Perawatan keratosis pilaris menjadi salah satu langkah penting yang perlu Anda pahami jika mengalami kondisi kulit yang terasa kasar seperti kulit ayam atau yang lebih dikenal dengan istilah chicken skin. Meski tidak berbahaya, kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, baik dari segi kesehatan kulit maupun kepercayaan diri.
Perawatan keratosis pilaris sendiri tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga berkaitan dengan menjaga fungsi kulit sebagai pelindung tubuh. Dengan penanganan yang tepat, Anda dapat membantu mengurangi gejala sekaligus menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.
Table of Contents
ToggleBagaimana Gejala Keratosis Pilaris?
Sebelum melangkah lebih jauh ke tahap penanganan, sangat penting bagi Anda untuk mengenali karakteristik kondisi ini agar tidak tertukar dengan penyakit kulit lainnya seperti eksim atau infeksi jamur.
Gejala utama dari keratosis pilaris adalah munculnya benjolan kecil-kecil dan kasar pada kulit. Sebagian besar kasus umumnya ditandai dengan benjolan saja, tanpa memiliki gejala lain.
Namun, pada beberapa kasus tertentu, gejala lain juga bisa terjadi, seperti:
- Kulit gatal atau kering: Terutama dirasakan di area punggung lengan atas, kaki, atau bokong.
- Iritasi pada benjolan: Terjadi perubahan warna (kemerahan atau kecokelatan) yang membuat benjolan semakin terlihat. Kondisi ini kerap disebut sebagai dermatitis lichenoid gesekan.
- Tekstur kasar seperti amplas: Kulit terasa sangat tidak rata tepat pada tempat munculnya benjolan.
- Sensitivitas terhadap cuaca: Gejala cenderung memburuk saat udara lebih kering, seperti di musim dingin atau saat terlalu lama berada di ruangan ber-AC.
Perlu diingat bahwa kondisi lain terkadang dapat menyebabkan gejala serupa, seperti kulit gatal dan kering, eksim, psoriasis, alergi, hingga infeksi jamur. Jika Anda merasa gejala tersebut disertai peradangan hebat, konsultasi medis tetap menjadi jalan terbaik.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Keratosis Pilaris agar Kulit Lebih Halus dan Sehat
Perawatan Keratosis Pilaris di Rumah
Mengelola kondisi ini sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri melalui rutinitas perawatan kulit yang tepat. Fokus utamanya adalah melunakkan sumbatan keratin dan menjaga hidrasi kulit.
Berikut adalah 5 perawatan keratosis pilaris yang bisa Anda lakukan di rumah:
1. Melakukan Eksfoliasi Kulit Secara Rutin
Eksfoliasi bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati yang menyumbat folikel. Anda dapat menggunakan loofah, waslap, gel eksfoliasi, atau scrub dengan gerakan melingkar kecil untuk mencuci area kulit yang terkena dengan lembut saat mandi.
Pastikan untuk tidak menggosok terlalu keras, karena tindakan tersebut dapat mengiritasi kulit dan justru memperburuk peradangan pada benjolan.
2. Menggunakan Pelembap untuk Menjaga Kelembapan Kulit
Kulit yang kering adalah musuh utama bagi penderita kondisi ini. Mengoleskan pelembap secara rutin dapat menjaga kulit agar tetap terhidrasi, sekaligus meminimalkan dan melembutkan tekstur benjolan.
Sangat disarankan bagi Anda untuk mengoleskan pelembap beberapa kali setiap hari, terutama segera setelah mandi saat kulit masih dalam keadaan lembap guna mengunci air di dalam sel kulit.
3. Menggunakan Skincare dengan Kandungan AHA atau BHA
Eksfoliasi kimiawi sering kali lebih efektif daripada eksfoliasi fisik. Kandungan seperti Alpha Hydroxy Acids (AHA) seperti asam laktat atau glikolat, serta Beta Hydroxy Acid (BHA) seperti asam salisilat, bekerja dengan cara melarutkan lem yang menyatukan sel kulit mati dan membantu melunakkan keratin.
Penggunaan produk dengan kandungan tersebut secara rutin akan membuat permukaan kulit terasa jauh lebih halus.
4. Mandi dengan Air Hangat dan Tidak Terlalu Lama
Mandi dengan air yang terlalu panas dapat meluruhkan minyak alami kulit (sebum) yang berfungsi sebagai pelindung.
Untuk menjaga kesehatan kulit, gunakanlah air hangat kuku dan batasi waktu mandi Anda (sekitar 5-10 menit).
