Atrophic scar adalah istilah medis untuk bekas luka cekung atau bopeng yang terbentuk saat lapisan dalam kulit kehilangan volumenya setelah mengalami cedera. Kondisi ini bukan cuma mengganggu penampilan atau menurunkan rasa percaya diri, melainkan juga menandakan adanya gangguan pada fungsi struktural kulit Anda.
Saat jaringan dermis menipis, elastisitas alami kulit ikut melemah dan daya tahannya terhadap gesekan maupun paparan dari luar menjadi tidak sekuat kulit yang sehat.
Oleh sebab itu, memahami pemicu munculnya bekas luka ini serta langkah medis yang tepat untuk menanganinya adalah kunci penting untuk memulihkan kesehatan kulit Anda secara menyeluruh.
Table of Contents
ToggleApa Itu Atrophic Scar?
Atrophic scar terbentuk ketika jaringan kulit tidak mampu memproduksi kolagen dalam jumlah yang cukup selama proses penyembuhan luka.
Akibatnya, permukaan kulit tampak lebih rendah dibandingkan area di sekitarnya.
Secara alami, saat kulit mengalami perlukaan yang cukup dalam, tubuh akan mengerahkan sel-sel fibroblas untuk merajut serat kolagen baru guna menutup robekan tersebut.
Namun, jika proses radang berlangsung terlalu hebat atau berkepanjangan, tubuh justru kehilangan banyak komponen penyangga kulit.
Karena jaringan baru yang terbentuk tidak sebanding dengan yang rusak, terbentuklah cekungan permanen yang kita kenal sebagai bopeng.
Bagaimana Atrophic Scar Terbentuk?
Terbentuknya atrophic scar melibatkan proses biologis yang dipengaruhi oleh beberapa hal:
- Penurunan produksi kolagen saat penyembuhan luka: Enzim tubuh yang aktif selama fase radang terkadang memecah jaringan lebih cepat daripada kemampuan sel kulit membentuk kolagen baru, sehingga terbentuk rongga kosong di bawah kulit.
- Kerusakan jaringan kulit akibat peradangan: Infeksi atau pembengkakan yang parah merusak lapisan dermis, sel lemak di bawah kulit, serta pembuluh darah kecil yang menopang permukaan luar kulit.
- Bekas jerawat atau infeksi kulit yang cukup dalam: Kista jerawat atau infeksi bakteri yang bersarang jauh di dalam pori-pori menghancurkan struktur kelenjar dan folikel rambut, menyisakan lekukan begitu infeksinya mereda.
Baca Juga: 7 Perbedaan Hypertrophic Scar vs Keloid dan Cara Mengatasinya
Jenis-Jenis Atrophic Scar
Atrophic scar memiliki beberapa bentuk yang berbeda. Mengenali jenisnya membantu dokter menentukan pilihan perawatan yang paling sesuai.
Ice Pick Scar
Bekas luka ini tampak seperti lubang pori-pori yang sangat dalam, sempit (lebarnya kurang dari 2 mm), dan menukik tajam ke lapisan kulit bawah.
Bentuknya menyerupai tusukan jarum runcing atau patahan es. Karena ujung dasarnya sering kali menembus lapisan kulit terdalam, tipe ini membutuhkan tindakan medis khusus yang mampu menjangkau hingga ke dasar cekungan.
Boxcar Scar
Boxcar scar memiliki bentuk cekungan bulat atau lonjong dengan dinding tepi yang tegak dan tegas, menyerupai kotak kecil di kulit.
Diameternya bervariasi antara 1,5 hingga 4 mm. Karena dasar lukanya yang datar dan tepinya yang kaku, tekstur kulit di area ini terlihat jelas tidak rata dan kehilangan kelenturan alaminya.
Rolling Scar
Bekas luka tipe rolling memiliki ukuran yang cukup lebar (biasanya lebih dari 4 mm) dengan tepi yang melandai, membuat permukaan wajah terlihat bergelombang.
Kondisi ini timbul akibat adanya serat jaringan parut keras di bawah kulit yang menarik permukaan epidermis ke arah dalam (tethering).
Tarikan inilah yang membuat kulit tampak berlekuk dan kaku saat digerakkan.
Apa Penyebab Atrophic Scar?
