https://theyouthfountain.com/filler-vs-thread-lift/Perbedaan threadlift dan filler kerap menjadi topik yang banyak dicari oleh mereka yang ingin memilih perawatan wajah non-bedah untuk mengatasi tanda-tanda penuaan. Meski sama-sama populer dan memberikan hasil yang efektif, keduanya memiliki mekanisme kerja, tujuan, serta hasil yang berbeda.
Memahami perbedaan di antara keduanya adalah dapat menjadi langkah awal Anda dalam menentukan perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit Anda. Mari kita bahas perbedaannya secara mendalam agar Anda bisa membuat keputusan yang bijaksana dan aman.
Table of Contents
ToggleApa Perbedaan Threadlift dan Filler?
Meskipun keduanya bertujuan untuk meremajakan wajah, perbedaan threadlift dan filler sangatlah signifikan, mulai dari bahan yang digunakan hingga cara kerja dan durasi hasilnya. Untuk mempermudah pemahaman Anda, mari kita ulas 7 perbedaan mendasar di antara keduanya.
1. Fungsi Utama
Filler bekerja dengan menambah volume pada area wajah tertentu yang mulai mengalami kekenduran, sehingga wajah tampak lebih berisi dan segar. Namun, pengencangannya bersifat sedang dan biasanya perlu perawatan ulang untuk menjaga hasilnya.
Sementara itu, threadlift mampu mengangkat sekaligus mengencangkan kulit wajah dalam satu kali prosedur. Hasilnya lebih terlihat pada keseluruhan wajah, memberikan tampilan lebih kencang dan terangkat secara menyeluruh.
Baca Juga: Pahami Pantangan Filler Dagu yang Harus Diperhatikan
2. Bahan yang Digunakan
Filler umumnya menggunakan kandungan hyaluronic acid (HA), zat yang secara alami sudah ada di dalam tubuh dan berperan menjaga kelembapan serta kekenyalan kulit.
Threadlift memanfaatkan benang khusus yang terbuat dari bahan yang aman dan dapat diserap tubuh, seperti polydioxanone (PDO), poly-L-lactic acid (PLLA), atau polycaprolactone (PCL). Benang ini akan larut secara bertahap dalam tubuh dalam rentang waktu beberapa bulan hingga sekitar dua tahun.
3. Durasi Tindakan
Prosedur filler dikenal praktis karena hanya memerlukan waktu sekitar 10-15 menit. Sebaliknya, perawatan threadlift memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 60 menit. Hal ini dikarenakan threadlift memiliki prosedur yang lebih kompleks dan melibatkan pemasangan benang khusus di bawah kulit.
4. Ketahanan Hasil
Hasil filler biasanya bertahan antara 6 hingga 18 bulan, tergantung jenis filler yang digunakan dan kondisi kulit pasien. Sedangkan threadlift memberikan hasil yang lebih tahan lama, dengan efektivitas pengencangan yang bisa bertahan hingga kurang lebih 3 tahun, sehingga dianggap lebih awet untuk jangka panjang.
5. Waktu Pemulihan
Setelah tindakan filler, pasien umumnya dapat langsung melanjutkan aktivitas sehari-hari. Efek samping ringan seperti bengkak, kemerahan, atau memar bisa muncul, namun biasanya hilang dalam beberapa hari.
Di sisi lain, pasien yang menjalani threadlift membutuhkan waktu pemulihan sekitar 7-10 hari sebelum bisa kembali beraktivitas normal, dengan anjuran tetap berhati-hati agar benang tidak bergeser.
6. Hasil yang Terlihat
Efek filler langsung terlihat seketika setelah prosedur, membuat wajah tampak lebih muda. Threadlift juga memberikan hasil yang instan, namun manfaat maksimalnya baru terlihat jelas setelah 7-10 hari, ketika kulit mulai menyesuaikan diri dengan tarikan benang dan produksi kolagen baru yang meningkat.
Baca Juga: 7 Perbedaan Implan dan Filler Hidung yang Perlu Diketahui
7. Efek Samping
Filler berisiko menimbulkan benjolan atau wajah tampak bengkak apabila teknik penyuntikan tidak dilakukan dengan benar.
Sementara itu, threadlift dapat menimbulkan masalah seperti benang yang terlihat di permukaan kulit, bergeser dari posisinya, atau gagal menopang kulit jika prosedurnya tidak dilakukan oleh tenaga ahli berpengalaman.
Untuk membantu Anda dalam memahami perbedaan threadlift dan filler secara lebih mudah, simak tabel berikut ini.
| Aspek | Filler | Threadlift |
| Fungsi Utama | Menambah volume pada area wajah tertentu yang mulai kendur. Memberikan efek pengencangan sedang dan perlu perawatan ulang. | Mengangkat sekaligus mengencangkan kulit wajah dalam satu kali tindakan. Memberikan tampilan wajah lebih kencang dan terangkat menyeluruh. |
| Bahan yang Digunakan | Hyaluronic Acid (HA), zat alami dalam tubuh yang menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit. | Benang khusus yang bisa diserap tubuh, seperti PDO, PLLA, atau PCL, yang larut bertahap dalam beberapa bulan hingga 2 tahun. |
| Durasi Tindakan | Relatif cepat, sekitar 10–15 menit. | Lebih lama, sekitar 60 menit, karena melibatkan pemasangan benang di bawah kulit. |
| Ketahanan Hasil | Bertahan 6–18 bulan, tergantung jenis filler dan kondisi kulit pasien. | Lebih awet, bertahan hingga ±3 tahun. |
| Waktu Pemulihan | Hampir tanpa downtime, pasien bisa langsung beraktivitas. Efek samping ringan seperti bengkak atau memar hilang dalam beberapa hari. | Membutuhkan 7–10 hari untuk pemulihan, dengan anjuran berhati-hati agar benang tidak bergeser. |
| Hasil yang Terlihat | Efek terlihat seketika, wajah langsung tampak lebih muda dan segar. | Hasil instan juga terlihat, namun manfaat maksimal baru muncul 7–10 hari setelah prosedur. |
| Efek Samping | Risiko benjolan atau wajah bengkak jika teknik penyuntikan kurang tepat. | Risiko benang terlihat di permukaan kulit, bergeser, atau gagal menopang bila teknik pemasangan kurang baik. |
Bagaimana Cara Memilih Perawatan yang Tepat?
Setelah mengetahui perbedaan threadlift dan filler, Anda tentu ingin memastikan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan wajah dan kesehatan Anda. Berikut adalah beberapa cara untuk menentukan pilihan terbaik.
1. Pahami Masalah Utama Kulit Anda
Apakah masalah utama Anda adalah kulit yang mulai kendur dan turun? Jika iya, threadlift mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda memiliki area wajah yang cekung atau tipis, seperti bawah mata atau bibir, filler dapat menjadi solusi yang tepat.
2. Pertimbangkan Usia dan Elastisitas Kulit
Threadlift lebih efektif untuk individu dengan kulit yang masih memiliki elastisitas yang baik dan tingkat kekenduran ringan hingga sedang. Filler cocok untuk berbagai usia, terutama untuk mengisi volume yang hilang seiring bertambahnya usia.
3. Konsultasikan dengan Dokter Profesional
Ini adalah langkah terpenting yang tidak boleh Anda lewatkan. Hanya dokter estetika berpengalaman yang dapat menganalisis kondisi wajah Anda secara menyeluruh dan merekomendasikan perawatan yang paling aman dan efektif.
Baca Juga: Pahami 5 Pantangan Setelah Filler Kantung Mata
4. Sesuaikan dengan Anggaran dan Durasi Hasil
Pertimbangkan berapa lama Anda ingin hasil perawatan bertahan. Jika Anda menginginkan hasil yang lebih tahan lama, threadlift bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda ingin mencoba perawatan dengan durasi yang lebih pendek atau memiliki anggaran yang lebih terbatas, filler bisa menjadi pilihan.
5. Pahami Efek Samping dan Proses Pemulihan
Pastikan Anda memahami risiko, efek samping, dan proses pemulihan dari masing-masing prosedur. Jika Anda memiliki jadwal yang padat, filler dengan masa pemulihan yang lebih cepat mungkin lebih cocok untuk Anda.
Kesimpulan
Perbedaan threadlift dan filler terletak pada tujuan dan cara kerjanya. Filler bertujuan untuk mengisi volume yang hilang dengan Hyaluronic Acid sehingga wajah tampak lebih berisi, dengan hasil yang bertahan 6-18 bulan.
Sebaliknya, threadlift berfungsi untuk mengencangkan kulit yang kendur menggunakan benang khusus, memberikan efek lifting yang tahan hingga 3 tahun.
Pilihan terbaik bergantung pada kondisi kulit Anda. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan sesuai dengan permasalahan yang Anda miliki, pastikan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kami di klinik Plastehtic.
Semoga informasi mengenai perbedaan threadlift dan filler di atas bisa bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Quality of Life!
Ditinjau oleh: dr. Aema Y. Amir
Sumber:
https://theyouthfountain.com/filler-vs-thread-lift/