Hal ini bertujuan agar kulit tidak kehilangan kelembapan esensialnya yang memicu penebalan keratin.
5. Menghindari Menggosok Kulit Terlalu Keras
Mungkin muncul keinginan untuk menggosok benjolan tersebut agar cepat hilang. Namun, perilaku ini harus dihindari.
Perlakukan kulit Anda secara lembut, seperti menggunakan handuk dengan cara menepuk-nepuk kulit setelah mandi daripada menggosoknya secara kasar. Ketenangan pada kulit akan mempercepat proses perbaikan tekstur.
Baca Juga: Ketahui 10 Cara Menghilangkan Kulit Bertekstur dengan Baik dan Benar
Pantangan Keratosis Pilaris
Dalam proses pemulihan, apa yang tidak Anda lakukan terkadang sama pentingnya dengan apa yang Anda lakukan. Berikut adalah beberapa hal yang wajib dihindari:
1. Hindari Menggosok Terlalu Keras
Scrubbing yang berlebihan tidak akan menghilangkan benjolan lebih cepat, melainkan hanya akan membuat kulit semakin kasar, memicu iritasi, bahkan menyebabkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi (bekas hitam).
2. Batasi Mandi Air Panas
Jangan mandi air panas terlalu lama karena suhu yang tinggi secara efektif menghilangkan kelembapan alami kulit dan memperparah tampilan chicken skin.
3. Jangan Memencet atau Mengorek Kulit
Sangat dilarang untuk memencet benjolan karena hal ini dapat menyebabkan luka, bekas permanen, atau peradangan yang berujung pada infeksi bakteri.
4. Hindari Produk Berbahan Iritan
Hindari penggunaan produk yang mengandung parfum kuat, minyak yang menyumbat pori (comedogenic), atau alkohol tinggi di area yang terdampak.
Cukup gunakan pembersih yang lembut (gentle cleanser) dan pelembap tanpa pewangi.
Baca Juga: 7 Perbedaan Kulit Sensitif dan Alergi yang Perlu Anda Pahami
Kapan Sebaiknya Konsultasi dengan Dokter Kulit?
Keratosis pilaris umumnya merupakan kondisi kronis yang bisa membaik seiring bertambahnya usia, terutama ketika mencapai usia 30 tahun.
Namun, penanganan mandiri terkadang membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan hasil yang signifikan. Untuk mendapatkan saran pengobatan yang cepat dan tepat, Anda bisa berkonsultasi bersama dokter ahli.
Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa, seperti:
- Penebalan kulit yang berwarna putih atau keabu-abuan.
- Kulit yang menebal tampak sangat kering hingga mudah terkelupas.
- Muncul rasa sangat gatal yang tidak tertahankan atau nyeri pada area benjolan.
- Keluhan disertai dengan sendi yang terasa nyeri.
Dokter mungkin akan menyarankan perawatan yang lebih intensif seperti terapi laser atau penggunaan krim dengan resep medis yang mengandung retinoid untuk mempercepat pergantian sel kulit.
Bantu Perbaiki Tekstur Kulit dengan Treatment Laser di Plasthetic Clinic
Perawatan keratosis pilaris tidak hanya dapat dilakukan di rumah, tetapi juga bisa didukung dengan teknologi medis yang lebih modern. Salah satunya melalui Treatment Laser di Plasthetic Clinic, yang dirancang untuk membantu memperbaiki tekstur kulit secara lebih efektif.
Treatment ini bekerja dengan memanfaatkan teknologi laser untuk merangsang regenerasi sel kulit, meningkatkan produksi kolagen, serta membantu menghaluskan permukaan kulit yang kasar. Dari sisi kesehatan, prosedur ini juga membantu memperbaiki struktur kulit sehingga lebih kuat dan sehat.
Jika Anda ingin mendapatkan penanganan yang lebih optimal, Plasthetic Clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter berpengalaman untuk membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.
Dengan pendekatan medis yang tepat dan teknologi modern, Anda dapat menjaga kesehatan kulit sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Semoga, informasi mengenai perawatan keratosis pilaris di atas bisa bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Quality of Life!
Ditinjau oleh: Tim Plasthetic Clinic
Sumber:
https://www.halodoc.com/faq/questions/apa-tips-merawat-kulit-dengan-keratosis-pilaris-chicken-skin
https://www.alodokter.com/keratosis-pilaris
https://www.halodoc.com/kesehatan/keratosis-pilaris?srsltid=AfmBOornrgFgYtImDvsAumDN6rhb38ps8bcTLz9Is_FoH782H0oFIjVc
