Bruntusan dan jerawat akan dapat terbentuk pada bagian tubuh mana saja, contohnya bahu, wajah, punggung, lengan serta dada. Akan tetapi, biasanya masalah kulit satu ini tumbuh di area wajah, khususnya bagian dahi. Lantas, apa penyebab dari bruntusan di dahi ini dan bagaimana cara menanganinya?
Yuk baca sampai habis!
Table of Contents
ToggleApa Itu Bruntusan di Dahi?
Bruntusan sendiri merupakan suatu kondisi kulit wajah yang mungkin mirip dengan jerawat. Beruntusan ini biasanya akan membuat kulit terlihat kasar serta tidak rata karena sel kulit mati dan juga minyak di pori-pori.
Bruntusan tersebut sering muncul pada area dahi, karena area dahi tersebut akan sering bergesekan dengan rambut, hal ini lah yang dapat menimbulkan permukaan kasar di area dahi, lho teman Plasthetic.
Jadi, penting juga untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk diagnosis dan perawatan yang tepat jika Anda mengalami bruntusan.
Baca Juga: 4 Perbedaan Bruntusan dan Fungal Acne Pada Kulit
Apa Saja Penyebab Bruntusan di Dahi?
Berikut ini adalah berbagai faktor-faktor penyebab bruntusan di area dahi di antaranya adalah sebagai berikut;
1. Perubahan Hormon
Alasan pertama munculnya kerutan di dahi ialah adanya perubahan hormonal. Pemogokan sering terjadi terutama selama masa pubertas, karena kadar hormon sangat berfluktuasi selama periode ini.
2. Stress
Alasan lain yang menjadi penyebab beruntusan di dahi ialah stress, adanya hubungan yang berkaitan antara stres serta bruntusan ini yang dapat memperparah wajah Anda, lho.
3. Konsumsi Obat-Obatan
Alasan ketiga penyebab bruntusan di dahi Anda adalah obat yang Anda minum. Beberapa obat tentunya akan dapat menyebabkan berbagai masalah wajah, seperti jerawat dan juga bruntusan sebagai efek sampingnya.
4. Kebersihan Rambut
Alasan keempat munculnya bruntusan pada area dahi adalah tidak menjaga kebersihan rambut. Rambut dapat menyebabkan jerawat serta bruntusan di dahi.
Tentunya, jika Anda tidak mencuci rambut Anda secara teratur, hal tersebut dapat menyebabkan banyaknya timbunan minyak pada area dahi serta dapat menimbulkan penyumbatan yang menjadi penyebab bruntusan.
Jika Anda mempunyai rambut yang mudah berminyak, minyak ini akan dapat terkumpul di dahi Anda dan menyumbat pori-pori di sana. Minyak berlebih dari rambut ini dapat menyebabkan pori-pori yang tersumbat dan menimbulkan bruntusan.
5. Produk Perawatan Rambut
Alasan kelima terbentuknya bruntusan di dahi adalah penggunaan produk perawatan rambut yang tidak tepat dengan jenis kulit Anda.
Selain dikarenakan faktor kebersihan rambut dan sifat berminyak, tentunya penggunaan produk rambut yang salah juga bisa memicu reaksi pada kulit sekitar rambut serta menimbulkan bruntusan.
6. Iritasi
Alasan keenam timbulnya bruntusan di dahi ialah iritasi. Iritasi tersebut bisa disebabkan karena pemakaian make up atau aksesoris rambut seperti topi dan syal.
Selain itu juga, menyentuh dahi secara berulang juga dapat menyebabkan iritasi dan timbul bentol merah serta bruntusan.
Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan iritasi kulit dan berkontribusi pada bruntusan, sehingga penting untuk menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit.
Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Bruntusan di Hidung
7. Biang Keringat (Heat Rash)
Biang keringat atau heat rash adalah kondisi kulit yang beruntusan akibat keringat, sel kulit mati, dan bakteri yang terjebak di bawah permukaan kulit.
Biang keringat termasuk sangat umum dialami oleh siapa saja dari segala usia, terutama yang tinggal di daerah beriklim tropis.
Biasanya, biang keringat berbentuk bintik-bintik kecil dalam jumlah banyak dan terkadang kemerahan. Beruntusan di jidat karena biang keringat lebih sering dialami oleh bayi dan anak-anak.
8. Folikulitis (Folliculitis)
Folikulitis adalah penyakit kulit yang biasanya muncul di kulit kepala yang ditumbuhi rambut. Namun, folikulitis bisa menjadi penyebab beruntusan di jidat karena posisinya yang dekat dengan area wajah.
Folikulitis ditandai dengan benjolan kecil merah dengan ujung berwarna putih berisi nanah. Penyebab beruntusan di dahi yang satu ini dapat menyebabkan gatal dan rasa tak nyaman.
