facial

Acne Facial adalah perawatan wajah yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan pada kulit berjerawat. Perawatan ini mencakup pembersihan secara menyeluruh, termasuk ekstraksi jerawat dan komedo serta dengan bantuan alat IPL atau Intense Pulse Light.

Perawatan Acne Facial sendiri dapat membantu kulit wajah dalam mengurangi peradangan, membersihkan pori-pori tersumbat, serta menenangkan kulit

2. Acne Injection

Acne Injection merupakan perawatan kombinasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah peradangan jerawat dan berfungsi untuk mengurangi pembengkakan serta kemerahan pada kulit. Perawatan ini cocok untuk dilakukan pada jerawat Pustula yang meradang dan besar, memberikan hasil yang cepat dan efektif.

3. PDT for Acne

PDT for Acne atau Photodynamic Therapy merupakan perawatan yang terbukti efektif dalam menangani jerawat, terutama pada jenis jerawat yang sulit ditangani oleh penggunaan produk skincare.

Perawatan ini akan bekerja dengan melibatkan cahaya khusus yang ditargetkan pada kelenjar sebum dan lesi jerawat, sehingga dapat mengurangi produksi minyak pada kulit dan mempercepat proses penyembuhan jerawat.

4. Chemical Peeling

Chemical Peeling merupakan sebuah perawatan yang melibatkan penggunaan larutan kimia pada kulit, seperti asam glikolat, asam salisilat, atau asam trichloroacetic (TCA). Bahan kimia ini nantinya akan bekerja dengan cara mengikis lapisan sel-sel kulit mati.

Untuk melakukan perawatan Chemical Peeling di Plasthetic Clinic, Anda bisa memilih perawatan Premium Glow.

Perawatan ini dapat membantu Anda mengatasi berbagai masalah kulit, seperti kerutan, garis halus, hiperpigmentasi, bintik-bintik gelap akibat penuaan, bekas jerawat, hingga ketidakmerataan pada tekstur kulit wajah.

5. Laser Acne

Perawatan terakhir yang bisa Anda pilih adalah Laser Acne yang dirancang untuk mengatasi masalah kulit berjerawat, memperbarui kulit, dan mengurangi produksi minyak berlebih di kulit.

Selain itu, perawatan ini juga berfungsi untuk mengurangi lemak jenuh pada wajah, sehingga dapat mengurangi serta menghilangkan penyebab jerawat pada kulit wajah.

Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi jerawat pustula, Anda dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit Anda.

Jika Anda mengalami jerawat pustula yang parah, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau melakukan perawatan di klinik kecantikan seperti Plasthetic Clinic untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Segera Konsultasikan Masalah Kulit Wajah Anda Sekarang!

Untuk mempercepat penyembuhan jerawat pustula, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan perawatan di klinik kecantikan di Jakarta yaitu Plasthetic Clinic, di mana Anda akan mendapatkan penanganan profesional yang disesuaikan dengan kondisi kulit Anda.

Namun, sebelum menjalani perawatan, Anda perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar dokter yang bersangkutan dapat mengetahui kondisi yang Anda miliki dan memberikan tindakan yang tepat.

Untuk melakukan konsultasi, Anda bisa langsung mengunjungi beberapa cabang Plasthetic Clinic terdekat di kota Anda atau langsung menghubungi tim kami di sini.

Semoga informasi mengenai penyebab jerawat pustula di atas dapat bermanfaat untuk Anda!

Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!

Ditinjau oleh: dr. Melly Rianty Praditha, dipl.AAAM

web banner disclaimer

SHARE THIS ARTICLE IN:

Plasthetic Clinic Logo New-01 (3) (2)

Recent Articles

jerawat saat haid

Jerawat Saat Haid? Atasi dengan Cara Ini Segera!

Read More
vitamin-c

Ini Dia Manfaat Suntik Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh!

Read More
perbedaan filler dan silikon

Pahami 4 Perbedaan Filler dan Silikon dalam Dunia Kecantikan

Read More

We Prioritize our Customers

Dapatkan perawatan dan prosedur terbaik hanya di Plasthetic Clinic!