Berbagai kondisi yang merusak lapisan kulit dapat meningkatkan risiko terbentuknya atrophic scar. Beberapa pemicu utamanya meliputi:
- Jerawat yang meradang: Jerawat batu atau jerawat bernanah yang parah merusak lapisan dermis secara luas. Kebiasaan memencet atau memecahkan jerawat secara paksa juga menambah robekan jaringan di bawah kulit.
- Bekas cacar air: Bintil cacar air yang meradang dan sering digaruk rentan meninggalkan cekungan bundar setelah keropengnya lepas.
- Cedera atau trauma pada kulit: Luka robek, sayatan, atau goresan yang dalam dan tidak menutup dengan rata selama proses pemulihan.
- Luka setelah operasi tertentu: Bekas sayatan bedah yang kehilangan volume jaringan di lapisan bawah saat masa penyembuhan.
- Infeksi kulit: Infeksi bakteri pada folikel rambut (seperti bisul atau abses) yang mengikis jaringan penopang kulit.
- Faktor genetik: Kecenderungan tubuh dalam memproduksi kolagen dan merespons peradangan turut dipengaruhi oleh faktor keturunan.
- Proses penyembuhan yang terganggu: Sirkulasi darah yang kurang lancar, kebiasaan merokok, kurang asupan nutrisi, atau masalah imunitas dapat memperlambat regenerasi jaringan kulit.
Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Wajah yang Sudah Lama dengan Mudah
Cara Mengatasi Atrophic Scar
Untuk merangsang pembentukan jaringan baru dan mengembalikan kekenyalan kulit, dunia medis modern menawarkan berbagai tindakan klinis yang teruji. Prosedur ini berfokus memicu regenerasi sel dari dalam dan memperbaiki struktur kulit yang rusak.
Beberapa opsi tindakan yang bisa Anda pertimbangkan antara lain:
1. Chemical Peels
Perawatan chemical peeling berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati sehingga membantu regenerasi kulit memberikan hasil warna kulit dan tekstur yang merata, menyamarkan noda, menampilkan wajah yang lebih halus dan cerah.
Larutan medis khusus akan diaplikasikan ke wajah untuk mengikis lapisan kulit terluar yang rusak secara terkontrol, sehingga merangsang sel-sel kulit baru tumbuh lebih cepat dan sehat.
2. Fillers
Perawatan mengisi kekosongan pada beberapa area sekaligus mengencangkan area wajah. Pada atrophic scar, cairan gel medis (seperti hyaluronic acid) disuntikkan tepat di bawah dasar bopeng.
Tindakan ini secara instan mengangkat cekungan agar kembali sejajar dengan permukaan kulit sekitarnya sekaligus memberi hidrasi tambahan pada jaringan tersebut.
3. Skin Needling (Microneedling)
Perawatan untuk mengencangkan kulit, mengatasi kulit bertekstur (scars / stretchmark), serta merangsang pertumbuhan kolagen.
Menggunakan alat dengan jarum-jarum mikro yang steril, prosedur ini membuat jalur luka halus yang terkontrol pada kulit.
Efek rangsangan ini memicu tubuh untuk memproduksi kolagen dan elastin baru secara mandiri, sehingga lekukan scar berangsur-angsur terisi kembali.
4. Punch Excision
Tindakan bedah minor dermatologi yang dilakukan dengan memotong dan mengangkat seluruh dinding bekas luka bopeng menggunakan alat khusus berukuran sangat kecil. Prosedur ini sangat efektif untuk jenis ice pick scar atau boxcar scar yang dalam.
Setelah bopeng diangkat, tepian kulit dirapatkan kembali dengan jahitan mikro yang rapi, menghasilkan garis samar yang jauh lebih rata dan mudah membaur dengan tekstur kulit normal.
5. Subcision
Tindakan estetik minimal invasif yang bertujuan untuk memperbaiki bekas jerawat berlubang dengan cara melepaskan jaringan parut yang menarik kulit ke bawah.
Perawatan ini membantu merangsang regenerasi kulit sehingga permukaan kulit tampak lebih rata, halus, dan sehat.
Dokter akan menyelipkan jarum khusus di bawah permukaan kulit untuk memutuskan pita jaringan ikat yang menarik bopeng ke dalam, sehingga kulit terlepas dan terangkat kembali ke posisinya semula.