9. Keratosis Pilaris
Keratosis pilaris adalah masalah kulit yang ditandai dengan timbulnya bintik-bintik kecil dan keras sehingga terlihat seperti kulit ayam.
Umumnya keratosis pilaris tidak menimbulkan nyeri dan tidak berbahaya.
Namun, penyebab beruntusan di jidat ini cukup mengganggu penampilan dan membuat pengaplikasian kosmetik seperti bedak jadi tidak merata. Keratosis pilaris biasanya dapat hilang sendiri seiring bertambahnya usia.
10. Dermatitis Kontak Alergi (Allergic Contact Dermatitis)
Dermatitis kontak alergi merupakan salah satu penyebab munculnya beruntusan di jidat. Kondisi ini ditandai dengan timbulnya ruam kulit kemerahan dan gatal pada bagian kulit yang sensitif terhadap paparan zat tertentu.
Reaksi alergi ditunjukkan dengan adanya beruntusan di dahi ini dan dapat menjadi penanda untuk mengetahui apa jenis alergen Anda.
11. Polusi (Pollution)
Polusi adalah salah satu faktor yang dapat memicu beruntusan di jidat. Paparan polusi di udara dapat menyebabkan penumpukan kotoran di wajah dan memicu beruntusan.
Jika sudah mengalaminya, udara yang kotor bisa memperburuk beruntusan yang sudah ada.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kulit wajah dan menggunakan produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit Anda.
Bagaimana Cara Mengatasi Bruntusan di Dahi?
Bruntusan di area jidat memang bisa mengganggu penampilan sehingga menjadi tidak percaya diri. Berikut adalah berbagai cara mengatasi bruntusan di dahi dengan alami, simak selengkapnya.
1. Lidah Buaya
Sifat antibakteri dan anti inflamasi lidah buaya dan vitamin E tersebut akan efektif menghilangkan bruntusan di jidat, lho.
Caranya adalah dengan mengoleskan gel lidah buaya dari tanaman tersebut secara merata ke seluruh wajah Anda.
Biarkan selama 10-15 menit lalu bersihkan wajah dengan air jernih.
2. Jeruk Lemon
Lemon sendiri mengandung bahan senyawa antibakteri serta astringent yang efektif mengangkat sel kulit mati dan juga dapat mencegah penyumbatan pori-pori kulit.
Caranya adalah dengan mengambil sari lemon dan mengoleskannya ke wajah sebagai masker. Biarkan selama 10-15 menit lalu bersihkan dengan air jernih.
3. Teh Hijau
Teh hijau sendiri mengandung bahan senyawa polifenol epigallocatechin gallate (EGCG) yang terbukti efektif untuk dapat membantu menghilangkan bruntusan di wajah.
Tingkat ini mengurangi produksi minyak yang dapat menyumbat pori-pori. Anda bisa melakukannya dengan merendam daun atau kantong teh hijau dalam air panas.
Lalu, Anda campurkan madu ataupun gel lidah buaya dan oleskan ke seluruh wajah. Biarkan selama 10-15 menit. Untuk hasil terbaik, gunakan 2 kali seminggu, ya teman Plasthetic.
4. Tea Tree Oil
Tea tree oil mengandung senyawa antiinflamasi dan antimikroba. Caranya adalah dengan mencampur beberapa tetes minyak ini dengan air, lalu mengoleskan campuran tersebut ke seluruh wajah dengan menggunakan kapas. Biarkan selama 10 hingga 15 menit, kemudian bilas dengan air bersih.
5. Produk Perawatan Kulit Eksfoliasi
Selain menggunakan bahan-bahan alami seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Anda juga bisa menggunakan produk eksfoliasi.
Produk eksfoliasi ini dapat membantu membersihkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, mengendalikan minyak di wajah, dan mendukung regenerasi kulit.
Salah satu produk eksfoliasi yang cocok digunakan adalah toner. Toner yang mengandung bahan AHA, BHA, retinol, dan niacinamide sangat efektif untuk merawat kulit Anda, terutama yang memiliki masalah bruntusan.
Baca Juga: Apakah Eksfoliasi Aman Untuk Kulit Berjerawat? Simak Tipsnya di Sini!
Bahan Skincare yang Cocok untuk Kulit Bruntusan
Selain menggunakan bahan alami, memilih skincare dengan kandungan yang tepat juga dapat membantu mengatasi bruntusan di dahi.
Beberapa bahan aktif bekerja dengan membersihkan pori-pori, mengontrol produksi minyak, mengangkat sel kulit mati, hingga membantu meredakan peradangan.
Namun, pastikan penggunaannya disesuaikan dengan jenis kulit dan lakukan secara bertahap untuk mengurangi risiko iritasi.
