Jerawat papula adalah salah satu jenis jerawat yang sering muncul pada wajah dan dapat mengganggu kepercayaan diri. Meskipun tidak sebesar jerawat nodul, jerawat papula tetap memerlukan perhatian khusus karena dapat menyebabkan peradangan yang menyakitkan jika tidak ditangani dengan baik. Dalam artikel ini, Plasthetic Clinic akan membantu Anda dalam mengetahui penyebab jerawat papula dan cara mengatasinya secara efektif.
Table of Contents
ToggleApa itu Jerawat Papula?
Jerawat papula adalah jenis jerawat yang muncul sebagai benjolan kecil dan padat di bawah permukaan kulit. Benjolan ini biasanya berwarna merah dan tidak memiliki ujung putih berisi nanah seperti jerawat biasa. Ukurannya pun relatif kecil, umumnya kurang dari 1 sentimeter.
Berbeda dengan pustula yang berisi nanah, papula lebih terasa seperti benjolan keras. Warna papula bisa bervariasi, mulai dari warna kulit alami hingga merah, cokelat, atau ungu.
Meskipun menggoda untuk memencetnya, sebaiknya hindari memencet jerawat papula. Sebab, memencet jerawat dapat menyebabkan bakteri menyebar ke area kulit lainnya dan meningkatkan risiko munculnya bekas luka. Selain itu, jerawat papula dapat berkembang menjadi bentuk yang lebih parah jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Jerawat yang Gatal dan Kenali Penyebabnya
Penyebab Jerawat Papula Muncul pada Wajah Anda
Terdapat beberapa faktor yang memicu kemunculan jerawat papula pada wajah. Berikut adalah beberapa penyebab jerawat papula yang bisa Anda ketahui:
1. Bakteri
Peningkatan jumlah bakteri pada kulit dapat menjadi salah satu faktor utama penyebab munculnya jerawat di permukaan kulit.
Bakteri, seperti Cutibacterium acnes (C. acnes), biasanya hidup di kulit secara alami, namun jika jumlahnya meningkat secara berlebihan, dapat memicu peradangan dan pori-pori tersumbat.
2. Produksi Minyak yang Berlebih
Produksi minyak berlebih oleh kelenjar sebaceous merupakan salah satu penyebab utama jerawat. Minyak berlebih yang bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran dapat menyumbat pori-pori, menciptakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.
Akibatnya, peradangan terjadi dan jerawat pun muncul. Beberapa faktor seperti hormon, stres, atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat dapat memicu peningkatan produksi sebum ini.
3. Hormon
Peningkatan kadar androgen, yaitu sekelompok hormon seks, dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk perkembangan masa pubertas dan kesehatan reproduksi. Hormon ini berperan penting dalam pertumbuhan fisik dan perubahan hormonal selama masa remaja.
Baik laki-laki maupun perempuan memiliki hormon androgen, tetapi laki-laki umumnya cenderung memproduksi lebih banyak hormon ini.
Testosteron, salah satu jenis androgen yang paling umum, sering kali menjadi faktor utama dalam berbagai perubahan tubuh, seperti peningkatan produksi minyak di kulit, yang dapat memicu munculnya jerawat.
Perubahan hormon ini biasanya terlihat lebih signifikan pada masa pubertas, tetapi juga dapat terjadi pada kondisi tertentu di usia dewasa.
Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Jerawat Batu Secara Alami dan Perawatan
4. Obat-obatan
Penggunaan beberapa jenis obat, seperti kortikosteroid dan steroid anabolik, dapat memengaruhi kondisi kulit, termasuk meningkatkan risiko munculnya jerawat.
Kortikosteroid sering digunakan untuk mengatasi peradangan atau gangguan autoimun, sementara steroid anabolik biasanya digunakan untuk meningkatkan massa otot.
Namun, kedua jenis obat ini dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang berakibat pada peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous.
Minyak berlebih ini dapat menyumbat pori-pori dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang.
5. Kebersihan Wajah yang Kurang Terjaga
Kebersihan wajah yang tidak terjaga dengan baik juga dapat menjadi penyebab munculnya jerawat papula. Sisa makeup, debu, keringat, serta polusi yang menempel di kulit dapat menyumbat pori-pori jika tidak dibersihkan secara menyeluruh.
Kondisi ini memperparah produksi minyak berlebih dan menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang.
Apa Saja Ciri-Ciri Jerawat Papula?
Jerawat papula memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis jerawat lainnya. Berikut adalah ciri-cirinya:
-
Tonjolan kecil berwarna merah yang terlihat di permukaan kulit.
-
Bagian atasnya dapat terasa sedikit terangkat atau rata, tanpa adanya titik putih atau hitam di tengahnya.
-
Warnanya bervariasi antara merah hingga merah muda, tergantung pada tingkat peradangan yang terjadi.
-
Terasa nyeri atau sensitif saat disentuh, karena adanya peradangan di bawah permukaan kulit.
-
Tidak mengandung nanah, berbeda dengan pustula yang memiliki isi berwarna putih kekuningan.
-
Biasanya muncul berkelompok di area wajah, seperti dahi, pipi, atau dagu, namun juga bisa muncul di bagian tubuh lain seperti punggung atau dada.
Kandungan Skincare untuk Mengobati Jerawat Papula
Berikut beberapa kandungan skincare yang direkomendasikan untuk membantu mengobati jerawat papula:
-
Salicylic Acid (Asam Salisilat)
Berfungsi untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat dan mengangkat sel kulit mati, sehingga membantu mencegah timbulnya jerawat baru. -
Benzoyl Peroxide
Membantu membunuh bakteri penyebab jerawat serta mengurangi peradangan di area kulit yang terinfeksi. -
Niacinamide (Vitamin B3)
Dikenal mampu menenangkan kulit, mengurangi kemerahan akibat jerawat, serta membantu memperbaiki tekstur kulit. -
Retinoid (Vitamin A Derivatives)
Mempercepat regenerasi sel kulit dan mencegah penyumbatan pori-pori yang menjadi penyebab utama munculnya jerawat. -
Tea Tree Oil
Memiliki sifat antibakteri alami yang efektif membantu melawan bakteri penyebab jerawat tanpa membuat kulit terlalu kering.
Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat Papula?
Mengatasi jerawat papula memerlukan pendekatan yang tepat, mulai dari perawatan di rumah hingga perawatan profesional. Berikut adalah beberapa cara mengatasi jerawat papula yang dapat Anda lakukan:
1. Membersihkan Kulit Wajah Dua Kali Sehari
Membersihkan wajah secara rutin dua kali sehari, terutama di malam hari, sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Gunakan pembersih wajah yang mampu mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan sisa makeup tanpa menyebabkan iritasi atau membuat kulit menjadi kering.
Hindari juga penggunaan scrub yang kasar, karena dapat memperburuk kondisi jerawat yang sedang meradang dan memicu iritasi lebih lanjut. Pilihlah pembersih yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit Anda untuk hasil yang maksimal.
2. Menggunakan Produk Makeup dan Skincare yang Non-komedogenik
Ketika memilih produk makeup, pastikan untuk menggunakan produk yang berlabel “non comedogenic” dan “oil-free.”
Produk dengan label ini dirancang khusus untuk meminimalkan risiko penyumbatan pori-pori, sehingga lebih aman digunakan, terutama bagi Anda yang rentan terhadap jerawat atau memiliki kulit berminyak.
Dengan menggunakan makeup yang bebas minyak, kulit Anda dapat tetap bernapas dengan baik tanpa terganggu oleh lapisan produk yang berlebihan.
Baca Juga: 8 Bahan Skincare untuk Kulit Berjerawat
3. Menggunakan Sunscreen Setiap Hari
Gunakan sunscreen setiap hari untuk melindungi kulit Anda dari efek buruk paparan sinar matahari, terutama jika Anda sedang menggunakan obat jerawat yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.
Selain membantu mencegah kulit terbakar, sunscreen juga berperan penting dalam mengurangi risiko kanker kulit.
Pilihlah sunscreen yang bebas minyak agar tidak menyumbat pori-pori dan cocok digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit yang rentan berjerawat.
4. Hindari Menggaruk Kulit
Hindari kebiasaan menggaruk atau memencet jerawat, karena tindakan ini dapat memperburuk kondisi kulit Anda. Bahkan, memencet jerawat yang terlihat ringan sekalipun dapat memicu masalah yang lebih serius, seperti terbentuknya kista di bawah kulit.
Ketika jerawat dipencet, bakteri dan kotoran dari tangan Anda bisa masuk ke pori-pori, menyebabkan infeksi dan peradangan yang lebih parah. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat meninggalkan bekas luka atau jaringan parut yang sulit dihilangkan.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk membiarkan jerawat sembuh secara alami atau konsultasikan dengan dokter kulit untuk penanganan yang lebih aman dan efektif.
5. Menjaga Kebersihan Rambut
Merawat kebersihan rambut secara rutin dengan menggunakan sampo juga sangat penting dalam mengatasi kondisi kulit berjerawat, terutama bagi Anda yang memiliki jenis rambut berminyak.
Rambut yang tidak bersih dapat menjadi sumber kotoran dan minyak yang berpotensi berpindah ke kulit wajah, sehingga memperburuk kondisi jerawat.
Selain itu, hindari gaya rambut berponi yang menutupi dahi, karena kontak langsung antara rambut dan kulit dapat memerangkap minyak dan kotoran, memicu munculnya jerawat baru, termasuk jerawat papula.
6. Perawatan Profresional
Jika jerawat papula Anda tergolong parah atau sulit diatasi dengan perawatan rumahan, konsultasikan kondisi kulit Anda dengan dokter spesialis kulit atau dokter estetika. Di Plasthetic Clinic, Anda dapat mencoba berbagai perawatan berikut:
Facial Acne merupakan perawatan facial yang dirancang khusus untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat secara mendalam dan mencegah munculnya jerawat baru. Perawatan ini membantu menjaga kebersihan kulit sekaligus mengurangi risiko peradangan akibat penyumbatan pori-pori.
Perawatan ini melibatkan penyuntikan obat anti-inflamasi langsung ke area kulit yang meradang. Proses ini bertujuan untuk meredakan peradangan dengan cepat sekaligus mempercepat proses penyembuhan jerawat secara efektif.
Laser Acne merupakan perawatan yang melibatkan teknologi laser IPL untuk mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk jerawat. Perawatan ini dapat membantu meredakan peradangan serta memperbaiki tekstur kulit, sehingga kulit tampak lebih sehat dan halus.
Kesimpulan
Jerawat papula adalah jenis jerawat yang memerlukan perhatian khusus untuk mencegahnya berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Jika Anda mengalami jerawat papula yang sulit diatasi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami di sini dan mencoba perawatan profesional di Plasthetic Clinic. Layanan seperti Acne Injection, Facial Acne, dan Laser Acne siap membantu Anda mendapatkan kulit yang sehat dan bebas dari jerawat papula!
Semoga informasi mengenai penyebab jerawat papula di atas dapat bermanfaat untuk Anda!
Plasthetic Clinic, Enhance Your Quality Of Life!
Ditinjau oleh: dr. Tasya, Sp.B.P.R.E., Subsp.E.L.,(K)
Sumber:
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22905-acne-papules
https://www.healthline.com/health/papules-acne#definition
https://www.alodokter.com/jerawat-papula-ciri-ciri-dan-cara-mengatasinya