Baca Juga: Scar Removal Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukan Prosedurnya
Apakah Atrophic Scar Bisa Hilang Sepenuhnya?
Perbaikan atrophic scar umumnya memerlukan waktu dan sering kali membutuhkan kombinasi beberapa metode perawatan.
Menjaga harapan yang realistis akan membantu Anda menjalani proses perawatan dengan lebih nyaman.
- Hasil berbeda pada setiap orang: Kemampuan kulit memproduksi kolagen baru sangat bergantung pada usia, kondisi fisik, dan metabolisme masing-masing orang.
- Dipengaruhi oleh jenis dan kedalaman scar: Bopeng yang sangat dalam atau disertai tarikan jaringan parut yang kuat memerlukan penanganan yang lebih bertahap dibandingkan bekas luka yang dangkal.
- Mungkin memerlukan beberapa sesi perawatan: Pembentukan dan pematangan serat kolagen baru di dalam kulit membutuhkan proses biologis yang bertahap selama beberapa minggu hingga bulan.
- Perawatan bertujuan memperbaiki tampilan, bukan selalu menghilangkan bekas luka sepenuhnya: Fokus utama terapi medis adalah meratakan tekstur kulit secara signifikan, melembutkan tepian luka, dan memulihkan elastisitas jaringan.
- Konsistensi perawatan berperan dalam hasil akhir: Mengikuti jadwal tindakan secara rutin serta disiplin menggunakan tabir surya dan pelembap pascatindakan sangat berpengaruh pada hasil akhir kulit Anda.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu menentukan jenis atrophic scar dan memilih terapi yang paling sesuai. Langkah konsultasi ini sangat dianjurkan apabila:
- Bekas jerawat terasa sangat mengganggu penampilan: Tekstur kulit yang tidak rata mulai memengaruhi rasa percaya diri Anda dalam berinteraksi sehari-hari.
- Memiliki scar yang dalam atau luas: Bopeng yang dalam sudah mencapai lapisan kulit bawah sehingga membutuhkan alat medis khusus untuk memperbaikinya.
- Sudah mencoba skincare tetapi belum membaik: Produk perawatan harian yang dioleskan di rumah umumnya hanya merawat lapisan luar kulit dan tidak bisa mengisi jaringan kulit yang hilang di lapisan dalam.
- Ingin mendapatkan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit: Dokter dapat menganalisis jenis kulit Anda secara tepat untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.
- Memiliki kombinasi beberapa jenis atrophic scar: Dalam banyak kasus, satu area wajah bisa memiliki campuran jenis bopeng yang berbeda sehingga membutuhkan kombinasi metode perawatan sekaligus.
Atasi Atrophic Scar dengan Perawatan yang Tepat di Plasthetic Clinic
Atrophic scar merupakan bekas luka cekung yang dapat muncul akibat jerawat, cacar air, maupun cedera pada kulit. Penanganannya tidak dapat disamakan untuk setiap orang karena jenis dan kedalaman scar dapat berbeda. Oleh sebab itu, pemeriksaan oleh dokter menjadi langkah penting untuk menentukan metode perawatan yang paling sesuai.
Jika Anda ingin memperbaiki tampilan bekas jerawat atau atrophic scar, konsultasikan kondisi kulit Anda di Plasthetic Clinic.
Dokter akan mengevaluasi jenis bekas luka yang Anda miliki dan merekomendasikan pilihan perawatan yang sesuai untuk membantu memperbaiki tekstur kulit sehingga tampak lebih halus dan merata.
Percayakan kesehatan dan pemulihan kulit Anda pada klinik kecantikan kulit tepercaya untuk mendapatkan penanganan profesional dengan peralatan medis yang aman dan teruji.
Plasthetic Clinic, Enhance Quality of Life!
Ditinjau oleh: Tim Plasthetic Clinic
Sumber:
https://www.halodoc.com/artikel/solusi-bekas-luka-atrofi-kulit-mulus-bebas-cekungan?srsltid=AfmBOoqRpg2dsL6Mr1Q6KwwTNG4ZEknst3X4lpNdZ3uUw0dTi-RiiQMu
https://www.alomedika.com/pilihan-terapi-untuk-atrophic-acne-scar