Beberapa kandungan skincare yang umum direkomendasikan untuk kulit bruntusan antara lain:
- Salicylic Acid (BHA) atau asam salisilat untuk membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.
- Glycolic Acid atau Lactic Acid (AHA) untuk mengeksfoliasi permukaan kulit sehingga tekstur kulit menjadi lebih halus.
- Niacinamide untuk membantu mengontrol produksi minyak, meredakan kemerahan, dan memperkuat skin barrier.
- Retinol untuk mempercepat regenerasi sel kulit serta membantu mengurangi bruntusan akibat pori-pori tersumbat.
- Azelaic Acid untuk membantu mengurangi peradangan sekaligus menyamarkan bekas jerawat dan bruntusan.
- Tea Tree Oil sebagai bahan alami yang memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi untuk membantu mengurangi jerawat ringan.
- Ceramide untuk menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit, terutama jika Anda rutin menggunakan produk eksfoliasi.
Tips Mencegah Bruntusan di Wajah
Selain melakukan perawatan alami maupun treatment di klinik kecantikan, langkah pencegahan juga tidak kalah penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhindar dari bruntusan.
Dengan kebiasaan sehari-hari yang tepat, Anda bisa meminimalisir risiko timbulnya masalah kulit ini.
Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
-
Jaga Kebersihan Wajah Secara Teratur
Cuci wajah dua kali sehari dengan pembersih yang sesuai jenis kulit untuk mengangkat minyak dan sel kulit mati yang menumpuk. Dengan mencuci wajah secara rutin, pori-pori akan lebih bersih dan risiko bruntusan pun bisa diminimalisir. -
Hindari Menyentuh Wajah dengan Tangan Kotor
Tangan sering bersentuhan dengan banyak benda yang penuh bakteri. Menyentuh wajah tanpa mencucinya terlebih dahulu dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu tekstur kulit, sehingga memicu munculnya bruntusan. -
Gunakan Produk Skincare yang Tepat
Pastikan memilih produk perawatan wajah yang non-komedogenik dan sesuai kebutuhan. Pemilihan skincare yang salah justru bisa membuat kulit berminyak semakin parah dan memperbesar risiko bruntusan. -
Rawat Kebersihan Rambut dan Aksesoris
Rambut yang tidak terjaga kebersihannya atau penggunaan produk rambut yang berlebihan dapat menempel di dahi dan memengaruhi lapisan kulit di sekitarnya. Oleh karena itu, rajinlah mencuci rambut dan membersihkan aksesoris seperti topi atau helm. -
Kelola Stres dengan Baik
Stres berlebihan dapat memicu ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada kondisi kulit. Jika tidak dikendalikan, stres bisa menimbulkan jerawat maupun bruntusan yang berpotensi meninggalkan bekas di wajah. -
Gunakan Tabir Surya Secara Rutin
Paparan sinar UV dapat merusak kulit dan memperburuk kondisi bruntusan. Dengan menggunakan sunscreen setiap hari, kulit akan tetap terlindungi dan risiko munculnya masalah kulit bisa berkurang secara signifikan.

Baca Juga: Penyebab Bruntusan pada Wajah yang Harus Kamu Ketahui!
Rekomendasi Perawatan Menghilangkan Bruntusan di Dahi Terbaik di Plasthetic
Berikut ini adalah rekomendasi perawatan menghilangkan bruntusan di dahi terbaik di Plasthetic Clinic, yaitu:
1. Premium Glow
Premium glow dapat berfungsi untuk mengatasi berbagai macam permasalahan pada semua jenis kulit wajah, contohnya memperbaiki pigmentasi kulit dan juga dapat membuat kulit terlihat lebih sehat, bersinar dan juga cerah.
2. Acne Facial
Acne facial ini merupakan salah satu perawatan kulit yang berfungsi untuk dapat mengurangi dan membersihkan kulit wajah yang berjerawat dengan melakukan tindakan ekstraksi dan IPL sehingga nantinya kulit wajah Anda akan terlihat lebih bersih dan nyaman.
3. Laser Acne
Laser acne bertujuan untuk dapat meredakan peradangan yang disebabkan oleh jerawat dan dapat menghilangkan noda bekas jerawat, sehingga kulit wajah Anda akan terlihat lebih bersih serta sehat.
Nah, itu dia penjelasan mengenai penyebab bruntusan di dahi dan cara mengatasinya. Semoga membantu! Selain berbagai cara alami, tidak ada salahnya juga Anda mencoba treatment di klinik perawatan wajah untuk dapat menghilangkan bruntusan di dahi Anda dengan hasil yang instan serta lebih maksimal, lho.
Kunjungi Plasthetic Clinic sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perawatan ini.
Di Review Oleh: