Milia adalah salah satu masalah kulit yang sering membuat banyak orang merasa tidak percaya diri. Bintik kecil berwarna putih ini sering kali muncul di area wajah, terutama di sekitar mata, pipi, atau dagu, dan bisa bertahan dalam waktu yang lama.
Jika Anda sudah mencoba berbagai cara menghilangkan milia yang sudah bertahun tahun, namun milia tetap membandel, artikel dari Plasthetic Clinic berikut ini akan membantu Anda dalam memahami penyebabnya dan memberikan solusi efektif untuk mengatasinya.
Table of Contents
ToggleMemahami Apa itu Milia?
Milia adalah benjolan kista kecil berwarna putih atau kekuningan yang muncul sebagai benjolan atau bintik-bintik pada kulit.
Biasanya, milia ditemukan di area sekitar mata dan pipi, meskipun dapat muncul di bagian wajah atau tubuh lainnya. Kondisi ini sering terjadi pada bayi baru lahir, di mana milia dikenal sebagai “bintik susu,” namun juga dapat ditemukan pada orang dewasa.
Berbeda dengan jerawat, milia memiliki tekstur yang keras seperti butiran kecil pasir di bawah kulit, tanpa disertai kemerahan atau peradangan seperti yang sering terlihat pada komedo atau jerawat.
Meskipun tidak menular atau berbahaya, keberadaan milia di area yang terlihat, seperti wajah, dapat membuat beberapa orang merasa kurang percaya diri. Milia bisa hilang dengan sendirinya, tetapi proses ini sering memakan waktu lama. Untuk mengatasinya, prosedur profesional sederhana dapat dilakukan untuk menghilangkannya secara efektif.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Kulit Bertekstur dengan Tepat
Apa Penyebab Milia di Wajah?
Beberapa faktor yang dapat memicu munculnya milia di wajah antara lain:
- Penumpukan sel kulit mati
Sel kulit mati yang tidak terangkat dengan baik dapat menyumbat pori-pori, sehingga keratin terjebak di dalam jaringan kulit. - Iritasi atau kerusakan kulit
Luka bakar ringan, ruam, atau prosedur tertentu seperti dermabrasi dapat merusak lapisan kulit, yang kemudian memicu terbentuknya milia. - Penggunaan produk skincare yang terlalu berat
Krim atau pelembap dengan tekstur terlalu kental bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan milia muncul lebih mudah. - Paparan sinar matahari berlebih
Kulit yang sering terpapar sinar UV dapat menebal, sehingga memperlambat proses regenerasi kulit dan memicu terbentuknya milia. - Faktor penuaan
Pada usia tertentu, regenerasi kulit melambat sehingga keratin lebih mudah terperangkap dan menyebabkan milia.
Bagaimana Cara Menghilangkan Milia di Wajah?
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi milia, baik dengan perawatan alami maupun melalui bantuan profesional. Berikut adalah beberapa cara menghilangkan milia yang sudah bertahun tahun yang bisa Anda coba:
1. Menggunakan Retinoid
Banyak dokter kulit merekomendasikan penggunaan krim yang mengandung retinoid sebagai salah satu cara untuk mengatasi milia.
Krim ini bekerja dengan membantu mengikis keratin yang terperangkap di bawah kulit, sehingga membantu proses pengelupasan.
Dengan penggunaan rutin, retinoid dapat membuat milia perlahan menghilang dan sekaligus memperbaiki tekstur kulit.
Namun, sebelum menggunakan retinoid, penting untuk memahami efek samping yang mungkin muncul, seperti iritasi atau kemerahan ringan, agar penggunaan tetap aman dan efektif.
2. Deroofing
Deroofing merupakan prosedur yang hanya boleh dilakukan oleh dokter kulit yang berpengalaman. Dalam prosedur ini, dokter akan menghilangkan milia dengan hati-hati menggunakan jarum steril untuk menusuknya.
Proses ini dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan milia dapat diangkat tanpa menyebabkan kerusakan atau infeksi pada kulit.
Oleh karena itu, tindakan ini tidak disarankan untuk dilakukan sendiri di rumah.
Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Bintik Bintik di Wajah
3. Chemical Peel
Milia dapat dihilangkan melalui metode chemical peel, yang merupakan salah satu prosedur perawatan kulit. Teknik ini bekerja dengan mengangkat lapisan kulit terluar, sehingga milia ikut terangkat bersama sel-sel kulit mati yang terkelupas.
Selain menghilangkan milia, chemical peel juga dapat membantu merangsang regenerasi kulit baru yang lebih sehat dan segar.
Hasilnya, kulit wajah menjadi lebih halus dan bercahaya setelah proses perawatan ini.
4. Cryotherapy
Cryotherapy adalah salah satu metode yang sering digunakan dokter untuk mengatasi milia karena prosedurnya yang aman, praktis, dan cepat. Dalam metode ini, cairan nitrogen digunakan untuk membekukan milia secara efektif.
Setelah dibekukan, milia akan perlahan mengelupas dan hilang tanpa menimbulkan rasa sakit. Prosedur ini juga minim risiko, sehingga menjadi pilihan yang populer untuk menghilangkan milia secara efektif.
5. Terapi Laser
Jika milia di kulit telah berkembang selama bertahun-tahun, metode laser dapat menjadi solusi yang efektif. Prosedur ini direkomendasikan untuk menghilangkan milia yang sulit hilang dengan cara lain.
Laser sendiri dikenal sebagai salah satu metode yang paling cepat dan aman untuk mengatasi milia. Prosesnya dilakukan oleh tenaga profesional, sehingga hasilnya lebih optimal tanpa menyebabkan kerusakan pada kulit.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Milia dan Syringoma: Penyebab dan Cara Mengatasinya
6. Electrocauter
Metode electrocauter juga dapat digunakan oleh dokter kulit untuk menghilangkan milia. Prosedur medis ini melibatkan penggunaan batang besi yang dialiri listrik bertegangan rendah untuk membakar milia yang sulit dihilangkan.
Agar pasien tidak merasa sakit selama proses ini, dokter akan mengoleskan obat bius pada area kulit di sekitar milia sebelum memulai tindakan. Metode ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
7. Gunakan Air Mawar
Air mawar dikenal memiliki sifat menenangkan dan membantu membersihkan pori-pori kulit. Dengan pemakaian rutin sebagai toner alami, air mawar dapat menjaga kelembapan kulit sekaligus mengurangi risiko terbentuknya milia baru.
Selain itu, kandungan antioksidannya mampu mendukung regenerasi jaringan kulit sehingga tampilan wajah lebih sehat.
8. Selalu Gunakan Tabir Surya (Sunscreen)
Paparan sinar matahari berlebih dapat memperburuk kondisi kulit dan membuat milia lebih sulit hilang. Karena itu, penggunaan tabir surya setiap hari sangat penting untuk menghilangkan milia di wajah secara lebih efektif.
Sunscreen melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV serta membantu mencegah bekas luka baru yang bisa mengganggu penampilan.
9. Gunakan Masker Madu (Madu Manuka)
Madu, khususnya madu manuka, memiliki sifat antibakteri dan melembapkan yang sangat baik untuk kulit.
Menggunakan masker madu secara rutin dapat membantu melembutkan kulit, mengurangi iritasi, mencegah milia, serta mempercepat proses penyembuhan milia.
Selain itu, masker ini juga bermanfaat untuk memudarkan bekas luka ringan yang kerap membuat wajah terlihat kurang segar.
10. Lakukan Eksfoliasi Kulit
Eksfoliasi secara rutin, baik dengan scrub lembut maupun produk yang mengandung bahan asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat, dapat membantu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk.
Proses ini membuat pori-pori lebih bersih dan mencegah keratin terperangkap, sehingga risiko milia berkurang. Dengan eksfoliasi teratur, kulit juga tampak lebih cerah, halus, dan bebas dari gangguan yang mengurangi kepercayaan diri.
11. Melakukan Penguapan Wajah
Penguapan wajah dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mengatasi milia.
Metode ini membantu membuka pori-pori kulit sehingga kotoran dan minyak yang terperangkap di dalamnya lebih mudah dibersihkan.
Dengan dilakukan secara tepat, penguapan juga dapat membantu mengurangi risiko iritasi pada kulit.
Cara melakukan penguapan wajah antara lain:
- Menghangatkan wajah dengan uap dari air hangat selama sekitar 5–8 menit agar pori-pori kulit terbuka.
- Biarkan uap mengenai wajah secara perlahan untuk membantu melonggarkan kotoran yang terperangkap di bawah permukaan kulit.
- Setelah selesai, diamkan wajah sejenak lalu keringkan dengan handuk bersih atau bilas menggunakan air hangat agar kulit terasa lebih segar.
Jenis-Jenis Milia
Milia dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan usia kemunculan dan penyebabnya: milia primer dan milia sekunder.
- Milia Neonatus – Umum muncul pada bayi baru lahir, terlihat sebagai benjolan putih kecil di wajah, kulit kepala, atau bagian atas tubuh, dan biasanya hilang sendiri dalam beberapa minggu tanpa perawatan khusus.
- Milia Primer pada Anak dan Dewasa – Muncul pada anak-anak maupun orang dewasa, sering di sekitar mata, dahi, atau area genital; tidak berbahaya tetapi bisa bertahan beberapa bulan.
- Milia en Plaque – Bentuk lebih serius, sering terkait kondisi kulit genetik atau gangguan autoimun, muncul dalam kelompok besar di pipi, telinga, kelopak mata, atau rahang, lebih sering terjadi pada wanita paruh baya.
- Multiple Eruptive Milia – Ditandai banyak benjolan kecil muncul tiba-tiba di wajah, lengan atas, atau dada; bisa disertai rasa gatal.
Mengapa Milia Sulit Hilang?
Meskipun terlihat sederhana, milia sering kali sulit dihilangkan, terutama jika sudah bertahan selama bertahun-tahun. Milia tidak hilang disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
1. Cedera atau Paparan Sinar Matahari
Cedera kulit, seperti yang disebabkan oleh luka bakar atau lecet, dapat memicu terbentuknya milia sekunder.
Selain itu, paparan sinar matahari yang berlebihan menyebabkan penebalan kulit, sehingga membuat keratin lebih mudah terperangkap di bawah lapisan kulit.
Kulit yang mengalami kerusakan akibat sinar UV juga lebih sulit beregenerasi, sehingga milia menjadi sulit hilang secara alami.
2. Penggunaan Krim atau Salep Steroid
Krim atau salep yang mengandung steroid, terutama jika digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter, dapat menyebabkan perubahan pada struktur kulit.
Hal ini membuat kulit lebih rentan terhadap pembentukan milia, karena produk-produk ini sering kali menyumbat pori-pori dan mengganggu proses regenerasi kulit.
Baca Juga: Apa Saja Jenis Milia dan Bagaimana Cara Yang Tepat Untuk Menghilangkan Milia? Cari Tahu Disini!
3. Gejala Kondisi Genetik
Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami milia. Faktor genetik ini memengaruhi bagaimana kulit bereaksi terhadap penumpukan keratin atau regenerasi sel kulit.
Jika milia disebabkan oleh faktor genetik, perawatan standar mungkin tidak cukup efektif, dan memerlukan pendekatan yang lebih spesifik, seperti perawatan profesional.
4. Respons Autoimun
Dalam beberapa kasus, milia dapat muncul sebagai bagian dari respons autoimun tubuh terhadap iritasi atau peradangan.
Kondisi seperti lupus atau gangguan autoimun lainnya dapat menyebabkan pembentukan milia sebagai reaksi kulit terhadap kerusakan atau stres internal.
Situasi ini membuat milia lebih sulit hilang karena penyebabnya berasal dari sistem tubuh yang kompleks, bukan sekadar masalah permukaan kulit.
Milia yang sudah bertahun-tahun memang membutuhkan perhatian khusus untuk dihilangkan. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk mendapatkan kulit yang mulus dan sehat.
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?
Milia umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kondisi, milia dapat bertahan dalam waktu lama atau jumlahnya semakin banyak sehingga mengganggu penampilan.
Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila milia tidak kunjung hilang setelah mencoba berbagai perawatan di rumah.
Pemeriksaan oleh dokter kulit dan kelamin dapat membantu memastikan diagnosis yang tepat serta menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.
Selain itu, penting juga untuk hindari penggunaan produk perawatan yang terlalu keras atau mencoba memencet milia sendiri, karena tindakan tersebut berisiko menyebabkan iritasi maupun infeksi pada kulit.
Jadwalkan Konsultasi di Plasthetic Clinic Sekarang!
Jika Anda ingin hasil yang optimal dan cepat, kunjungi Plasthetic Clinic dan konsultasikan kebutuhan kulit Anda dengan dokter spesialis kulit kami di sini.
Plasthetic Clinic siap membantu Anda mewujudkan kulit yang bebas milia dengan perawatan terbaik, seperti Laser, Chemical Peeling, dan Electrocauter.
Semoga informasi mengenai cara menghilangkan milia yang sudah bertahun tahun di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: dr. Aema Y. Amir
Sumber:
https://www.sknclinics.co.uk/conditions/milia
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17868-milia
https://diricare.com/artikel/menghilangkan-milia-membandel
